Kabar Terkini

Katanya Genetika Penting untuk Jadi Musisi?


20140718-083634-30994130.jpg

Silakan dibaca http://m.mic.com/articles/93125/scientists-have-discovered-proof-that-musicians-are-fundamentally-different-from-everyone-else

Setelah mambaca artikel di atas, seberapa jauhkan Anda setuju bahwa menjadi musisi itu tergantung genetik? Bahwa Anda terlahir menjadi seorang musisi atau tidak adalah bukan pilihan Anda sama sekali? Sama seperti Anda tidak bisa memilih warna kulit dan ras Anda?

Menarik bagaimana bakat dan genetika sekarang dianggap sebagai kunci dalam kemampuan bermusik, sebagaimana di dalam olahraga. Ya, memang genetik dalam olahraga misalnya akan menjadi awalan yang baik, bentuk tubuh untuk atlet lompat tinggi, struktur tulang untuk angkat besi, dan sebagainya yang memang dipengaruhi oleh genetika. Mungkin kenyataan ini juga yang akan menjelaskan mengapa banyak pemusik terlahir dari keluarga pemusik juga.

Tapi akan banyak sekali pemusik yang menentang pernyataan genetika tersebut dan juga menuntut untuk melihat kondisi lingkungan dan seberapa besar dan efektif usaha yang dilakukan untuk melatih kemampuan bermusik tersebut. Sebuah pemikiran bahwa pemusik haruslah terlahir dengan genetika seorang pemusik adalah seringkali pemikiran yang terlalu kontroversial bagi kita dewasa ini, seakan kita tidak mempunyai kuasa atas masa depan kita dan pilihan hidup kita.

Adalah sesuatu hal yang lucu bahwa di jaman yang kental dengan meritokrasi seperti saat ini, kita jarang sekali menyentuh soal genetika dan bakat untuk banyak pilihan profesi lain. Katakanlah untuk menjadi seorang akuntan, pedagang, pengacara, staf HR, ataupun direktur keuangan dan salesperson kita hampir tidak pernah menempatkan genetika sebagai faktor kesuksesan orang tersebut. Selalu untuk banyak profesi lain, kita menafikkan bakat dan banyak menempatkan kerja keras dan kecerdasan umum sebagai kunci kesuksesan, bukan genetik sama sekali. Menarik bukan?

Apakah menjadi musisi harus dengan genetika? Mungkin melihat musik sebagai kegiatan fisik, memang mereka dengan fitur tubuh yang mendukung akan lebih cepat beradaptasi dengan instrumennya. Namun musik tidak serta merta terbatas pada memainkan instrumen saja, masih banyak kegiatan lainnya dalam posisi sebagai pemusik. Dan tentunya dengan penelitian ini, musisi seakan terasa sebagai profesi ‘beda’ untuk orang-orang yang terlahir ‘berbeda’ pula; sebuah pemikiran yang bisa terasa terlalu ofensif.

Tapi apabila memang genetika, bakat, kondisi lingkungan dan kerja keras dapat menentukan keberhasilan seorang musisi, ratio ketiganya masih berada di area abu-abu untuk menentukan seberapa orang tersebut akan berhasil dalam bidang musik. Banyak penelitian lanjutan yang harus dilakukan untuk melihat fenomena ini. Dan tentunya apabila musisi diteliti sedalam ini, mungkin peneliti juga harus mengembangkan penelitian ini untuk cabang profesi yang lain juga, selain musisi dan atlet.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: