Kabar Terkini

Siang-siang, Sajian Paduan Suara dari BBC Singers


20130813-003253.jpg

Rangkaian konser Prom nyatanya tidak hanya diadakan malam hari saja di Royal Albert Hall. Senin siang ini, warga London disuguhkan kembali konser Prom dengan mengetengahkan konser musik kamar di Cadogan Hall di bilangan Chelsea. Ramai dihadiri pecinta musik, konser yang diadakan pukul 1 siang ini pun disiarkan langsung oleh saluran radio BBC3.

Sesuai dengan tajuknya sebagai Prom Chamber Music 5 2013 di dalam hall yang lebih intim di Cadogan, konser siang ini menampilkan paduan suara profesional BBC Singers yang diiringi oleh Nash Ensemble. Dipimpin oleh konduktor Inggris Nicholas Kok, kelompok ini mencoba menjelajah repertoar paduan suara Inggris yang karyanya mungkin jarang didengar publik di Indonesia.

Dibuka dengan karya komposer romantik-modern Gustav Holst yang berjudul Choral Hymns from the Rig Veda, op.26 buku 3, barisan wanita BBC Singers bersama pemain harpa Lucy Wakeford menjelajah mistisisme Hindu India. Patut dicatat bahwa teks karya ini adalah terjemahan dari Holst sendiri dari teks asli Rig Veda yang ditulis dalam bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Inggris. Dalam karyanya ini, memang tidak secara khusus Holst mengambil idiom musik India, namun ia mengambil inti sari teksnya dan dikembangkan dalam nuansa impresionistik yang seakan menjelajah secara khusus makna setiap kata yang disampaikan dalam himne-himne yang terkadang halus, terkadang pekat. Permainan harpa dari Lucy juga menjadi elemen yang sangat menentukan dari perkembangan nuansa karya yang dibagi menjadi 4 himne ini. Keempat himne itu antara lain, Hymn to the Dawn, Hymn to the Waters, Hymn to Vena dan Hymn to the Travellers.

Setelah karya Holst, giliran 3 karya yang cenderung lebih pendek namun merupakan premiernya di atas panggung Proms Inggris. Karya Imogen Holst yang adalah putri dari Gustav “Hello, my fancy, whither wilt thou go?” diapit oleh karya dari zaman renaisans Inggris, bahkan sebelum masa Reformasi Gereja – “Ave Maria, mater Dei” karya William Cornysh dan “Stella Caeli” karya Walter Lambe. Karya Imogen Holst sendiri diangkat dari puisi William Cleland yang berkisah tentang kerinduan cinta kekasih. Dengan paduan suara lengkap, seluruh puisi ini dinyanyikan, begitu juga dengan karya Cornysh dan Lambe.

Selain karya-karya di atas, juga ditampilkan karya baru komisi dari BBC dan Ensembel Vokal Nasional Denmark dari Harrison Birtwistle yang bertajuk “Moth Requiem” yang ditulis pada tahun 2012 lalu. Diangkat dari nama-nama beberapa spesies ngengat yang yang telah punah disertai dengan puisi dari berjudul “A literalist” karya Robin Blaser, musik ini digubah untuk paduan suara wanita BBC Singers diiringi Nash Ensemble yang beranggotakan 3 harpis Lucy Wakeford, Helen Tunstall dan Hugh Webb berserta flutis Phillipa Davies. Menarik bahwa karya Birtwistle ini dibuka dengan gesekan pada senar rendah harga yang menghasilkan bunyi bagai kepak sayap ngengat lalu kemudian menjadi permainan percampuran nada dan kata dari nama ngengat dan juga teksnya yang melompat kesana kemari di antara suara-suara wanita. Permainan flute pun menjadi warna tersendiri yang memberikan aksen dan warna di berbagai tempat dipadu dengan permainan ritmis dan perkusif dari petikan senar harpa dan kotak resonansinya. Dalam musik ini, seakan Birtwistle ingin bermain dalam rentang nada yang sempit, mencoba masuk dan merangkak dalam rentang suara yang tidak terlalu lebar dari suara sopran dan alto serta instrumen flute berbaur semua menjadi satu dalam disonansi apik. Birtwistle yang hadir untuk diwawancara sebelum karya ini dimainkan juga menjelaskan dengan gamblang bahwa musik ini menggambarkan ngengat yang seringkali dibenci karena ketidaktahuan orang-orang. Padahal hanya 2 spesies ngengat yang menurutnya mampu mempunyai efek destruktif, suatu imaji yang menurut penulis hampir sama dengan keadaan musik baru saat ini di telinga pendengarnya.

Dalam pendekatannya, nampak bahwa karya Gustav Holst dibentuk dengan cukup teliti oleh Kok selaku konduktor, dengan nuansa yang terbangun dengan layak begitu juga dengan karya Birtwistle. Namun nampak bahwa karya yang lain terutama dari masa renaisans tidak begitu diolah secara maksimal oleh konduktor ini. Memang dari segi intonasi tertangani dengan baik oleh paduan suara ini. Namun pendekatan yang digunakan nampaknya tidak benar-benar diolah. Warna musik vokal renaisans yang memiliki resonansi atas seakan tertelan oleh pendekatan yang tidak sinergis di antara penyanyi yang menurut analisa penulis, dikarenakan tidak digarap secara penuh oleh konduktor kepala WDR Choir Cologne dan kini banyak berkerja untuk pagelaran musik baru dan English National Opera. Pendekatan yang cenderung operatik dan terkesan dramatik dari beberapa penyanyi malah pada akhirnya membunuh karakter dari karya-karya musica sacra renaisans yang cenderung jernih, terutama karya Lambe yang sebenarnya sangat memungkinkan untuk diperbaiki. Apabila mereka menyediakan waktu barang sedikit saja untuk melatihnya, seharusnya tidak menjadi masalah untuk paduan suara profesional ini.

Disiarkan langsung di radio, membuat MC acara ini menyuguhkan wawancara dan penceritaan latar belakang musik di antara karya yang membuat konser siang ini terkesan menyenangkan dan santai, menjadikannya suguhan yang mampu dekat di telinga pendengar maupun penonton yang memadati gedung konser yang dahulunya adalah gedung gereja dan kini menjadi markas Royal Philharmonic Orchestra ini. Prom siang ini memang suguhan siang yang berbobot sekaligus santai, sajian unik yang mungkin bisa kita cermati bersama.

20130813-003341.jpg

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: