Kabar Terkini

Pianis pun Bisa Mengubah Warna Orkestra


20130815-073955.jpg
Malam ini, Royal Albert Hall kedatangan Bournemouth Symphony Orchestra yang menjadi orkestra primadona untuk kawasan Inggris Selatan dan Barat Daya namun memiliki reputasi di seluruh Inggris sebagai bagian dari Festival Prom yang diadakan hingga pertengahan September tahun ini. Dan kini untuk konser malam Rabu ini, orkes yang berdiri sejak tahun 1893 ini dipimpin oleh konduktor utamanya Kirill Karabits yang berkebangsaan Ukraina.

Orkes yang telah malang melintang selama 120 tahun dan telah berkonser di banyak gedung konser utama dunia ini kali ini tampil dengan membawakan karya-karya masa romantik. Dari tiga karya yang dibawakan malam ini, sebagai karya pembuka adalah Simfonietta dari Janáček. Sebagai sebuah simfoni kecil, Janáček menggubah karya ini dengan pengembangan layaknya musik programatik yang ditulis atas inspirasi konkret tertentu. Di bagian awal dan akhir, komposer Ceko ini menulis secara khusus untuk sekelompok alat musik tiup logam yang membuka dengan fanfare yang meriah lalu disambut oleh orkestra.

Namun agak mengejutkan bahwa permainan musik orkestra utama yang cukup besar dan ensembel tiup logam ini seakan tidak terkoneksi satu dengan yang lain yang berlanjut hingga karya ini berakhir. Pun akhirnya di sepanjang karya, penonton mendapati bahwa konstruksi karya tidak sedemikian jelas sehingga agak sulit untuk mencerna karya ini secara utuh.

Demikian juga dengan Symphony no.4 karya Tchakovsky yang dibawakan di bagian kedua konser ini. Pada karya ini, secara konseptual Karabits yang berusia 36 tahun lebih jelas dan cukup terstruktur. Dan seringkali, didapati begitu banyak kalimat yang terbentuk dengan begitu indah baik pada flute dan oboe serta pada instrumen gesek yang membuat hati bersinar. Mungkin saja salah satu faktor memang bahwa dari segi karya, simfoni ini bukanlah karya keemasan komposer yang menjadi jembatan romantik Eropa dengan musik Rusia sehingga bisa jadi memang lebih menantang untuk dicermati benang merahnya. Walaupun demikian, Bournemoth tampaknya mengalami tantangan dalam hal penyeimbangan suara di dalam gedung dengan kapasitas luar biasa besar ini namun memiliki akustik yang brilian, yang akhirnya juga mempengaruhi ekspresivitas karya secara keseluruhan.

Namun demikian nampak bahwa puncak pertunjukan malam ini adalah kehadiran Piano Concerto no.3 dari Beethoven yang dimainkan tepat sebelum istirahat babak pertama. Tampil sebagai solois adalah pianis Sunwook Kim yang bermain dengan cemerlang dan elegan. Lewat permainannya yang luwes, konserto ini bukan menjadi ajang adu tenaga, namun menjadi medium kolaborasi antara orkes dan piano. Lewat eksekusi yang cantik, pemenang kompetisi piano bergengsi Leeds tahun 2006 ini seakan mengajak orkestra untuk berdialog dan mendengarkan lebih atentif. Sebuah upaya yang luarbiasa dari seorang solois untuk berkontribusi bagi orkes yang mengiringinya.

Terlebih dari itu di karya ini, Karabits secara cerdik mencoba mendukung maksud ini dengan mengurangi jumlah pemain orkestra untuk mainkan karya yang ditulis tahun 1800 ini yang membuatnya semakin kecil dan memungkinkan permainan musik kamar yang lebih baik. Konduktor yang memimpin dengan teknik yang cukup disiplin dan “textbook” ini juga memutuskan agar orkes kali ini tampil dengan trompet natural dan timpani klasik yang mengubah warna karya seketika itu juga. Permainan flute dan oboe dan french horn pun berubah warna dengan tone yang hangat seakan bermain di atas instrumen alat tiup kayu tradisional dan horn natural. Kontrol yang luar biasa dari pemainlah yang membuat hal ini jadi mungkin. Alhasil, karya ini muncul sebagai miniaturis Beethoven yang secara menarik dan teliti dieksekusi oleh Bournemouth Symphony Orchestra ini, sebuah preview karya-karya di masa mudanya yang bereksperimentasi dengan bentuk komposisi klasik.

Memang mungkin tidak seluruh konser ini mampu dicerna dan digapai dalam waktu singkat, namun sajian Beethoven pun sebenarnya sudah dapat menunjukkan kaliber dari orkestra ini. Demikian pula dengan kelas pianis Sunwook Kim tersampaikan yang selain adalah soloist juga adalah seorang pemain musik kamar ulung, seorang pemain yang mengubah wajah pagelaran hari ini.

20130815-073933.jpg

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: