Kabar Terkini

Dicari: Eksekutif Muda Profesional


Kadang jadi pertanyaan dalam diri kita, apakah sudah organisasi seni yang ada di sekitar kita, managemen kelompok penampil, kelompok seniman, asosiasi seniman, managemen gedung pertunjukan, dewan-dewan kesenian, sekolah dan sanggar seni sudah dibina oleh mereka yang memiliki kemampuan managerial yang tepat?

Semakin banyaknya organisasi seni mengharuskan semakin profesionalnya level management dari setiap organisasi tersebut. Bahkan tidak sedikit dimana kemampuan managerial itu semakin spesifik untuk bidang-bidang tertentu. Namun kecenderungan untuk memiliki management yang tidak mengerti sisi managerial dari sebuah organisasi nampaknya masih jadi penyakit yang cukup kental di Indonesia. Kecenderungan yang sedemian sebenarnya menjadi potensial resiko bagi organisasi dan brand yang ingin dibangun organisasi tersebut. Nama baik dan kredibilitas pun seringkali jadi taruhan.

Nyatanya, kemampuan managerial itu menjadi suatu hal yang mutlak dimiliki oleh pribadi-pribadi yang bergelut di dalam sebuah organisasi seni. Namanya pun organisasi, bukan sekumpulan gagak-gagak yang ribut bersuara dan berebut makan. Butuhnya kemampuan komunikasi dan skillset yang sesuai dengan bidang kerjanya adalah modal utama. Setiap mereka yang bekerja pada bidang pemasaran, keuangan, operasional haruslah mampu menjadi profesional muda yang kuat dan memiliki kemampuan yang cocok untuk setiap bidangnya tersebut.

Namun apakah hanya itu yang dicari dari seorang yang bekerja dalam organisasi seni? Sayangnya tidak. Ada atribut lain yang jadi kekuatan utama, yaitu kecintaan pada seni dan manusia.

Banyaknya staf dan jajaran managemen organisasi seni yang tidak mengerti dan tidak mencintai seni sebenarnya perlahan membunuh banyak organisasi seni. Terlebih apabila kita melihat bahwa organisasi seni di Indonesia banyak yang masih berjuang keras untuk bertahan hidup. Tanpa sentuhan orang-orang yang sungguh peduli pada visi organisasi organisasi tidak akan berkembang. Pun organisasi seni harus terus berinovasi dan mau untuk menjangkau lebih.

Kecenderungan sebuah organisasi hanya untuk mengandalkan senimannya untuk memancarkan kecintaan pada seni itu adalah sebuah usaha yang sia-sia. Seluruh jajaran pendukung di belakangnya harus memancarkan kecintaan tersebut. Hanya dengan demikian organisasi pun tetap setia pada bentuk kesenian dan kegiatan yang dijalankannya sekaligus mau terus mengembangkan seni itu sendiri.

Kecintaan tersebut akan semakin tampak apabila profesional itu juga mengerti proses berkesenian itu sendiri. Tidak sedikit jajaran managerial seni di luar negeri pun sempat mengecap pendidikan sebagai seorang seniman, sehingga mereka mengerti cara berpikir dan proses kreatif itu sendiri. Mereka adalah seniman yang ‘membelot’. Jadi seringkali tidak heran apabila mereka mengerti sangat dengan kebutuhan seni itu sendiri dan bahkan memiliki selera yang kuat dan memiliki pengetahuan yang luas akan seni yang ia kelola.

Di sisi lain, kecintaan pada manusia dan kemanusiaan adalah hal kunci. Seni pada dasarnya mendefinisikan kemanusiaan itu sendiri, pun apabila tanpa kecintaan pada kemanusiaan seringkali berbagai inisiatif organisasi yang direncanakan bisa jadi tidak berpangkal pada manusia dan mereka yang nantinya akan menikmati karya seni tersebut ataupun pada senimannya. Sebuah organisasi yang tidak memberi manfaat secara optimal bagi insan yang tergabung di dalamnya seringkali tidak akan bertahan lama dan tidak akan mampu berevolusi sesuai kebutuhan dari seni dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Nyatanya masih banyak organisasi seni kita mengandalkan mereka yang tidak profesional di bidangnya, pun tidak pula memiliki kecintaan dan wawasan akan seni itu sendiri. Pun tidak sedikit dari mereka yang sudah memiliki dua atribut di atas, ternyata tidak memiliki kecintaan pada kemanusiaan itu sendiri. Bukan hal yang mudah untuk dicari, namun pastinya menjadi profesional di bidang seni bukan soal gaya-gayaan, melainkan soal dedikasi, visi, profesionalitas dan kepedulian.

Jadi bukanlah suatu hal yang mengada-ada bila organisasi seni kita memampangkan: “Dicari: Eksekutif Muda Profesional” untuk mengelola organisasi seni kita.

 

Iklan
About mikebm (1217 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: