Kabar Terkini

Atlet di Atas Keyboard, Berenika


Seorang atlet di papan tuts piano, mungkin itu impresi yang muncul setelah menyaksikan acara resital Berenika Zakrewski yang berlangsung di Erasmus Huis Senin malam lalu.

Menguasai hampir seluruh keyboard, Berenika yang adalah seorang pianis berkebangsaan Kanada bermain dengan penuh energi dan bobot yang besar. Melibas hampir semua karya dengan maskulinitas yang membuncah. Beberapa karya seperti 2 Etude, 4 Mazurka dan Polonaise dari Chopin adalah beberapa karya yang mendapat sentuhan maskulinitas sedemikian kental yang agaknya berbeda dari pendekatan kebanyakan pianis yang lebih feminim dan fleksibel. Pun Erasmus Huis dengan kapasitas 330 orang ditambah dengan piano 9 kaki agaknya kewalahan menghadapi hujan nada dari jari-jari Berenika.

Namun demikian, pianis berusia 29 tahun yang telah bermain bersama sebagai solois berbagai orkes di AS, Amerika Latin dan Inggris di antaranya Pittsburgh Symphony, Toronto Symphony dan New Philharmonia ini juga mengimbangi maskulinitas itu dengan teknik dan kecepatan jari yang luar biasa disertai dengan kontrol kejernihan yang mantap. Hampir di seluruh karya yang ia mainkan, Berenika menunjukkan keunggulannya dalam mengolah teknik dan kecepatan jari yang mencengangkan termasuk di dua Impromptu op.90 No.2 dan 4 karya Schubert dan “Jardins sous la pluie” karya Debussy.

Karya modern Phillip Glass pada musiknya Metamorphosis No.1 dan 2 tepat di tengah resital sedikit berbeda. Di sini pianis yang lulus dari Harvard University, AS dan Royal Academy of Music UK, ini mencoba mengemas karya minimalis ini dalam bingkai karikatural yang terkesan lebih akademis dan elegan.

Memang pendekatan Berenika agak berbeda, bagi sebagian orang terasa bahwa ia bermain tanpa nafas yang cukup dan menggebu. Tapi mungkin di sisi inilah Berenika mencoba membangun intensitas melalui nafas-nafas pendek, rubati kecil yang tertata dalam porsi yang terjatah. Kecepatan dan kekuatannya sebagai atlet di depan keyboard ini menjadi andalan apabila ia telah kehilangan banyak potensi warna akibat tone-tonenya yang berbunyi begitu bulat dan kokoh yang mungkin terbiasa ia hasilkan di depan orkestra dan aula berkapasitas 1000 orang.

Tidak heran banyak penonton terkesima akibat intensitas dan kepiawaian teknik oleh Berenika yang telah bermain piano sejak usia 3 tahun ini. Membuktikan bahwa nyatanya seorang atlet musik pun bisa menyajikan sebuah paradigma musik yang sama sekali unik.

rbeda.

Berenika Zakrewski

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: