Kabar Terkini

Cinderamata Manis dari Erie Setiawan


SMS2Tidak semua kita bisa melihat musik dan seni secara cerdik, tidak semua kita juga bisa mengungkapkannya dengan berselera. Dan tidak semua kita bisa mengupasnya dengan gaya bahasa yang damai dan alamiah.

Itulah kesan yang terlukis dalam kumpulan tulisan-tulisan musikolog muda Erie Setiawan. Bukunya yang berjudul Memahami Musik & Rupa-rupa Ilmunya atau dikenal dengan judul lamanya Short Music Service #2 ini merupakan buah tangannya untuk musik. Bukunya sendiri diterbitkan oleh Art Music Today, organisasi yang ia pimpin dan berkomitmen dalam pengembangan keilmuan musik seni di tanah air yang bermarkas di Yogyakarta. Pusat Informasi Musik, begitu sebutannya.

Tidak diragukan lagi kualitas seorang Erie Setiawan sebagai seorang musikolog yang punya ketajaman dalam berpikir. Coret-coretnya bisa berangkat dari hal yang bersifat banal, tapi lucunya penuh warna personal yang memikat. Kritikus musik mana yang akan berbicara akan resiko seorang mertua yang punya menantu musisi, dan kisah makelar musik yang memang ada di dunia musik, termasuk musik seni, sebagaimana dunia lainnya di mana arus kapital mengalir?

Gaya bahasanya lugas, dan menyentil. Budaya “job”, “sarjana musik yang ragu ilmunya dibutuhkan” ia kupas sebagai bentuk kepedulian pada krisis identitas seni, dan pada kegalauan pendidikan seni musik dan tujuannya. Pandangannya yang dalam tulisannya dibumbui istilah-istilah Bahasa Jawa yang menjadi bahasa ibunya bukan serta-merta sibuk berbicara soal seni sebagai tujuan, tapi juga luwes pada pemuliaan insan manusia, mewujudkan pandangan holistik dari seorang musikolog yang sudah seharusnya adalah musisi, antropolog hingga filsuf.

Gaya bahasannya yang lucu ternyata juga disertai pembahasaannya yang akademis, bukti bahwa ia bukan sekedar penulis jalanan, namun memang pribadi yang ditempa didikan jurusan Musikologi, Institut Seni Indonesia Jogja. Di satu artikel ia bisa bersoloroh nakal, di tulisan lain ia rajin mengutip musikolog, filsuf, psikolog, paedagog bahkan teolog untuk mengurai makna musik dan kemasyarakatan. Bukan iseng-iseng ala Togog. Ia pun bebas bergerak dari fenomena-fenomena ibu-ibu kampung yang berinisiatif bermusik ala ndeso, hingga barisan bergaya di orkes-orkes simfoni pop-popan ibukota. Ia pun mampu berangkat dari kelompok keroncong, hingga komponis macam Stravinsky hingga Bach dan Guido d’Arrezo di Eropa sana.

Namun di ujung sana, selalu terukir kepercayaan Erie yang kini bermukim di Yogya dan mondar-mandir Yogya-Solo, akan seni musik yang memiliki aspek transenden. Di tangannya, fenomena musik dikupas hingga maknanya yang bisa memberi makan jiwa pendengarnya. Kritik akan fenomena kebisingan pun dikuti tulisan obituari akan tokoh-tokoh musik Indonesia yang tidak dikenal industri macam Suka Hardjana dan Slamet Abdul Sjukur. Sesekali curhat soal modal ngamen, tepuk-tepuk tangan, dan kuat jalan kaki jarak jauh.

Tujuannya untuk memperkaya khasanah buku keilmuan yang membahas tentang musik sudah nyata lewat buku ini. Tulisannya yang runut asyik diikuti. Pintar tapi tidak sok menggurui. Mungkin banyak yang bertanya, di manakah tempat buku merah ini di tengah gelontoran skripsi dan thesis musik yang kedengaran cendekia tapi sibuk mengumpulkan debu di perpustakaan? Nyatanya buku ini adalah cinderamata kecil yang cantik. Satu di antara sedikitnya terbitan buku yang pantas menghubungkan masyarakat lepas dengan keilmuan musik.

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Memahami Musik dan Rupa-rupa Ilmunya | Ivy
  2. Resensi Buku ‘Memahami Musik & Rupa-rupa Ilmunya’: Cinderamata Manis dari Erie Setiawan | Ivy
  3. Memahami Intuisi dan Titik Balik Musikologi | A Musical Promenade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: