Kabar Terkini

Menelusur Jejak Piazzolla


Dari Erasmus Huis semalam bertolak menuju dunia Tango di Argentina. Demikianlah acara malam ini dibawakan oleh pemain bandoneon berkebangsaan Belanda Carel Kraayenhof dan Ensemble Tango-nya.

Astor Piazzolla menjadi pusat dari dunia tango yang disampaikan oleh Kraayenhof yang juga adalah murid dari Piazzolla sendiri. Sebagai maestro bandoneon dan komposer, Piazzolla menjadi ikon yang tidak terpisahkan dari wajah Tango modern. Piazzolla yang sebagai komposer termasuk dalam gelombang komposer benua Amerika yang belajar pada paedagog legendaris Prancis Nadia Boulanger yang mendorongnya untuk lebih jauh mengembangkan musik ciri khasnya sendiri, musik Argentina. Piazzolla jugalah yang akhirnya mengubah wajah tango, mentransformasinya dari musik di klub malam di Buenos Aires menjadi genre unik dan kompleks dengan hantaman disonan dan kontrapung dalam perkembangan musik seni dan musik dunia.

Serangkaian ‘Porteños’, ‘Milonga del angel’ dan ‘Milongón festivo’ adalah sebagian dari karya Piazzolla yang ditampilkan malam itu, menyala membuka cakrawala musik seni dan musik di belahan dunia yang berbeda. ‘Adios Nonino’ yang adalah karya perpisahan dan duka Piazzolla kepada ayahnya juga dibawakan dengan sensitivitas yang mendalam oleh ensembel yang diawaki Kraayenhof pada bandoneon, Bert Vos pada biola 1, Iefke SL Wang pada biola 2, Jan Troost pada cello, J.P. Dobal pada piano, dan Jacob Brandenhorst pada bass.

Kraayenhof juga mengetengahkan gubahan-gubahannya yang juga memperdalam perbendaharaan musik seni tango seperti ‘iFuerza’ yang berirama cepat, ‘Lagrima añeja’ yang bukan saja penuh dengan idiom tango, tetapi juga dengan musik deskriptif Eropa layaknya musik film, dan juga ‘El duende de tu son’. Dari segi komposisi sendiri Kraayenhof juga mengembangkan warna yang cukup khas, dengan ayunan modulasi yang membawa pendengar dari satu nuansa ke nuansa yang lainnya namun tanpa kehilangan ciri Argentina yang tampaknya sudah menempel dengan dirinya. Beberapa musisi muda Indonesia seperti Nesca Alma, Rachman Noor, Tyson Tirta, Giovani Biga dan Kezia yang telah mengikuti workshop dengan seniman-seniman ini juga membawakan nomor ‘Te lievo en mi alma’ dan juga bermain bersama dengan ensembel ini di nomor ‘Libertango’, membawakan suasana yang cair sekaligus mengasyikkan.

Kraayenhof sendiri tampil dengan mengesankan, bernafas bersama dengan bandoneonnya, seakan bandoneon adalah tubuhnya sendiri dan bernyanyi liris. Hentakan dan aksentuasi yang rajin mewarnai tango cita rasa Piazzolla yang juga mendapat pengaruh dari musik jazz membahana dengan api yang berkobar. Biola Bert Vos selain terkesan fiddling spontan, juga membawakan aroma romantisme yang kental pada solo biola sembari mengimbangi Kraayenhof dalam bertutur, demikian juga dengan Troost pada cello. Dobal sebagai satu-satunya pemain asli Argentina bersama dengan bassis Brandenhorst, bermain dengan elastisitas yang terstruktur, memberikan ruang bagi pemain lain untuk bereksplorasi namun tetap memberikan penopang yang kuat. Dobal sendiri bermain dengan teknik yang memadai sembari memberikan cita rasa Argentina yang kental dan apa adanya. Sentuhan tango pada nomor keroncong ‘Bengawan Solo’ menjadi sajian penutup yang mengundang senyum penonton yang malam itu memadati Erasmus Huis.

Pengalaman bertango malam ini menjadi pengalaman yang seru. Sungguh beruntung teman-teman musisi muda yang merasakan musik tango dan bekerja langsung dengan ahlinya. Namun bagi yang menonton pertunjukan, semalam yang sejuk bergerimis adalah kebersamaan menelusuri dunia jejak semangat Piazzolla dan eksplorasi dunia baru ‘nuevo’ tango yang bangkit karenanya.

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: