Kabar Terkini

Guzmán dan Kekayaan Khasanah Seruling Dunia


Tidak banyak kita melihat penampilan solo flutis di Jakarta. Salah satu dari penampilan langka itu adalah hardirnya Viviana Guzmán dan pianis Mahani Teave dalam konser duetnya.

Kepiawaian menjadi kunci permainan flutis lulusan sekolah seni kenamaan Julliard School, AS yang telah tampil di berbagai negara di dunia ini. Permainannya bercirikan kerapihan dan permainannya yang terstruktur. Eksekusinya yang tetap terjaga dengan tone yang jernih bahkan dalam bagian-bagian yang menantang secara teknis melambung di sepanjang permainannya. Penjarian dan teknik tonguing (teknik lidah) sungguh terlihat dalam karya Carnival of Venice dari Genin yang Guzmán aransemen khusus untuk mengangkat virtuositas flutis sembari diiringi piano yang diatur sedemikian minimalis.

Kepiawaian Guzmán juga dalam kapasitasnya mengangkat kalimat dan membinanya dalam kesinambungan nafas yang cermat. Sonata untuk Flute dan Piano dari Poulenc menjadi bukti dari kemampuannya merangkai nada dan melodi-melodi panjang. Kepiawaiannya ini bukan saja sekedar berbunyi indah, namun mampu menghadirkan kepedihan dalam karya Alfonso Lenge, Doloras. Guzmán dan Teave juga memainkan Sonata dalam Es Mayor dari J.S. Bach.

Sebagai pemain flute kelahiran Chile, Guzmán tentunya tidak bisa lepas begitu saja dari akar musik latin. Kemeriahan dan vitalitas menjadi tema utama dalam Guarda con la Banquina dari Corniglio terdengar dengan jelas, bersama dengan ayunan Milonga Culcaraga dan Milonga de Mis Amores. Dan tentunya karya Astor Piazzolla tidak bisa dilewatkan begitu saja, Oblivion dan Libertango yang menghentak dan hidup.

Sungguh menarik bahwa flutis yang telah merilis 5 CD dan berkonser di lebih dari 100 negara ini, mengumpulkan beragam jenis seruling di dunia yang beberapa ia bawa dan mainkan di konser malam kemarin dengan permainan musik etnik di mana alat musik itu berasal. Drone flute asli Amerika Selatan membawa kelembutan, sedang flute irlandia yang kurus pendek membawa keceriaan tersendiri dari jangkauan nadanya yang tinggi. Overtone flute yang unik tanpa lubang juga menjadi sajian khas malam itu. Ketinggian nadanya dihasilkan oleh kuatnya tiupan dan bentuk mulut peniupnya. Sebuah kesempatan yang amat langka untuk mendengar langsung seruling tradisional dari berbagai belahan dunia dimainkan dan dinikmati pada saat bersamaan, menjadikannya pengalaman yang memperkaya pendengarnya.

Pianis kolaborator berparas menarik Mahani Teave bermain dengan permainan yang suportif dan musikal, namun nampaknya beberapa kali instrumen menjadi momok yang membatasi pergerakan musik Teave, menjadikan permainan seakan kurang padu. Padahal dalam nomor solo Chopin Ballad no.1 terlihat jelas bahwa sekalipun ia berjuang cukup keras untuk mengolah musik, nampaknya piano yang digunakan tidak merespon dengan optimal. Pun di beberapa nomor latin, Teave terdengar seakan musik kurang menyala, menjadikannya pengalaman yang sedikit berbeda. Walaupun demikian secara istimewa, Teave mampu memancarkan kharisma musikalitasnya secara utuh walaupun terbatas dalam hal suara.

Chile mungkin lebih terkenal sebagai negara dengan garis pantai yang membujur di sepanjang Amerika Selatan, namun bukan sebagai negara yang kaya dengan pemusiknya. Mungkin agaknya itulah yang ingin diperkenalkan Kedutaan Besar Chile selaku penyelenggara di Usmar Ismail kemarin. Sayangnya, hanya segelintir penonton yang menyaksikan acara tersebut, sebuah kesempatan yang berharga untuk dilewatkan.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

3 Comments on Guzmán dan Kekayaan Khasanah Seruling Dunia

  1. waks…. publikasinya minim ya? kog ga ketahuan… hiks….

  2. Tampaknya minim sekali ka, yang datang tidak banyak… Banyak org kedutaan, dan teman2 pemain orkes dan pemain tiup.. Dan tdk banyak, mgkn krg 40% terisi

  3. Have a good day yah …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: