Kabar Terkini

Idris Sardi dan Biola Indonesia


Idris SardiDunia musik Indonesia berduka, telah berpulang maestro Idris Sardi yang berjuluk “Biola Maut” pada usia 75 tahun di Rumah Sakit Melia Cibubur, Senin 28 April 2014 pukul 07.25.

Sebagai seorang biolinis yang merajai dunia persiaran di dekade 70-80an, ia juga dikenal sebagai komponis dan illustrator musik untuk berbagai film Indonesia. Lahir dari keluarga musisi dan insan film, Idris pun membaktikan diri di jaman keemasan film Indonesia di sekitar medio 1970. Karyanya di berbagai film memenangkan Piala Citra yang bergengsi sebagai Penata Musik Terbaik dalam film Pengantin Remaja (1971), Perkawinan (1973), Cinta Pertama (1974), Doea Tanda Mata (1985). Film Tjut Nja’Dhien yang monumental adalah juga salah satu karya ilustrasi musiknya. Ia pun bahkan pernah terlibat sebagai aktor dalam film Tiada Waktu Bicara (1974) dan baru-baru ini Hasduk Berpola (2013).

Terlahir pada tanggal 7 Juni 1938, Idris Sardi menjadi sinonim akan pemain biola dan kiprahnya dalam musik persiaran dan film menjadikannya nama yang populer di TVRI, layer lebar dan pencinta radio RRI. Bermain dan berkarya di Orkes Studio RRI yang sebelumnya dipimpin ayahnya Sardi, Idris Sardi yang memulai pendidikan musik pada usia 5 tahun ini banyak mengangkat permainan musik Indonesia dalam permainan biolanya. Ia pun kemudian memimpin Orkes Studio RRI Jakarta ini sepeninggal ayahnya sekaligus berperan sebagai salah satu pemain biola andalan di orkes tersebut. Ia pun langganan menang penghargaan Piala Citra yang semakin melambungkan namanya sebagai ilustrator musik film.

Konsetrasinya pada musik identitas Indonesia keroncong dan pop serta permainan biolanya yang ekspresif romantik, walau menuai kritik karena dianggap melacurkan musik klasik ke ranah komersial, ia juga menuai banyak pujian dan kekaguman akan dedikasinya akan musik pop dan keroncong Indonesia. Pendekatannya yang bergelora akan sebuah lini melodi bisa jadi merupakan pengejawantahan pendekatan permainan biola romantis Indonesia, sebuah identitas permainan yang seakan sungguh lekat dengan dirinya. Gesekan suara biola yang tebal bergaung disertai cengkok yang khas timur, menjadikan permainannya sulit ditiru namun juga melahirkan pengagum-pengagum yang mencoba mengikuti jejak permainannya. Mendengar satu-dua kalimat saja penikmat musik bisa langsung mengenali permainan biola sang biolis yang walaupun dididik 100% di dalam negeri, tapi secara jejak masih menyisakan permainan biola Eropa Timur yang penuh rasa yang didapat dari guru-gurunya.

Tahun ini pun Idris Sardi yang masih terus menggesek biola dimasukkan sebagai Tokoh Perfilman Indonesia oleh Perpustakaan Nasional, sebagai penghargaan akan kiprahnya di dunia perfilman, terutama dalam musik perfilman Indonesia. Di usianya yang lanjut pun ia dikenal sebagai orang yang menolak dipanggil Bapak.

Selamat jalan, Mas….
Suara biola itu masih akan terus terngiang….

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

4 Comments on Idris Sardi dan Biola Indonesia

  1. keren Mike, nice writing. Have you read mine on my FB wall?

  2. Yap sudah mas… Kalah cepet nulis saya dibanding mas hehehe… Maklum ga punya sentuhan pribadi dgn beliau… Hehehe ga kayak mas Bowie…

  3. kamu pernah nonton konser dia? btw, kapan ya dia konser terakhir? dulu pernah di UI malam kemerdekaan… anak orkes juga ikut main, tapi bukan kolaborasi😉

  4. Reblogged this on Patrick G. Hartono and commented:
    Rest in Peace Maestro!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: