Kabar Terkini

Wajah Bhayangkara Wind Orchestra Polri


Bhayangkara 1aHari Senin sejatinya adalah hari libur bagi gedung pertunjukan bersejarah Jakarta, Schouwburg atau sekarang dikenal dengan Gedung Kesenian Jakarta. Tetapi hari ini berbeda. Hari ini di gedung di bilangan Pasar Baru-Jakarta Pusat ini, tampillah Bhayangkara Wind Orchestra yang merupakan orkes tiup tetap dari Kesatuan Musik Markas Besar Kepolisian RI yang secara istimewa dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan tentunya Kepala Polri, banyak insan seni dan pejabat Kepolisian.

Sebagai sebuah konser dengan format Wind Orchestra atau kadang juga disebut Wind Symphonic Band, korps ini beranggotakan anggota kepolisian dan PNS kepolisian yang memainkan instrumen tiup dan juga perkusi. Secara menarik acara ini dikemas untuk mengetengahkan Kesatuan Musik sebagai sebuah jembatan dialog antara Polri dan masyarakat terutama di usianya ke-67 terhitung 6 Maret lalu. Perlu dicatat bahwa orkestra tiup berbeda dengan marching band yang menekankan aspek baris berbaris, wind orchestra secara spesifik menekankan aspek pertunjukan ala orkestra, duduk rapih.

Walaupun acara ini adalah sebuah acara konser bertajuk ‘Damailah Negeriku, Majulah Bangsaku’, namun sepertinya banyak acara instansi, banyak diselingi dengan sambutan dan juga perkenalan oleh MC. Namun demikian, secara suguhan acara malam ini cukup beragam. Membawakan karya klasik barat seperti Le Trauvere karya Verdi, karya wind band Novena dari James Swearingen, dan New Baroque Suite dari Henk Van Lijnschooten, juga aransemen berbagai lagu Phantom of the Opera karya Lloyd-Webber, Pop Melayu Cindai, Pop crossover I Believe in You hingga lagu mandarin Mo li Hua dan tentunya lagu Indonesia Tanah Airku dan Rayuan Pulau Kelapa yang disandingkan dengan Campur Sari Perahu Layar dan Ojo Diplero’i. Acara ini pun melibatkan juga penampil lain yang bekerja sama seperti orkes instrumen tradisi Tionghoa Harmony Orchestra, Paduan Suara Wanita Irama Harmoni, soprano Rohany, Emiliana Indriastuti dan bariton Agus Kurnia Wibowo. Hadir pula Diva Bharanita yang merupakan grup vokal kebanggaan Polwan RI.

Bhayangkara 2aDalam acara ini Bhayangkara pun dipimpin bergantian oleh 3 orang konduktor, yaitu konduktor utama sekaligus Kepala Satuan Musik AKBP Sumarwijiyana S.Sn, Arranger dan asisten konduktor Gregorius Fredy Sistianto serta konduktor tamu kondang Addie MS. Sebagai korps musik yang mayoritas beranggotakan pemain alat musik tiup, orkes tiup ini sudah tampil secara maksimal. Dengan aransemen yang menarik dari Fredy Sistianto, tampak bahwa semua bagian orkes dicoba untuk dikembangkan, bahkan dengan kolaborasi dengan gamelan jawa pada nomor campur sari. AKBP Sumarwijiyana pun menampilkan nomor-nomor sulit yang digolongkan sebagai karya standar orkes tiup.

Perlu dicermati bahwa di bawah pimpinan Addie MS dalam nomor Phantom of the Opera terasa bahwa orkes tiup ini berubah. Permainan dinamika dan garis warna pun terbina dengan cukup berani. Alhasil, orkes ini pun terlihat lebih lepas dan musikal dalam mengolah karya yang cukup mengandalkan permainan nada-nada melodius dari karya musikal teater ini. Secara umum orkes pun bermain dengan rapih namun ketelitian eksekusi tidak boleh dilepaskan begitu saja, terlebih dengan beban bahwa ketelitian eksekusi menjadi penanda kedisiplinan orkes. Pun penggarapan tekstur juga perlu mendapat perhatian, apalagi ketika aspek ini menjadi kunci keindahan dari permainan orkes tiup yang beranggotakan banyak instrumen yang setiap instrumennya memiliki karakter dan warnanya sendiri. Interdependensi tekstur dan independensi warna soloistik adalah hal yang harus dikelola oleh pelatih dan konduktor apabila ingin menaikkan mutu orkes ini lebih jauh.

Adalah suatu kebanggaan melihat Polri memiliki orkes tiup tersendiri yang dengan berani menampilkan banyak karya dan bermain beragam jenis musik. Namun dengan beraninya Bhayangkara masuk ke ranah pertunjukan publik, orkes yang berada di bawah naungan Pelayanan Masyarakat Mabes Polri ini juga harus semakin bertanggung jawab pada kualitas permainan apalagi dengan pengalaman bermain di berbagai negara di Asia Tenggara. Ranah yang dimasuki pun adalah ranah musik seni dan bukan hanya sekedar musik fungsional.

Akan tetapi sebagai satu dari sedikit sekali orkes tiup di Jakarta, Bhayangkara sudah menunjukkan kualitasnya yang cukup baik, namun harus selalu setia dan siap untuk dikembangkan karena tugas yang diembannya tidaklah ringan. Korps ini siap bukan saja mengemban tugas negara serta menjadi wajah Kepolisian Republik Indonesia di lokal dan regional, tapi juga menjadi wajah kualitas orkes tiup di Indonesia. Bukan tugas yang ringan namun secara hakiki sudah menjadi tugas mendasar Polri yang tercermin dalam Tribrata Polri.

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

3 Comments on Wajah Bhayangkara Wind Orchestra Polri

  1. Mantab…. Lanjutkan….

  2. ari ssarpras // 18 Maret 2014 pukul 10:02 am //

    kerennn banget semalem nonton nya, ga nyangka bgt klo Polri tercinta ini punya orchestra yang ga kalah dgn musisi ternama, sukses selalu ya untuk semua kru+staf Subbagsik Yanma Polri..kembangkan terus kreasi dan bakatmu..maju dan jayalah Polriku..

  3. SAya sepakat bahwa adalah kebanggaan sebuah angkatan punya barisan orkestra yang berkualitas, saya akan bahas sedikit soal ini dalam tulisan saya berikutnya…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: