Kabar Terkini

A Musical Promenade 7 Tahun


Di bulan November ini, blog A Musical Promenade sudah memasuki usianya yang ketujuh. Terimakasih saya ucapkan untuk segenap pembaca yang masih menyempatkan waktu mengintip kicauan dan ocehan di blog ini. Usia tujuh tahun bukan usia yang pendek, namun juga bukan usia yang panjang.

Dan di usia yang ke-7 ini, blog ini telah memecahkan rekor dengan memuat total 53 buah ulasan konser, dengan 51 buah saya tulis sendiri dan 2 kontribusi dari penulis tamu sejak Januari 2014 hingga kini di bulan November. Ini adalah jumlah ulasan konser terbanyak dalam setahun meninggalkan jauh prestasi terbaik tahun lalu yang hanya sejumlah 31 buah ulasan konser.

53 buah ulasan konser ini melengkapi blog A Musical Promenade hingga 194 buah ulasan yang ditulis sejak 2007 pun melengkapi 124 buah tulisan di tahun ini. Adapun tulisan opini di tahun ini sejumlah 37 tulisan yang menjadi bagian dari 184 buah total tulisan opini selama 7 tahun ini. Tahun ini juga menjadi titik awal bagi blog ini mengulas buku-buku ilmu musik karya anak bangsa dengan 3 buah buku yang diulas.

Angka tujuh (7) adalah angka yang dianggap beberapa budaya sebagai angka spesial. Namun spesial ataupun bukan, ini hanyalah sebuah permulaan. Dilihat dari usia manusia, tujuh tahun baru seusia anak lulusan TK, dan masih banyak kesempatan untuk terus berkembang. Ini hanyalah sebuah titik tolak untuk masa depan yang lebih baik. Pun bulan November ini genap sebulan digunakannya alamat http://www.musicalprom.com secara resmi untuk blog A Musical Promenade ini.

Selamat ulang tahun A Musical Promenade, semoga di usia yang ketujuh ini tetap setia menjadi suar bagi seni. Karena seperti taglinenya, “Dynamics of the Arts”, Seni Musik pun terus berdinamika. Mari kita terus bekerja, dan tentunya terimakasih pada para pembaca yang setia mendukung.

Iklan
About mikebm (1262 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: