Kabar Terkini

Vincent McDermott Berbagi


20130930-213422.jpg

~ resensi buku pertama di blog ini

Menjadi seorang seniman bunyi yang utuh? Bukanlah sebuah hal mudah, terlebih seniman bunyi tidak banyak di kalangan kita di Indonesia. Komponis sebagai sebuah profesi kerap terdengar janggal di telinga kita. Belajar dari senior pun juga seringkali menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi para komponis muda. Belum lagi, tidak sedikit komponis muda yang tergolong keras kepala dan ogah untuk belajar pada orang lain.

Pengalaman berbicara dan adalah guru yang tidak ternilai harganya. Ya, mungkin hal inilah yang pertama harus didengar oleh para komponis, pemusik muda. Dan Prof. Vincent McDermott layak untuk kita dengarkan dan tentunya untuk belajar darinya. Untuk itulah buku ‘Imagi-nation: Membuat Musik Biasa jadi Luar Biasa’ ini ditulis. Di usianya yang ke-80, Prof. Vincent tampak dengan sabar menguraikan pengalaman dan wejangan praktisnya untuk musisi dan komponis Nusantara yang diterjemahkan oleh etnomusikolog Natha Dwi Putra dan diedit oleh musikolog Erie Setiawan.

Dunia musik seni Indonesia bukanlah hal yang asing baginya. Profesor Emeritus Musik dari Lewis & Clark College, Oregon AS ini sungguh mengalami perkembangan musik seni dan tradisi di Tanah Air. Berakar dari Barat dan menjelajah sampai ke Malaysia, Jepang serta Surakarta dan Yogyakarta, menulis komposisi musik dan mengajar, Prof. McDermott mengajak seluruh pembaca untuk menyelami apa arti seorang penyair bunyi, istilah yang kerap ia pinjam dari Beethoven, komponis ternama itu.

Sungguh menarik bahwa di tengah banjirnya ‘buku instan menjadi komponis’, McDermott berusaha menyelami arti menjadi komponis, untuk peka pada sekitar dan untuk terus belajar. Ia tidak lagi memisahkan musik pop dan seni, barat atau timur, semua diajaknya untuk mau mendengar kehidupan dan terus berkreasi dengan inovatif, terlepas dari latar belakang dan arah musik yang ingin dilukiskan. Sebuah provokasi, seperti kata Profesor komposisi Rahayu Supanggah dalam kata pengantar buku ini, yang mengajak pembaca siapapun ia baik pemusik atau awam untuk menyelami pikiran seorang ‘mixologis’ McDermott yang berbagi pandangannya tentang estetika dan musik sebagai sebuah bentuk seni.

Untung bahwa buku ini tidak melulu berkutat pada diskursus seni musik, namun juga mencoba mengupas secara seni-seni yang lain dan bentuk musik yang dapat memperkaya wawasan seorang seniman musik. Ia juga tidak lupa membahas senjata apa saja yang wajib dimiliki oleh seorang penyair bunyi untuk mengembangkan berbagai kemungkinan dalam musik yang ia ciptakan. Ia pun sempat menuliskan secara khusus fenomena yang terjadi dalam dunia penciptaan musik yang ia alami di Indonesia, mencoba mendaraskan dan memberikan masukan pada bentuk pendidikan musik di Indonesia, serta tips yang sungguh ringkas untuk pengajar musik dan mahasiswa musik.

Lahir dan besar dalam kultur penciptaan Barat, McDermott tentu menekankan proses komposisi ala Barat yang dekat dengannya. Kaidah musik ala Barat dan istilah-istilahnya mewarnai buku ini. Ia pun mengungkapkan bahwa kaidah dan operasi musik Barat sudah menjadi milik dunia dan tidak lagi menjadi milik Barat semata, tapi milik seluruh dunia dan karenanya patut untuk dipelajari. Ia pun beberapa kali mengungkap musik gamelan juga sebagai warisan dunia yang kita sebagai insan Indonesia harus kita gauli. Sebagai teoris musik Jawa, ia mencoba membuka khasanah pemusik kita akan nilai penting musik tradisi sebagai sebuah kekayaan yang harus dikembangkan.

Gaya bahasa yang lugas dan dengan apik diterjemahkan oleh Natha, mengundang pembaca untuk terjun lebih jauh. Walau terdengar kesan bahwa yang berkisah adalah seorang yang sudah malang melintang di jagat musik, buku ini tidak serta-merta berdiri menggurui para pembaca dengan pembahasan diskursus yang berlebihan dan berkepanjangan. Buku ini juga tidak berusaha menjadi ‘buku pintar’ musik yang menulis selengkap mungkin segala hal yang diketahui tentang musik. Juga tidak ada kesan terlalu menyederhanakan proses kreatif yang tidak pernah sederhana ini.

Buku ini sungguh adalah sentilan yang halus untuk seluruh seniman musik, untuk melihat kembali apa yang telah kita pelajari dan praktikkan dalam musik dan mengembangkannya lebih jauh. Buku yang diterbitkan Art Music Today yang berbasis di Jogja ini juga menjadi sebuah medium berbagi antara sesama pengajar musik, dan bahkan menjadi sumber ilmu dan batu pijakan bagi mereka yang awam di dunia musik seni dan ingin mengerti bentuk seni ini lebih jauh. Sebuah buku yang ringkas -tidak sampai 100 halaman- namun sungguh layak untuk dibaca.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Imagi-Nation: Membuat Musik Biasa Jadi Luar Biasa | Ivy
  2. Telah Berpulang Prof. Vincent McDermott – A Musical Promenade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: