Kabar Terkini

Komunitas Pemain Orkes atau Orkestra Komunitas


Beberapa waktu ini kota Jakarta banyak bermunculan berbagai orkes komunitas. Orkes komunitas adalah sebuah orkes yang dibina oleh sebuah kelompok untuk mengembangkan komunitas seni di dalam kelompok tersebut. Dan tentu saja, komunitas yang dimaksud adalah komunitas musik.

Sebagai sebuah kegiatan yang berbasis komunal, orkestra adalah salah satu wadah bermusik komunitas yang baik. Selain dari pada itu, juga ada paduan suara komunitas dan juga marching band komunitas, yang keduanya jauh lebih populer dari format orkestra tentunya, terlebih di Indonesia. Dan dapat dicatat bahwa umumnya orkestra komunitas dibentuk dari musisi-musisi amatir yang mungkin saja didukung oleh musisi profesional. Tapi ini bukanlah orkes di mana aspek pengeluaran upah pemain menjadi bagian mayor dari manajemen keuangan orkes.

Namun agaknya ada satu hal yang seringkali terlewatkan, namun adalah yang paling penting dalam mendefinisikan sebuah orkestra, paduan suara ataupun marching band komunitas, yakni seberapa jauhkah keterlibatan komunitas di dalam ensembel tersebut. Inilah yang akhirnya menentukan apakah orkes tersebut adalah sekedar orkestra amatir ataukah orkestra komunitas.

Sebagai satu hal yang utama adalah sebuah orkestra komunitas hidup dari komunitasnya dan menentukan sendiri halauannya dalam berorganisasi dan visi berkesenian. Ini bisa dilihat dari orkestra haruslah dipimpin oleh anggota orkes sendiri dan juga diurus oleh anggota orkes ini yang tentunya kebanyakan dari mereka juga aktif sebagai pemusik dalam kelompok orkestra ini. Hal ini bisa dikatakan bahwa orkes komunitas yang efektif adalah orkes yang self-governed. Apabila orkestra belum dipimpin dan diurus oleh perangkat komunitas, tentu menjadi pertimbangan apakah orkestra ini memang layak disebut orkestra komunitas.

Di lain pihak rasa kepemilikan dari komunitas juga menjadi sangat penting. Orkestra komunitas harus menjadi milik dari komunitas tersebut, di mana komunitas ini peduli akan keberlangsungan dan kesehatan orkes tersebut. Orkestra yang hanya mengandalkan 1-2 orang dan terlebih tidak disertai rasa kepemilikan dari anggotanya agak sulit untuk dianggap sebagai sebuah orkestra komunitas, karena mungkin saja orkestra ini hanya melayani kepentingan segelintir orang saja.

Orkes komunitas, selain bersifat self-governed dan community-owned, juga harus dibentuk sebagai sebuah kelompok yang mengabdi pada kepentingan komunitasnya secara umum. Karenanya aspek mendengarkan dan membentuk kegiatan sesuai dengan kebutuhan komunitas di mana orkes ini berada menjadi suatu hal yang esensial. Dengan titel orkes komunitas, tentu saja tanggung jawab sosial dari orkes ini menjadi semakin besar. Orkestra yang gagal melayani kepentingan komunitas di mana ia dibentuk, dan mewujudkan visi kolektifnya, mungkin serta-merta harus mengevaluasi diri apakah layak disebut sebagai sebuah orkestra komunitas.

Seringkali nama orkes komunitas itu keren, namun orkes komunitas adalah milik bersama di komunitas tersebut, di mana komunitas itu terlibat dalam menentukan kebijakan, dan tentu saja dalam operasional sehari-hari. Orkestra komunitas bukan hanya sekedar orkes ini membentuk komunitas dan lingkaran pertemanan saja, namun sebagai wadah di mana setiap pihak yang ada didalamnya terlibat dalam menentukan visi dan mis kelompok ini. Komunitas pun memegang peranan penting dalam menentukan siapa yang memegang posisi kunci dalam administrasi orkestra dan ditentukan dalam proses musyawarah.

Jadi, orkes yang Anda ikuti benar orkestra komunitas atau hanya sekedar komunitas pemain orkes? Ini pun bisa kita coba jawab bersama san bangun bersama.

 

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: