Kabar Terkini

Resital Nesca Alma, Buah Komitmen


Nesca Alma di panggung Goethe

Nesca Alma di panggung Goethe

Butuh keberanian dan komitmen luar biasa untuk terus memacu diri dan mengembangkan diri, termasuk bagi para musisi. Dan dari resital solo piano semalam oleh Nesca Alma menunjukkan komitmennya sebagai pemusik untuk tidak lepas dari panggung dan keberaniannya untuk memacu diri sebagai seorang pianis solo. Aktif dalam berbagai kegiatan musik kamar dan sebagai pengiring, pianis yang lahir 23 tahun lalu ini menjadikan kesempatan Rabu malam di Goethe Haus ini sebagai kesempatannya memberikan persembahan musik sebagai pianis solo.

Membuka resital dengan karya set Prelude dan Fuga dari Well-Tempered Clavier buku II no.14 pada Fis minor, Nesca menunjukkan kesetiannya pada format resital baku yang mengetengahkan karya era barok dari J.S. Bach di awal pergelaran. Pertunjukan pun dilanjutkan dengan karya L.v. Beethoven Sonata untuk Piano no.16 op.31 no.1 yang menantang kejernihan bertutur dan juga kedalaman karakter dari setiap pemainnya. Suguhan ini menjadi suguhan utama dari yang babak pertama dengan keanekaragaman pendekatan yang harus dilakukan sembari terus menopang bentuk besar sonata yang seakan terus berubah dalam eksperimentasi sang komponis. Kepiawaian penampil untuk menjaga arsitektur suatu karya sungguh diuji ketika memainkan karya ini.

Di babak kedua, pianis yang mengenyam pendidikan musiknya di Universitas Pelita Harapan ini memberikan tempat untuk satu buah karya baru yang ditulis komponis Jerman yang pernah menetap di Indonesia, Dieter Mack bertajuk “Surya”. Dibangun dengan repetisi motif cepat di awal menggambarkan sang Dewa Matahari yang seakan tidak pernah berhenti bergemar. Di bagian tengah dan akhir seakan perlahan repetisi ini didekonstruksi dalam keheningan dan ditutup dalam ketenangan harmoni baru yang seakan bergerak begitu lambat dan menyisakan tanya, sangat kontras dibanding dengan bagian pembuka yang dinamis. Sebagai suguhan besar di babak kedua, giliran komponis kota Vienna, Brahms yang diajukan dalam karya-karya untuk piano di op.119. Tiga intermezzi dan satu Rhapsodia dibawakan dari nomor ini.

Permainan Nesca sedari awal tergolong berani. Pada karya Bach, kepiawaiannya dalam merangkai nada disertai penggunaan pedal yang teliti patut diacungi jempol. Di karya seperti Beethoven kontras dinamika timbul di berbagai tempat, dengan kekuatan dan kelembutan memenuhi karya yang memang seakan terbagi atas berbagai segmen.

Namun, terkesan pendekatan pianis yang kini mengajar di Konservatorium Musik Jakarta ini terkesan berjarak. Hal ini sungguh terlihat dalam permainan Beethoven dan Brahms yang dibawakan lebih kepada tempo cenderung cepat. Ini berakibat pada permainan yang membutuhkan kontrol yang lebih baik dari sisi teknis maupun alur emosi menjadi sebuah tantangan tersendiri agar terkesan natural dan tereksekusi dengan baik. Pun kecermatan dalam menyerap dimensi harmoni dalam nafas permainan akan sangat menentukan seberapa jauh kedalaman setiap karya ini dapat dibawakan. Semua hal ini adalah tantangan yang sulit, terutama dengan pilihan repertoar yang dipilih untuk malam ini. Selain itu, kondisi intonasi instrumen yang kurang prima juga menjadi elemen yang dapat dicermati lebih lanjut.

Namun demikian, resital piano malam ini adalah sebuah prestasi tersendiri bagi seorang pianis muda seperti Nesca Alma. Bermain dengan penuh komitmen di depan publik sebagai solois dan mempersiapkan musik dengan baik adalah sebuah sikap yang seharusnya dicontoh oleh musisi manapun baik yunior maupun senior. Semoga resital malam ini juga menjadi pengusik bagi banyak talenta ibukota untuk mampu dan mau menyediakan waktu dan hati untuk tampil solo dan mewarnai panggung pertunjukan Jakarta. Dan jelas, Nesca Alma dalam hal ini adalah salah satu pianis yang berada di depan.

Iklan
About mikebm (1216 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Resital Nesca Alma, Buah Komitmen

  1. Ulasan yang sangat positif. Nesca … maju terus. Pasti konser Nesca bikin panas pantat pianis yang sebenarnya kepengin konser tapi tapi tapi tapi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: