Kabar Terkini

Musik Kamar oleh Anggota Jakarta Concert Orchestra


20131013-201908.jpg

Tidak mudah mencari pergelaran musik kamar di Jakarta. Entah karena apa, mungkin musik kamar yang merupakan suatu genre musik klasik yang mengetengahkan kolaborasi antara dua sampai delapan instrumentalis sungguh menuntut dari segi komitmen waktu dan kualitas. Bagi mungkin banyak instrumentalis, lebih mudah untuk bermain solo atau orkestra sekaligus daripada meluangkan waktu untuk bekerja sama dalam kolaborasi yang lebih intim yang dituntut musik kamar macam ini. Walaupun musik kamar akhir-akhir ini banyak dimotori pemain pelajar dan orkes pelajar, namun jelas suatu hal yang langka untuk melihat sebuah pergelaran musik kamar yang diinisiasikan oleh musisi dari orkes profesional di Jakarta.

Sore ini di Rumah Kertanegara, markas baru dari Jakarta Concert Orchestra, beberapa anggota Jakarta Concert Orchestra mengetengahkan konser musik kamar bertajuk Divertimento, sebuah pergelaran yang santai namun seperti oase segar untuk musik kamar di ibukota. Walaupun di kota-kota besar dunia, banyak orkestra yang juga menjalankan program musik kamar dalam kalender penampilan tahunannya, namun sepertinya baru kali ini ada orkes profesional Jakarta yang melakukan demikian akhir-akhir ini. Dan acara malam ini diarahkan secara artistik oleh direktur musik JCO, Avip Priatna.

Sebagai penampil pertama adalah kakak beradik Finna dan Shienny Kurniawati yang memainkan Chaconne dari Tomaso Vitali. Finna yang memainkan biola tampak sedemikian masuk dalam permainan yang diiringi piano Shienny yang berperan sebagai basso continuo. Sebagai sebuah karya di masa barok, memang menunjukan pertanyaan bahwa karya ini sedemikian ekspresif dengan banyak modulasi, hampir-hampir tidak seperti karya barok, terlebih dengan range nada yang sedemikian tinggi yang jarang bisa dimainkan pada biola barok. Namun keduanya bermain setia pada notasi yang tertulis sambil mengambil nafas romantik dengan vibratto yang kuat didukung piano yang tidak kalah kokoh. Seketika mengingatkan penulis pada raksasa besar biola di abad-20 seperti Heifetz dan Oistrakh.

Di karya kedua, giliran klarinetis Nino Ario Wijaya yang maju dengan pianis Nesca Alma untuk memainkan karya Variations on a Theme from “Silvana” dari komponis Carl Maria von Weber op.33. Karya yang menarik dan cukup menguras stamina ini dimainkan dengan apik oleh Nino. Dengan nafas yang seakan tidak berhenti, solois klarinet ini menjelajah nada-nada dengan permainan nuansa dan warna yang beragam. Warna yang sendu hingga nyaringnya hingar-bingar lincah terekspresikan dengan paripurna, memenuhi ruangan berkapasitas 150 orang tersebut. Nesca pun membingkai dengan kelembutan tersendiri dan beberapa kali menggunakan kesempatannya untuk bersolo dengan apik tanpa menutupi suara klarinet yang tergolong empuk untuk sebuah alat musik tiup.

Tajuk divertimento sungguh diajukan dalam permainan Divertimento in D Major, KV 136 dari si genius Wolfgang Amadeus Mozart. Ditulis ketika usianya 19 tahun, karya ini dimainkan oleh kuartet gesek Saptadi Kurniawan (biola1), Dessy Saptany Puri (biola2), Yacobus WS Handoyo (biola alto) dan Putri Juree Batubara (cello). Tampil dengan menarik, keempatnya membawakan karya ini dengan naturnya yang berfungsi sebagai musik jamuan yang santai. Perpaduan permainan Saptadi yang melodius saling bertukar dengan Dessy. Viola Yacobus yang sesekali muncul dengan berkarakter dipadu dengan fondasi yang kuat oleh Putri. Karya ini secara garis besar dibawakan dengan cukup menarik dan berstruktur, namun nampak keempat pemain belum mendapatkan celah untuk menjadikan permainan ini lebih mengigit, dengan jalinan antar suara yang interaktif satu dengan yang lain.

Berikutnya giliran duet flute Marini Widyastari dan Metta Ariono yang diiringi oleh permainan piano Nesca dalam Trio in G Major op.119 dari Friedrick Kuhlau. Nesca yang secara sensitif menghantar permainan Marini yang menari pada nada-nada tinggi dengan kecemerlangan manis suara flute. Metta berperan mengisi dengan suara yang cenderung mengayom, mendukung dan mengisi jalinan yang erat sembari sesekali mengambil alih arah permainan. Bisa dikatakan bahwa permainan ketiganya malam ini, merupakan kerjasama yang paling apik malam ini, komunikasi terjalin dengan erat dalam kapasitas instrumen masing-masing, mungkin terutama kedua flutis ini telah bekerja sama cukup lama dan merupakan penggerak komunitas flutis JakFlute. Memang di beberapa tempat terasa bahwa permainan Metta di register tengah flutenya tidak terproyeksi dengan cukup mantap di telinga pendengar, terlebih dengan siraman permainan piano yang beberapa kali bermain di register/ketinggian nada yang serupa . Namun, permainan ini nikmat dan tepat sekali untuk menutup keseluruhan pagelaran konser musik kamar malam ini. Kita nantikan pergelaran musik kamar berikutnya.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

3 Comments on Musik Kamar oleh Anggota Jakarta Concert Orchestra

  1. Andreas Arianto // 13 Oktober 2013 pukul 8:39 pm //

    Ah, kelupaan gue, ini hari ini kan ya?

  2. Andreas Arianto // 13 Oktober 2013 pukul 8:40 pm //

    Haha, gue kelupaan, ini hari ini kan ya?

  3. Iya bro… Hari ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: