Kabar Terkini

Serba Aneka di Balai Resital Kertanegara


Diver3Konser musik kamar “Divertimento 3” Sabtu malam ini merupakan bagian dari May Music Festival yang dilakukan dalam rangka peresmian Balai Resital Kertanegara yang digawangi oleh Avip Priatna sebagai Artistic Director. Konser musik kamar ini seperti sebelumnya menampilkan musisi-musisi anggota Jakarta Chamber Orchestra (JCO) dalam format musik kamar, kuartet, trio, tapi kali ini agak berbeda karena juga menampilkan juga solois-solois dari Batavia Madrigal Singers dalam bentuk kuartet vokal.

Konser malam ini dibuka dengan karya dari pemain-pemain gesek dari JCO, kuartet biola Saptadi Kristiawan, Dessy S. Puri, biola alto Yacobus Handoyo dan cello Putri Juree Batubara yang memainkan karya Mozart dengan judul sama Divertimento dalam F mayor KV 138. Menarik melihat bagaimana kuartet ini berkembang sejalan dengan waktu. Pemilihan repertoar bergaya simfonia 3 bagian ini menunjukkan bagaimana keempatnya mengolah alur nada dalam bangun karya yang jelas. Detail terbina dengan baik sembari mengedepankan Saptadi pada biola satu yang didasari dengan kokohnya Putri dan Yakobus, Dessy pun mengisi diantara ketiganya dengan permainan yang rapih. Memang konsistensi tone pada saat memainkan bagian lembut harus diperhatikan lebih namun membahagiakan melihat bagaimana quartet ini tampil semakin matang dibandingkan penampilan mereka di Divertimento Oktober 2013 lalu.

Selanjutnya Kuartet vokal Des TagesWeihe D763 dari Schubert yang dibawakan soprano Valentina Nova, alto Renata Raissa, tenor Antonius Halawa, dan bass Aditya Purnama tampil dengan menarik. Kejernihan keempatnya dalam menggarap karya ini dengan menekankan kekuatan teks berbahasa Jerman yang mengisahkan kepulihan dari sakit. Kerja sama keempatnya terjalin dengan nafas musikal yang prima dimulai dengan pernyataan dari suara bas Aditya yang dibungkus oleh permainan piano yang elastis oleh Valencia Koean. Kekuatan ensembel keempatnya yang merupakan anggota Batavia Madrigal Singers bisa jadi membuat iri banyak paduan suara lain yang mengidamkan memiliki anggota-anggota yang memiliki kesehatian dan kemauan mengolah warna seperti mereka.

Babak pertama ditutup oleh permainan Concertino karya Carl Maria von Weber oleh klarinetis Nino Ario Wijaya dan pianis Yosephine Ang. Yosephine tampak memiliki karakter yang kuat dalam mengiringi permainan Nino yang juga tidak kalah kuat. Kelincahan dalam eksekusi karya yang secara teknis menantang menjadi nilai plus untuk permainan malam itu, nada-nadanya terdengar bernyanyi dengan riang walaupun di sayup kejauhan terasa terdengar Nino mencoba mendorong lebih jauh permainannya yang menyebabkan kalimat musikalnya yang sebenarnya sudah indah terasa tertahan dan malahan kurang lepas. Walaupun demikian, permainan Nino tetap mengundang decak kagum yang menutup dengan semarak bagian pertama konser malam itu.

Di babak kedua, giliran duo flute Metta Ariono dan Marini Widyastari yang mengambil tempat di tengah panggung. Nesca Alma dengan permainannya yang penuh dengan nafas musikal mengawal mereka dari permainannya di tuts piano. Menarik bagaimana duo yang sudah bekerja sama kurang lebih 10 tahun lamanya ini merangkai kalimat musik. Keindahan kalimat yang terjalin menjadi fokus permainan mereka dan dapat dikatakan secara ekspresi keduanya menjadi sorotan malam ini. Namun agaknya ini juga menjadi ganjalan bagi keduanya. Terasa bahwa mereka sudah familiar dengan karya ini sehingga sangat mengandalkan intuisi kerja sama keduanya yang sudah terjalin lama. Di beberapa tempat walau hanya 2-3 detik lamanya tertangkap adanya gap pengolahan musik yang sebenarnya dapat ditangkap dan dibina dengan mudah. Namun keduanya dari segi warna permainan sangat patut dicontoh.

Diver32Batavia Madrigal Singers pada babak kedua ini juga mengajukan kuartet, kali ini soprano Yoanita Muliawan, alto Agata Jacqueline, tenor Jeremiah Purwoto dan bass Hari Santosa membawakan karya komponis Prancis Gabriel Faure Madrigal op.35. Hari sebagai bass menyanyi dengan kokoh maskulin, pun juga Jeremiah tampil dengan warna yang kaya sebagai tenor yang liris namun menggigit. Yoanita dan Jacqueline keduanya memiliki warna suara yang indah namun sepertinya dapat lebih mengolah permainan warna, terlebih dengan karya yang mengambil inspirasi dari karya vokal Prancis abad 16 yang memang sulit secara warna bahasa. Valencia Koean pun mengiringi kembali dengan sensitivitas yang baik di piano namun agaknya keempat kuartet belum terjalin satu sehingga kematangan kelimanya secara utuh belum terasa.

Sebagai penutup permainan Fantasiestucke op.73 dari Robert Schumann oleh cellis Dani Ramadhan dan pianis Nesca Alma. Dani tampak bermain dengan temperamental yang menggebu dengan kelincahan permainan dan intensitas yang terus terjaga. Permainannya pun musikal dan terasa padat berisi. Persoalan intonasi memang menjadi pekerjaan rumah tersendiri pada posisi tinggi, terlebih mengingat karya yang memang secara teknis sangat menantang. Namun penguasaan Dani akan bow menjadi senjatanya dalam mengolah kalimat bersama dengan Nesca Alma. Terlihat keduanya sudah fasih memainkan karya ini lewat nafas dan kalimat musik yang seakan menempel satu dengan yang lain, berjalan beriringan hingga di bagian akhir.

Divertimento yang ketiga ini bisa jadi sudah menggambarkan bagaimana seri konser ini berjalan. Tampak pula beberapa kelompok tampil semakin matang, sebuah hasil yang tentunya membahagiakan. Pun diresmikannya Balai Resital Kertanegara di bilangan Kebayoran Baru ini semoga menjadi oase budaya dan seni lewat program-programnya yang bermutu. Dan untuk itu mari kita saksikan bersama sepak terjang Avip Priatna dalam mengelola tempat pertunjukan ini.

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: