Kabar Terkini

Yang Tidak Biasa, Yang Indah?


Harpa dan pemainnya dikerubungi berbagai instrumen perkusi dan pemain harpa yang harus memainkan itu semua, mungkin bukan hal biasa. The Crown of Ariadne, yang digubah oleh komposer Kanada R. Murray Schafer mengisahkan Puteri Ariadne dalam mitologi Yunani penuh dengan eksperimentasi dan teknik baru dalam permainan harpa. Memukul senar, mengubah intonasi, menjelajah harmonik, menggesekkan senar bahkan bernyanyi ke kotak resonansi harpa memberikan efek yang berbeda-beda pada tema-tema kisah. Ya, Something Unusual itulah tema resital dari harpis muda Rama Widi malam ini suatu tema yang jelas digambarkan oleh karya pertama ini.

Sejenak, Rama Widi mampu menyedot perhatian penonton, lewat permainan yang ia ciptakan terutama dari 1/3 bagian terakhir dari karya yang dengan 6 bagian ini. Rama juga berhasil menciptakan suasana deskriptif lewat suara yang diciptakan, serangga yang seakan berdecit, pun nuansa tarian diperdengarkan seperti dalam Sun Dance dan Labirinth Dance walaupun tampaknya Rama di bagian awal sempat terlihat belum nyaman dengan berbagai alat perkusi yang ia gunakan sehingga konsep belum dapat sepenuhnya tercipta.

Menyambut tahun Benjamin Britten tahun depan, rupanya Rama sudah terlebih dahulu membuka dengan karya Canticle V (The Death of Saint Narcissus) bersama dengan tenor Adi Nugroho yang menyanyikan puisi karya TS Elliot yang dinyanyikan dalam karya ini. Secara umum, karya ini memang berpusat pada puisi yang dinyanyikan dengan harpa sebagai pengiring dan menciptakan suasana tanpa keterkaitan langsung terhadap nyanyian. Didut, begitu Adi biasa dipanggil, bernyanyi dengan teknik dan produksi suara yang prima, namun tampaknya Adi kurang menekankan aspek deklamasi dengan pengucapan bahasa Inggris yang prima sehingga sempat membatasi penuturan.

Di babak kedua Rama mengetengahkan 4 orang sahabat dalam Atelier String Quartet, membawakan karya komposer yang sedang mendapat banyak fokus di tahun ini yakni Claude Debussy. Danse Sacre et Danse Profane mendapatkan bentuk awalnya dengan harpa dan diiringi instrumen gesek. Di sini Rama tampak begitu ekspresif, mengerti arah dari karya dan mampu mengarahkan dialog musikal bersama kuartet gesek ini. Kuartet gesek secara keseluruhan bermain dengan dinamis, dan terkadang penuh energi. Namun tampak bahwa kesatuan belum terbina dengan baik, belum semua pemain berani untuk bereksplorasi jauh dalam hal warna dan artikulasi, hal yang penting digarap dalam Debussy. Namun secara umum, karya ini disampaikan secara utuh.

Pada akhir konser, Rama Widi mengetengahkan Jessica Sudharta murid harpanya untuk bermain konserto untuk harpa dan Strings dari Christoph Wagenseil yang bercorak klasik. Sebagai murid harpa yang baru belajar harpa selama 6 bulan, Jessisca nampak sangat musikal dengan teknik yang sudah mulai terbentuk, pun stylistik klasik tampaknya tidak asing di tangan Jessica. Selanjutnya memang menjadi pekerjaan rumah bagi Rama Widi untuk lebih mengembangkan proyeksi dan keberanian memberikan artikulasi dari muridnya ini agar dapat lebih bersinar dalam berkolaborasi dan tidak terselimuti oleh kuartet gesek.

Secara umum konser yang tidak biasa ini membuka cakrawala baru untuk permainan harpa, alat musik yang seringkali dianggap elegan dan berkelas ini namun jarang ditemui, juga dengan kemasan musik baru yang diketengahkan. Pun kemeriahan ditutup dengan encore Theme dari The Pink Panther yang akrab sebagai tema Warkop DKI. Akhirnya, resital yang tidak biasa bukan berarti tidak indah, bukan?

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Yang Tidak Biasa, Yang Indah?

  1. Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: