Kabar Terkini

Gelora Kolaborasi Koelman dan Sukaryo


sukaryo dan koelmanRomantisme berbuai pekat, inilah nuansa yang begitu terasa di malam Sabtu ini. Adalah resital oleh biolinis Belanda Rudolf Koelman dan pianis Indonesia Teguh Sukaryo yang menjadi titik sorot malam itu di pusat kebudayaan Belanda, Erasmus Huis.

Rudolf yang adalah mantan concertmaster orkes terbaik dunia Royal Concertgebouw Orchestra berdasarkan media The Guardian tahun 2008, sungguh memancarkan cahayanya. Permainannya yang lugas, musikal disertai ketebalan vibratti yang begitu mengena

sungguh menandakan level seorang concertmaster pun seorang solois di level dunia. Dalam permainan pemain biolin yang kini menjadi profesor di Sekolah Tinggi Seni Zurich ini, tersirat akar yang kuat pada permainan permainan kolaboratif yang saling mendukung dan peka. Sungguh terlihat bagaimana ia menguasai seluk beluk instrumennya dan berusaha mengeluarkan detail suara terbaik dari instrument yang ada di tangannya.

Teguh Sukaryo pun bersinar dengan cara yang sedikit berbeda. Doktor di bidang musik dari Louisiana State University (1) ini mengetengahkan energi yang seakan tidak putus sembari mengolah jalinan kalimat di atas piano. Hentakan kakinya yang membahana seakan memacu musik untuk maju dalam ekspresi. Lain dengan Rudolf Koelman, terlihat latar belakang musik Teguh yang didominasi oleh sentuhan virtuositas soloistik.

Romantisme yang didukung dengan tour de force, sudah terasa sejak karya pertama Sonata untuk Biola dan Piano KV301 karya W.A. Mozart. Mungkin saja bahwa interpretasi kedua musisi ini bukan favorit dari kebanyakan pendengar. Di tengah permainan musikalitas yang tinggi ini, sebenarnya terlihat dengan jelas pendekatan yang bertolak belakang dari kedua musisi. Permainan Rudolf yang cenderung sensitif seringkali seakan tertelan oleh gelora Teguh di atas piano, terlebih diperparah dengan isu intonasi penyeteman.

courtesy of Samuel Subrata

courtesy of Samuel Subrata

Pada karya kedua, nampaknya kedua musisi sudah menemukan jati diri mereka sendiri ranah era romantik. 7 Lagu Populer Spanyol dari Manuél de Falla menunjukkan lirisnya gesekan biola Rudolf yang dengan lembut bersenandung sampai bernyanyi dengan lepas. Permainan Teguh pun menyala terang bersama dendang lagu-lagu Spanyol. Virtuositas Rudolf Koelman pun diuji dan terbukti ampuh dalam Zigeunerwiesen Pablo Sarasate yang menantang secara teknik dan musikalitas.

Empat Lagu Melayu karya Constant van de Wall yang ditampilkan setelah istirahat. Empat lagu Melayu yang setiap syairnya dibacakan oleh Teguh terasa dalam porsinya yang sederhana dan dekat di hati penonton. Namun nampaknya Teguh dan Rudolf tidak ingin berhenti begitu saja dan konser pun ditutup dengan sebuah karya besar César Franck, Sonata untuk Biola dan Piano yang menuntut stamina pemain di akhir acara. Kalimat panjang yang menjadi kekuatan Franck begitu mengena, seakan menandai lahirnya romantisme Prancis yang segar.

Koelman and his violin - from his website

Koelman and his violin – from his website

Penonton pun bersorak setelah karya terakhir dimainkan, memaksa kedua musisi ini memainkan 3 buah encore untuk menjawab rasa penasaran dan apresiasi penonton. Melodie dari opera Orfeo é Euridice karya C.W. von Glück yang diaransemen oleh guru biolinis Rudolf Koelman sendiri, Jascha Heifetz menjadi sajian penutup malam itu. Malam yang penuh gelora pun akhirnya bersambut malam yang berbisik lirih.

——
Ralat: (1) Pernah mengecap pendidikan Doktorat di bidang musik dari….
Terimakasih atas ralat dari Mas Teguh Sukaryo

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: