Kabar Terkini

Mengintip Berliner Philharmoniker dan Digital Concert Hallnya


Sebenarnya melihat video marketing macam ini saja sudah menarik. Tentu saja karena dikemas dengan cara yang menarik juga, namanya juga video untuk berjualan.

Pertanyaan saya sekarang saat ini, apakah videografer kita di berbagai konser saat ini juga melek musik seperti sutradara-sutradara yang bisa kita lihat dalam video ini?

Sutradara mengarahkan campers (cameraperson) dengan berbekalkan partitur dan citarasa yang tinggi. Ok, kita tidak perlu berdebat mengenai keberadaan infrastruktur teknologi yang jelas dimiliki gedung Philharmonie ini, tapi sepertinya selama ini saya melihat banyak video dan tayangan konser-konser orkestra dan pertunjukan panggung di Indonesia kurang terkoordinasi dengan baik, citarasa kurang terbina bahkan dari hal yang sederhana seperti sudut pengambilan gambar dan timing kurang matang. Alhasil, seringkali kita yang menonton merasa janggal secara visual -seakan pengambilan gambar hanya berdasarkan teknik coba-coba dan spontan tanpa persiapan sama sekali. Akibatnya adalah cuplikan-cuplikan dan angle gambar yang kurang memiliki pesan bagi penontonnya.

Sebagai catatan, teknik videografi yang baik akan mempengaruhi pengemasan sebuah pertunjukan, bahkan mempengaruhi bagaimana penonton mengalami pertunjukan yang ia saksikan lewat layar kaca tersebut. Tidak heran konduktor terkenal seperti Herbert von Karajan yang juga pernah bekerja selama 30 tahun lebih di Berlin Philharmonic memberi perhatian yang sangat mendalam akan bagaimana pertunjukan dikemas dalam sinematografi yang menarik, intens dan sarat artistri. Mengherankan mungkin seorang konduktor selain berdiri mengaba tapi juga duduk di belakang kamera dan layar televisi utk memastikan gambar yang diambil san sudut yang diambil mendukung dramaturgi dari musik yang dibawakan.

Tradisi inilah yang dijaga oleh orkes kota Berlin ini untuk terus dikembangkan hingga bentuknya sekarang, walaupun sang konduktornya sekarang tidak lagi memberi arahan bagai seorang sutradara. Inisiatif dan dedikasi pada teknologi luar biasa melekat pada Berlin Philharmonie, termasuk dalam kualitas eksekusinya dilapangan. Kini penikmat musik bisa mengakses secara langsung konser ataupun menonton konser-konser arsipnya apabila berlangganan di laman maya orkes ini, dan kita disuguhi tampilan yang menawan di layar kaca.

Semoga kita tidak terlalu lama untuk mengejar ketertinggalan kita membentuk pengalaman berkualitas menonton konser dari jarak jauh. Pun apabila kita berhasil menciptakan video-video berkualitas ini, penonton jarak jauh menjadi semakin terdorong untuk menyaksikan pertunjukan secara langsung yang pastinya tidak kalah seru.

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: