Kabar Terkini

Komponis, Ada dan Tiada Bawa Beda?


amir pasaribuSeorang sahabat komponis pernah berujar di Pekan Komponis yang baru berlalu, “Mungkin ketiadaan komponisnya, membuat musiknya kurang mendapat pengarahan soal maksud sang komponis…”

Memang peranan komponis penting. Adalah suatu kehormatan sebenarnya bagi musisi untuk bisa terjun dan bertemu langsung dengan komponis dari karya yang dimainkan dan mendapatkan pengarahan langsung dari sang komponis tentang bagaimana karya tersebut seharusnya dimainkan. Dan adalah sebuah kemewahan untuk bisa bertemu dengannya.

Sayangnya banyak komponis yang lupa bahwa musik ditulis bukan sekedar untuk dimainkan di bawah pengawasan dan persepsi si komponis yang saat itu berada di tempat, mengarahkan dan menjelaskan secara rinci. Memang harus diakui bahwa tidak semua komponis mau disibukkan dengan hal-hal macam ini. Ada juga komponis yang melepas pemain musik untuk berinterprestasi sendiri.

Namun demikian, sebenarnya apa yang bisa kita lihat dari pagelaran musik yang tiada berarah tanpa adanya komponis di sisi mereka? Apalagi bila kita berbicara karya kontemporer, modern dan avantgarde yang biasanya agak sulit berpegangan dengan pendekatan ‘tradisional’ yang di mana banyak musisi terlatih di dalamnya dan seringkali karya ini pun memang tidak bisa dilakukan dengan pendekatan yang konvensional pula?

Jawabannya sebenarnya terletak pada kemampuan sang komponis untuk menerjemahkan maksud dan inti musiknya lewat medium tulisan. Dan seorang komponis yang handal haruslah mampu menjahit not, kata, diagram, warna, bentuk dan simbol agar mampu dipahami dan dibunyikan oleh musisinya sesuai dengan gambaran suara yang ada di pikiran sang komponis. Musisi pun tetap diberikan ruang gerak, baik secara sengaja maupun tidak untuk mampu mengekspresikan dan mengambil interpretasi pribadi atas karya tersebut.

Seringkali yang terjadi adalah komponis yang hadir pada latihan musisi sedemikian mengikatkan musiknya pada sebuah tiang pancang sehingga musisi tidak bisa bereksplorasi melalui ceramah dan pengarahannya dan menjadikannya kaku dengan konsep yang terikat mati. Namun di satu sisi yang lain, apabila komposer tidak hadir seringkali musisi tidak tahu apa yang harus mereka bawakan dan mainkan apabila hanya berpatok pada beberapa lembar kertas saja.

Rehearsal Score

Alangkah baik apabila komponis menguasai metodenya menyampaikan musik yaitu secara tertulis. Dan adalah sebuah keharusan apabila melalui tulisannya tersebut, musisi tidak hilang arah dan setidaknya mengerti sungguh apa yang dimainkannya sehingga bunyi yang keluar bukan hanya sekedar bunyi saja tapi memiliki maksud tersendiri.

Jadi sebenarnya tidak sepantasnya apabila komponis tidak ada maka musiknya tidak bisa dibawakan dengan paripurna, dan apabila itu terjadi sebenarnya adalah kegagalan komponis untuk melaksanakan tugasnya. Karena besar kemungkinan sang musisi akan mendahului Sang Khalik daripada musiknya tertelan zaman. Maka kemampuan menjahit bahasa tulisan, not, simbol, kata, diagram adalah sebuah harga mati, ada ataupun tiadanya sang komponis ketika karya itu ditampilkan.

Pict:

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Komponis, Ada dan Tiada Bawa Beda?

  1. Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

1 Trackback / Pingback

  1. Matinya Sang Komponis – A Musical Promenade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: