Kabar Terkini

Dalam dan Fasihnya Sydney Symphony Orchestra


Sydney SymphTidak seberapa sering kita menyaksikan seluruh seksi gesek di orkestra sedemikian terlibat bermain, suara pun seakan berbuih dari seluruh seksi gesek berjumlah 58 orang yang tebal dengan teknikalitas yang tiada terbatas. Seksi tiup pun mengimbangi dengan permainan yang kuat dan lincah di tiup kayu serta karakter dan disiplin yang kuat pada tiup logam. Perkusi pun digarap dengan nuansa dan mendukung sebagai landasan yang kuat bagi seluruh seksi lainnya.

Siang ini menjadi siang yang lain dari biasanya, menyaksikan Sydney Symphony Orchestra (SSO) di kandangnya di Concert Hall-Sydney Opera House adalah pengalaman yang pastinya berbeda. Sabtu siang ini, tampil bersama konduktor muda asal Ceko Jakub Hrůša, Sydney Symphony memainkan karya-karya romantik dan berporos pada Johannes Brahms dan Edward Elgar, dua punggawa musik romantik akhir di negaranya masing-masing.

Konser dibuka dengan 5 buah Hungarian Dance no.17-21 dari Johannes Brahms yang diorkestrasi oleh Antonin Dvořăk. Sebagai sebuah karya yang awalnya ditulis untuk duet piano dan mengambil nuansa dari melodi gypsi, karya ini menjadi semakin kuat dengan karakter orkestrasi yang menawan dari Dvořăk yang adalah seorang Ceko dan dekat dengan warna kehidupan gypsi di Eropa Tengah.

Konser kemudian dilanjutkan dengan penampilan menawan cellist internasional asal Norwegia Truls Mørk dengan karya monumental Edward Elgar, Cello Concerto op.85 dalam E minor. Memainkan karya yang dikatakan sebagai karya utama dalam repertoar cello, Mørk bermain dengan ekspresivitas yang luar biasa, setiap nada diuntai dengan kedalaman yang intim menyejukkan. Cello Stradivarius “Bass of Spain” yang ia gunakan menyanyi, meraung, meratap dengan resonan. Sungguh terasa bagaimana cellist yang telah tampil bersama hampir seluruh orkestra terkemuka dunia ini, bernostalgia dan bermain dengan sedemikian menyentuh dalam karya ini. Orkestra pun bersama Hrůša mengiringi dengan sensitivitas yang tidak kalah istimewa yang bersama gesekan Mørk membahana dan berdengung indah di dalam gedung konser.

Babak kedua kembali karya Brahms yang diangkat. Symphony No.4, op.98 dalam E minor. Dalam karya 4 bagian yang kompleks namun diramu dengan menawan oleh komponis Jerman ini, SSO tampil dengan kekuatan penuh sebesar 77 orang. Dengan kecakapan layaknya banyak orkestra internasional dan kebersihan eksekusi yang harus diacungi jempol seperti banyak orkestra di AS, SSO juga secara terperinci bercakap dengan sangat musikal. Hal ini dimungkinkan karena Hrůša yang adalah Music Director dari Prague Philharmonia sebagai konduktor memberikan ruangan yang sedemikian luas untuk SSO dalam membangun nada sembari mengarahkan ensemble dengan detail yang luar biasa namun tidak terkesan menuntut. Suara pun tercipta secara ajaib dan kaya dari orkestra, sebagaimana Brahms yang konservatif secara ajaib menggunakan triangle dalam bagian ketiga simfoni terakhirnya ini, sebuah perkusi yang sepertinya jauh dari bahasa musikal komponis yang terkenal karena janggutnya yang lebat ini dan perannya sebagai pandu musik romantik yang dicetuskan oleh Ludwig van Beethoven.

SSO pun sungguh terlihat sebagai sebuah ensembel yang kompak dan saling mendengarkan. Warna dibina bersama oleh berbagai seksi dalam orkes tanpa kehilangan karakteristiknya masing-masing sebagai sebuah seksi yang independen. Namun demikian semuanya guyup dalam satu halauan dan seakan mengerti keistimewaan masing-masing dengan seksama dan dengan cakap menggunakan akustik ruangan di kompleks legendaris ini secara maksimal. Semua seakan berpadu jadi satu dan bersuara dengan menawan tanpa kehilangan bunyi-bunyi secara rinci yang terdengar jelas dari panggung.

Sebuah pengalaman yang istimewa tentunya bagi pendengar yang tidak bisa direplikasi oleh orkes lain di tempat yang begitu ternama sebagai sebuah karya arsitektur yang menawan ini serta memiliki kelas yang luar biasa sebagai ruang pertunjukan yang berkualitas. Dan tentunya Sydney Symphony Orchestra bersama fasihnya musik Jakub Hrůša pada Sabtu siang ini memenuhi perannya sebagai orkestra tuan rumah gedung Sydney Opera House ini. Terlebih dengan kehadiran cellist Truls Mørk, sebuah santapan sore yang sungguh memuaskan.

~ Photo: courtesy of Hesti Katarina

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: