Kabar Terkini

Penutup Megah Musim Panas Sherborne


20130811-080802.jpg

Setelah penuh dengan musik selama 14 hari akhirnya Sherborne Summer School of Music usai sudah bersamaan dengan berakhirnya konser gala dari pemusik yang turut serta dalam program orkes simfonik selama seminggu penuh ini, sebuah konser yang megah dan menggugah.


Malcolm Binney selaku dirigen dan juga bertanggung jawab sebagai direktur musik program yang dahulu dikenal sebagai Canford Summer School of Music memimpin dengan penuh energi dan daya orkes yang dibentuk khusus dalam program pendek seminggu ini bagi banyak musisi muda dan senior untuk belajar dan menghidupkan kembali kehidupan musiknya di musim panas yang identik dengan musim berlibur ini.

Tampil di dalam gereja berusia 1000 tahun – Sherborne Abbey – sungguh menjadi suguhan tersendiri, terlebih dengan akustik khas gereja Eropa kuno dengan stuktur bebatuan yang semakin memperkaya suara. Tampil dengan suguhan pembuka “An American in Paris” karya George Gershwin, orkes yang berusia seminggu khusus untuk penampilan ini tampil dengan vitalitas penuh. Dipimpin oleh Binney yang adalah profesor dirigen di Royal Marines School of Music, orkes simfoni yang diawaki orang dari berbagai kalangan dan latar belakang ini tampil mendetail sekaligus energetik, menggambarkan suasana bising perkotaan berbalut nuansa jazz di dalam gedung gereja bersejarah ini.

Babak pertama pun ditutup dengan penampilan menawan dari orkes program kursus yang diayomi oleh Oliver Nelson selaku concertmaster dengan karya Debussy “L’apres midi d’un faune”. Mengingat akustik gereja yang terkesan berlimpah ruah, Binney yang pernah belajar pada legenda seperti Rafael Kubelik, George Hurst dan Georg Solti secara cerdik mengolah suara dengan definisi yang mendetail pada setiap instrumen dibarengi dengan olahan warna yang menarik, terutama dari seksi tiup. Suara yang mendetail tersebut kemudian dibiarkan berbaur lewat akustik gereja yang fenomenal. Alhasil, nada yang didengar penonton tetap memiliki warna yang kaya tanpa kehilangan sentuhan disiplin. Musik pun tersampaikan dengan terukur namun tetap ekspresif, suatu tantangan yang harus dicapai bagi musik 10 menit, dan kemarin disampaikan dengan begitu indah.

Di bagian kedua, di sinilah tantangan sebenarnya. Karya Simfoni No.2 dalam E minor yang ditulis oleh Rachmaninoff merupakan karya yang menantang baik secara teknis maupun secara musikal. Rachmaninoff yang terkenal dengan keahliannya menjalin melodi indah berpadu dengan kemegahan orkestral awal abad 20, menjadikan karya sepanjang hampir 1 jam ini ini begitu menggugah hati. Permainan dipadu dengan garis panjang melodi yang terjalin dengan indah juga begitu menguras stamina. Namun menarik bahwa Binney sebagai konduktor yang cenderung bergerak dengan gerakan fisik yang bersemangat mampu menopang seluruh orkestra hingga akhir. Bertenaga sekaligus menggugah hati, itulah kesan yang terbit bersamaan dengan permainan orkes yang begitu rapih dan terkesan begitu berdedikasi pada kualitas nada, bahkan di bagian-bagian yang sulit sekalipun. Oliver Nelson pun memberikan instruksi lewat permainan violinnya yang secara jujur menyanyikan melodi-melodi indah, menjadi inspirasi bagi pemain yang lain. Kemegahan seakan tergambar dengan begitu menggugah dan bercampur dengan akustik gedung yang luar biasa.

Karya simfonik besar Rachmaninoff, menjadi penutup yang indah sekaligus melegakan untuk 2 minggu kursus ini. Sungguh karya ini akan menjadi tonggak bagi para pemain muda dari orkes amatir program ini, sekaligus juga penutup manis untuk dibawa pulang oleh 400 orang peserta kursus bersama dengan penduduk desa Sherborne yang memadati gereja ini.

20130811-140514.jpg

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Penutup Megah Musim Panas Sherborne

  1. mantap ulasannya, pilihan kata nya aq suka, sungguh apik tuk mendeskripsikan suasana konsernya, jadi isa bayangkan betapa nikmatnya konser nya….i wish i could be there.

    bravotothemusic.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: