Kabar Terkini

Musik Baru adalah Musik Indonesia Kini


musik baru

Musik baru mungkin merupakan hal aneh bagi kebanyakan orang dan seakan ia berdiri untuk dirinya sendiri terutama di Indonesia. Musik baru seringkali dipandang nyeleneh dan sebelah mata oleh peminat musik klasik, padahal musik baru seringkali adalah hasil evolusi musik klasik di abad 21 ini. Banyak dari mereka menganggap musik klasik berhenti hingga Rachmaninnoff dan mungkin Gershwin. Di sisi lain, musik baru juga bukan musik pop abad 21 yang digemari oleh pendengar-pendengar radio Top40. Seringkali yang terlihat adalah bahwa musik baru adalah musik yang terasing.

Bukan untuk mengkotakkan musik, namun bagaimanapun sebuah dikotomi terkadang perlu dilakukan untuk sedikit memahami dan mendorong sebuah bidang untuk maju. Dan perlu disadari sungguh bahwa musik Indonesia yang kita kenal saat ini, baik dari musik pop dan musik klasik adalah musik baru. Ya, identitas keIndonesiaan dalam musik selain memang terbentuk dari identitas kedaerahan dalam bentuk musik tradisional sebenarnya berpijak pada musik baru. Dan memang seharusnya musik baru inilah yang sungguh berakar pada identitas Indonesia.

Dari sisi historis, dapat dikatakan bahwa musik Indonesia berusia kurang dari seabad. Kita mengenal bahwa pengakuan akan keIndonesiaan dideklarasikan 85 tahun yang lalu dan pada saat itulah identitas Indonesia berdiri kokoh bersamaan dengan dilantunkannya Indonesia Raya lewat permainan biola Wage Rudolf Supratman.

Namun pertanyaannya sekarang adalah seberapa banyak dari kita yang sungguh peduli dengan kegiatan penciptaan musik baru yang merupakan perwujudan dari keIndonesiaan baru yang saat ini kita kenal? Indonesia yang kosmopolitan namun juga masih tetap berakar pada ingatan dan nilai-nilai tradisionalnya?

Kita sering mendengar banyak tokoh berkisah bahwa banyak anak muda meninggalkan seni-seni tradisional daerahnya dan tidak hendak lagi mempelajarinya. Ini memprihatinkan. Pun juga kita mendengar musik klasik tiada peminat dan berkutat pada itu-itu dan dia-dia saja. Ini juga memprihatinkan. Selain itu kita mendengar bahwa musik populer kita semakin kehilangan makna dan kualitas. Ya, ini juga tidak kalah memprihatinkan.

Namun kita juga harus prihatin dengan pergelaran musik komposisi baru yang bahkan lebih sedikit peminat dan lebih sedikit pendengar. Padahal dalam musik baru inilah ada perkawinan sesungguhnya antara tradisi dan modernitas dalam musik yang bersumber pada inovasi-inovasi baru. Miris rasanya bahwa di Jakarta inovasi baru ini jarang diakses dan jarang dinikmati. Padahal bisa dikatakan bahwa Indonesia kita di abad keduapuluh satu ini hanya secara riil bisa direfleksikan melalui karya-karya musik baru yang berinovasi bersama dengan Indonesia yang terus berubah.

Sungguh miris apabila banyak dari kita mengagungkan Bach, Schumann, dan Wagner dari berabad-abad lalu dan tidak mengenal Nusantara tapi lupa bahwa kita punya komponis generasi muda yang perlu kita dukung untuk terus berkarya. Bukan berarti bahwa karya-karya komponis jaman dahulu tidak penting dan jangan dilestarikan, tapi malahan kita harus mawas diri bahwa kita jangan cuma mengenal Sonata dan Pathet, tapi hanya buang muka melihat musik seni Indonesia kini.

Apakah kita cuma ingin teridentifikasi sebagai bangsa tanpa perkembangan seni musik yang berarti? Bahwa kita hanya punya industri musik yang kuat tanpa kreativitas yang berakar pada kearifan lokal? Atau sebagai bangsa yang mengagungkan musik Barat yang tidak tentu relevan dengan keadaan kita sekarang?

Cintailah musik kita sendiri dan mulai berinovasi, di sanalah tempat musik Indonesia kini (musik baru Indonesia) berada. Sediakan hati untuk mendengarkan dan menikmati inovasi tersebut dan mulailah merenungkan keIndonesiaan kita.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Trackback / Pingback

  1. Merayakan Musik Baru, Merayakan Keragaman Bunyi | A Musical Promenade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: