Kabar Terkini

Merayakan Musik Baru, Merayakan Keragaman Bunyi


YCMFBeberapa dari kita seringkali walaupun mengaku sebagai pecinta musik, bahkan pecinta musik klasik seringkali acuh tak acuh terhadap musik baru atau beberapa orang sebut sebagai musik kontemporer atau musik avant-garde atau musik modern dan sebagainya. Padahal kalau dirunut-runut, musik baru ini adalah buah langsung dari musik klasik yang kita biasa kenal.

Jujur saja, pendapat bahwa tak kenal maka tak sayang adalah benar dari sedikitnya peminat untuk musik ini. Memang dibutuhkan komitmen yang lebih tinggi, karena musik baru dikarenakan baru bisa jadi adalah ranah yang tidak familiar bagi banyak pecinta musik klasik. Pecinta Beethoven, Brahms, atau Tchaikovsky bisa jadi tidak terbiasa dengan musik klasik yang diciptakan seorang komponis Indonesia kelahiran Padang atau Purwodadi di tahun 1980-an misalnya. Pun penikmat musik jazz dan rock tidak tentu tahu ini musik macam apa. Jangankan yang lain, pecinta musik baru pun bisa jadi tidak tentu tahu apa yang akan dipersembahkan di panggung. Ini adalah panggungnya dunia antah berantah.

Tapi inilah indahnya musik baru. Bagi mereka yang selalu tergoda dan jiwa penuh petualang, adalah wajib hukumnya untuk merambah musik yang tidak dikenal ini, mungkin pertama kali bukan karena cinta melainkan karena keingintahuan dan penasaran akan sensasi. Namun yang pasti memang dibutuhkan sebuah keberanian untuk berani terekspos pada sebuah pengalaman yang tidak pernah kita alami sebelumnya, meninggalkan zona nyaman.

Karena pergerakan musik baru itu selalu dinamis dan tidak pernah berhenti menelurkan karya musik baru, maka semangat eksplorasi itu sendiri adalah sebuah konstan di dunia ini. Di sini pendengar bukan diajak untuk mendengar yang enak atau yang biasa atau yang lumrah, tapi mendengar yang “lain”, sebuah alteritas yang mungkin bukan seperti keterasingan Schoenberg, malahan harus diraih dan direngkuh.

Pun seperti yang sudah pernah dikemukakan dalam tulisan saya yang lalu, musik ini adalah musik yang memang sungguh Indonesia, kekayaan negeri kita kini. Yang diturunkan dari tradisi musik Barat berpadu dengan tradisi musik Indonesia dan kekayaan lokal yang sungguh kita. Musik baru ini membuka cakrawala yang tidak pernah terjelajahi, dan menemukan dan meciptakan keragaman yang sungguh berharga. Indonesia kini, bisa jadi itu kata orang-orang. Bebunyian ini pula yang nantinya akan merentang batas, menjadi jembatan komunikasi banyak komponis-komponis mancanegara dengan lengkap dengan komunitas musisinya dengan komponis dan pendengar yang tidak berbatas.

Selama beberapa hari ini di Yogyakarta diselenggarakan Yogyakarta Contemporary Music Festival yang menjadi penghubung insan-insan penggerak musik kontemporer. Jujur saja acara yang diarahkan oleh komponis Michael Asmara adalah sebuah gerakan yang idealis, menampilkan karya-karya musik kontemporer modern Indonesia dan negara-negara tetangga yang tahun 2014 ini bertajuk “Sounds of Asia”. Namun buktinya acara ini sepertinya menjadi ajang silaturahmi bagi komponis-komponis di regio ini. Komponis-komponis ASEAN dan Asia Pasifik menyemut ke acara ini untuk bertukar ide, mendengarkan, dan bersahabat dengan para kolega. Pun pendengar akan mungkin akan tersentak, tersentuh, tercabik, terbuai oleh sensasi musik yang mampir di telinga.

“Anda belum belajar untuk mendengarkan dan merengkuh sensasi musik apabila belum membiarkan diri Anda terpapar dan diterbangkan keragaman bebunyian musik baru…”

Mari merayakan bunyi, merayakan musik, merayakan Indonesia, merayakan manusia, merayakan kita…

~ memandang iri mereka yang bisa menyaksikan YCMF 2014 ini. Sukses ya di sana… Sedih rasanya tak bisa ikutan menonton ke sana.

Iklan
About mikebm (1289 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: