Kabar Terkini

Lama dan Baru Berasimilasi


katerina Chrobokova2Lama dan baru seringkali dianggap bertolak belakang, satu berlawanan dengan yang lain bak seteru yang tidak kunjung usai. Lama dan baru seringkali dipertentangkan. Tapi malam ini di Festival Salihara 2014 – Teater Salihara, Katerina “KATT” Chroboková menjadi perwujudan keduanya yang kuat mengikat satu dengan yang lain, seorang musisi organ pipa yang mengeksplorasi musik baru dan elektronika, sebuah asimilasi yang sungguh unik.

Organ pipa, bahkan di kawasan Eropa, dikenal sebagai instrumen dinosaurus yang besar dan nyaris punah apabila tidak diberikan penopang hidup lewat musik-musik gereja yang masih menggunakan organ pipa ini. Pun alat musik yang memiliki nilai sejarah hampir 500 tahun ini seringkali tidak terstandarisasi, sebagian dikarenakan beragamnya teknik pembuatan dari tahun ke tahun sehingga dapat dikatakan tidak ada satupun organ pipa di dunia yang berformat sama, dengan teknologi suara yang sama. Alhasil, setiap komponis sebenarnya memiliki ide suara yang berbeda akan sebuah instrumen organ.

Untuk menyikapi itu sekaligus untuk memberikan citarasa otentik dari setiap organ yang dimaksudkan oleh setiap komponis, KATT secara khusus menerbangkan organ 5 manual elektroniknya yang tersambung dengan seperangkat komputer dengan perangkat lunak yang mampu menyimpan berbagai suara asli organ di dunia sehingga ia mampu mereproduksi suara yang seyogianya dikehendaki oleh komponis. Di blackbox theatre seperti Salihara ini menjadi solusi yang terbaik karena memang apabila resital berpindah ke organ lain pun di Jakarta tidak akan mampu meniru suara organ yang dimainkan J.S. Bach ataupun Messiaen.

Asimiliasi lama dengan baru dengan sangat jelas terlihat ketika Katerina membuka resital dengan karya terkenal Bach Toccata dan Fuga dalam D minor BWV565 yang sangat terkenal, bahkan mewabah banyak ringtone handphone beberapa tahun yang lalu. Karya ini tentunya dipilih sebagai bentuk penghormatannya pada J.S. Bach yang selain seorang organis handal, berhasil mengangkat musik organ pipa ke tingkat lanjut.

Katt kemudian melanjutkan dengan gubahannya sendiri “Slavkof” yang mengikat melodi Slavic yang terkadang terdengar seperti modus Aeolian Keltik dimainkan dengan organ seakan membawa organ jauh kembali ke akarnya di musik abad pertengahan. Selanjutnya dalam karya Olivier Messiaen, “Communion et Sortie” dari Messe de la Pentecôte, Katerina menghadirkan kembali suara organ yang dimainkan Messiaen di Gereja Sainte-Trinité di Paris. Bermain dengan virtuositas penuh, organis asal Republik Ceko ini dengan lugas mengeksekusi permainan musik atonal Messiaen yang kaya dengan suara alam dan kicau-kicau burung liar. Keindahannya tetap membuahkan pengalaman mistik tersendiri, dan keheranan bagaimana musik ini memungkinkan untuk disuguhkan dalam sebuah ibadah.

KATT yang kini sedang menyelesaikan program doktoralnya di Janacek Academy of Music and Performing Arts di Brno dan L’Ecole Doctorale Esthétique, Sciences et Technologies des Arts (EDESTA) Université 8, Paris, pun menutup bagian pertama dengan mengambil inspirasi dari nyanyian gregorian Veni Sancte Spiritus, dimana ia sembari bermain organ, juga mengeksplorasi suara-suara elektronika dan bernyanyi. Berbagai nuansa dari simplisitas hingga kengerian muncul lewat kluster nada yang ditimpakan, suaranya yang menyanyi lembut, disusul bisikan yang berpuncak pada doa-doa ekstase yang menggeram dan berakhir dengan simplisitas gregorian dan gemerincing lonceng memberi warna teks religius dimana ia bersumber.

Di babak kedua, KATT mengetengahkan karya-karyanya sepenuhnya. Sebagai seorang musisi elektronik, KATT merekam suara-suara di sekitarnya dan memanipulasinya dan dipadu dengan permainan organ pipanya dan olah vokalnya. Kreasinya ini sungguh berbeda dengan organ pabrikan jejadian yang kita kenal di pasar saat ini. Sebagai seorang muda, ia pun tidak terlepas dari beat-beat musik techno yang lebih aksesibel. Hingga jadilah perpaduan semuanya yang mengasimilasikan beat techno yang mudah ditangkap, eksplorasi suara elektronik seperti suara manipulasi pipa dan dentang palu pada bidang besi dengan suara-suara organ bersejarah di dunia. Tidak lupa suaranya yang membius memberikan ragam nuansa ala new age yang kental, kadang meditatif kadang membakar.

katerina Chrobokova1Gubahan KATT “My Mother”, “Earth”, “Mantra”, dan “Gain” dimainkan dengan sesekali berbekal birama jamak yang timpang, sungguh seakan mengeksplorasi simbolisme dari perpaduan suara, kata dan nada hingga perpaduan harmoni. “Flames of Love” juga juga berangkat dari kata-kata yang berulang dalam ketenangan hingga penuh hasrat, berpadu dengan riff-riff khas musik rock yang menurut KATT diinspirasikan oleh rekannya sesama musisi elektronik Igor. Demikian juga “Inside the Apple” yang memadukan riff pada organ dengan kaki dengan lincah memainkan pedal ostinato (mengulang-ulang frase pendek), sesekali muncul sentuhan toccata yang rumit namun tenang dan sesekali kalimat yang natural melantun.

Sebagai penutup, Katerina sungguh menyimpulkan asimilasi dan petualangannya menjadi siklus penuh lewat permainan yang cemerlang dari J.S. Bach, Toccata dalam D minor BWV538. Diawali dan ditutup dengan sang legenda J.S. Bach, keduanya dalam D minor, sebuah siklus penuh antara baru dan lama. Asimilasi yang cantik yang ditutup dengan sebuah trinada D mayor yang terang benderang.

Penonton pun melonjak girang. Dan satu encore pun ditampilkan, hanya sebagai pemuas, karena agaknya chord picardian D mayor dari Bach sebenarnya sudah merangkum tuntas pergelaran malam itu.

~ masi bisa disaksikan selasa malam ini di Salihara

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: