Kabar Terkini

Banjir Pra-Kompetisi, Wajah Paduan Suara Indonesia


Prakompetisi – ilustrasi

Menjelang musim kemarau di Indonesia, di luar kebiasaan muncul fenomena lain, yakni banjir konser pra-kompetisi paduan suara. Di mana-mana tampak sibuk dengan konser bertajuk jenaka ini. Biasanya memang bersinggungan dengan musim panas di Eropa, di mana selebrasi, festival dan kompetisi amatir berhujanan untuk mengisi keriaan musim libur yang ditunggu-tunggu di belahan bumi 4 musim. Namun apakah makna konser pra-kompetisi ini?

Harus kita acungkan jempol bagi setiap paduan suara yang dengan sungguh hati mempersiapkan diri untuk mengharumkan nama bangsa di kancah kompetisi internasional. Dan kita semua bisa melihat kesungguhan mereka untuk meraih prestasi gemilang di luar negeri sana dan membawa eksistensi Indonesia di dunia seni internasional, sebuah bentuk diplomasi yang seringkali terlupakan oleh pembesar di negeri ini.

Konser Pra-kompetisi memang menjadi suatu tanda akan kesungguhan para penampil untuk menyambut kompetisi. Pra-kompetisi sebenarnya menjadi ajang ukur-banding bagi paduan suara sebelum berangkat. Ya, ukur-banding semangat kompetitif mereka di hadapan para penggiat dan sesama penggila paduan suara. Konser ini menjadi ajang kebanggaan selain dari fungsi persiapan mereka. Tapi sayangnya seringkali dari segi pencapaian artistik, penonton tentu saja sulit untuk mendapatkan bentuk.

Ya, di banyak konser prakompetisi, memang dipertunjukkan kepiawaian paduan suara dalam menangani dan melibas karya-karya sulit dan rumit dalam repertoire paduan suara. Ya, memang kemampuan paduan suara secara teknis dan musikal adalah suatu pencapaian tersendiri yang patut diapresiasi dengan baik.

Walaupun begitu, kecenderungan kompetisi dan paduan suara yang “layak berkompetisi” adalah membentuk paduan suara yang bisa menang dalam kompetisi. Alhasil yang terjadi adalah pembentukan paduan suara menuju suatu image tertentu akan paduan suara yang ideal dalam kompetisi. Tidak heran banyak paduan suara kita, bersuara dan berwarna semakin seragam dikarenakan semua mengarah pada suara dan bentuk ‘ideal’ paduan suara yang sebenarnya secara artistik tidak tentu ada.

Selain itu dalam sebuah konser prakompetisi, seringkali yang ditawarkan kepada penonton adalah cuplikan-cuplikan yang menunjukkan ‘keunggulan’ paduan suara tersebut. Setiap pertunjukan yang baik memerlukan benang merah tematik yang seharusnya relevan dengan kehidupan bermasyarakat yang ada di sekitarnya. Dan seringkali karena alasan di ataslah, benang merah tersebut tidak pernah ada dalam prakompetisi. Yang ada hanyalah warna-warni pelangi yang menunjukkan bahwa paduan suara ini mampu, kasarnya, hanya menjadi ajang solek dan ajang pamer.

Alhasil, keindahan yang dibagikan pada para penonton juga hanya sebatas “Wow keren…” tapi tidak lebih dari itu. Tidak ada makna yang bisa ditarik dari banyak pertunjukan konser prakompetisi, hanya sebatas “Yah bagus” dan semua penonton seusai konser sibuk berspekulasi apakah paduan suara tersebut akan memenangkan penghargaan di ajang kompetisi luar negeri yang diikuti. Alhasil makna seni paduan suara sebagai seni yang menjangkau orang banyak dan berbicara mengenai ide, falsafah dan keyakinan hidup sama sekali tidak ada. Nol.

Kita semua tahu bahwa kompetisi itu penting untuk mendapatkan sorot yang cukup bagi mereka yang berbakat dan ingin menimba pengalaman di atas panggung. Bagi banyak paduan suara, kompetisi dan konser prakompetisi yang mendahuluinya juga menjadi pendorong motivasi anggota untuk terus berlatih dan bernyanyi. Tapi, publik seni paduan suara butuh lebih dari sekedar itu, sebab mungkin pada saat dunia paduan suara Indonesia berhasil menemukan makna artistik dari setiap kegiatannya, mungkin pada saat itulah ia menjadi bagian besar dari gambar dunia berkesenian kita.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: