Kabar Terkini

From Love to Passion, Sedekade JCO


Jakarta Concert Orchestra bersiap

Jakarta Concert Orchestra bersiap

Tidak semua bisa memainkan Piano Concerto no.3 Rachmaninoff dengan baik dengan eksekusi yang terjaga dan nyaris sempurna. Di malam Minggu ini, Jakarta agaknya boleh berbahagia dengan kedatangan pianis Alexey Botvinov. Bermain dengan stamina yang prima di sepanjang konserto yang menantang secara teknikal dan diworo-woro sebagai salah satu konserto tersulit dalam repertoar piano standar, Botvinov tampil mengesankan. Tonenya yang besar dan empuk, dan dorongan yang luar biasa mampu menggerakkan seluruh orkes malam itu untuk mengimbangi permainannya di atas piano, baik dalam kalimat-kalimat panjang yang tergalang dan juga bagian-bagian dengan aliran chord yang mengalir deras dengan kecepatan yang mengagumkan tanpa terkesan terengah-engah. Instrumen piano yang dipakai pun sempat beberapa kali dibawa sampai kepada ujung kapabilitasnya dalam produksi tone oleh pianis asal Ukraina yang memenangi The 1st Rachmaninoff Competition di Moskow – kota yang juga identik dengan masa pembentukan Rachmaninoff sendiri.

Adalah pagelaran perayaan 10 tahun Jakarta Concert Orchestra (JCO) yang dipimpin oleh direktur musiknya Avip Priatna yang menampilkan permainan musik bersama malam itu. Bertajuk “From Russia with Love”, orkes yang terlahir dengan nama Jakarta Chamber Orchestra ini bermain dengan solid. Digawangi oleh jumlah pemain 47 orang, orkes ini tampil dengan warna yang cemerlang, sebagai sebuah alternatif pendekatan yang sedikit berbeda dari kebanyakan orkes dengan jumlah instrumen gesek yang lebih besar, namun agaknya tidak kalah menarik. Terdengar sekali bahwa di tangan Avip, musik membumbung bebas sembari diarahkan secara holistik tanpa terjatuh dalam detail-detail yang menjadi ruang gerak musikalitas para pemain. Dengan aba-aba yang terkesan sederhana dan minim, orkes mampu menjawab dengan spontanitas dan musikalitas yang tinggi walaupun di beberapa tempat-tempat cepat perlu perhatian khusus pada intonasi alat gesek. Seksi tiup pun bermain dengan keyakinan teguh dan sonoritas yang mantap yang sempat mampu membawa seksi gesek merespon dengan tone yang tidak kalah tebal dan luas, seakan digawangi dengan pemain yang lebih banyak.

Di babak kedua, Avip tampil dengan JCO dalam permainan yang hidup dalam The Nutcracker Suite dari Tchaikovsky. Sebagai seorang konduktor, dapat dicermati bahwa Avip membawa kualitas tari yang kuat dalam permainan JCO sebagaimana suita ini dikompilasi dari karya balet The Nutcracker dari komposer yang sama. Pembawaannya di atas panggung yang lepas seringkali memudahkan para pemain untuk bernafas dalam permainannya. Terlebih dalam Waltz of the Flowers yang menjadi penutup kumpulan lagu-lagu ini, jelaslah bahwa sungguh konduktor ini terdidik di Vienna di mana waltz menjadi makanan dan ciri musik negara pegunungan itu.

Pada karya Polonaise dari opera Christmas Eve karya Rimsky-Korsakov dan Polovtsian Dances karya Alexander Borodin, JCO kali ini berkolaborasi dengan Batavia Madrigal Singers (BMS) yang juga diasuh Avip sendiri dan kini telah termasuk dalam kategori elit paduan suara internasional berkat kemenangannya di berbagai kompetisi. BMS malam itu tampil dengan menggigit dengan proyeksi yang luar biasa. Agak mengagetkan memang mendapati paduan suara yang biasa tampil dengan teknik yang terukur, bernyanyi dengan power yang menohok dibarengi dengan vibrasi yang begitu kaya dan mengakar dan diksi yang disiplin (mengingat diksi bahasa Rusia tidak mudah). Sungguh untuk acara kali ini BMS berhasil disulap Avip menjadi paduan suara khas Rusia yang lantang dan kokoh dalam harmoni walaupun ‘hanya’ diperkuat sekitar 50 orang. Alhasil sambutan yang meriah dialamatkan kepada Avip Priatna di akhir acara yang membuahkan 2 buah encore.

Sebagaimana diambil dari judul film James Bond, “From Russia with Love” oleh JCO dan Avip sungguhlah menjadi “From Russia with Passion” dengan penampilan kemarin, sebuah persembahan yang memang patut untuk disimak. Dan mari bersama kita nantikan karya JCO di dekade kedua mereka.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: