Kabar Terkini

Jenis Kelamin di Orkes


Di luar sana, seksisme atau studi tentang jenis kelamin dan perannya dalam masyarakat bukan cuma milik studi antropologi ataupun sosiologi. Bahkan sudah masuk dalam dunia orkestra terutama jika ditilik dari sisi orkestra sebagai badan pemberi kerja.

Berikut adalah data infografik yang menarik tentang kesetaraan gender dalam hal pekerjaan di orkestra Amerika Serikat. Lihat di sini. Mereka membandingkan sungguh peran pria dan wanita dalam sebuah orkestra, dan dalam kemungkinan mereka memegang tampuk kepemimpinan dalam orkestra, baik sebagai prinsipal, concertmaster maupun konduktor.

>> Graphing Gender in America’s Top Orchestras <<
Menarik bahwa isu ini juga sebenarnya ada di Indonesia, walaupun di sini tanpa didukung data yang lengkap. Sama seperti di Amerika, untuk alat musik gesek wanita di Indonesia mendapatkan tempat yang cukup setara. Sedangkan di sisi tiup, pemain alat musik tiup kayu maupun logam, kita masih belum banyak melihat pemain wanita di atas panggung. Untuk tiup kayu, flute seperti di AS lebih favorit di kalangan wanita dibanding alat tiup lainnya. Untuk tiup logam, di AS banyak wanita yang memainkan french horn, walau belum setara lebih banyak persentasenya dibanding alat musik brass lain. Namun di Indonesia, masih jarang kita melihat pemain french horn di panggung, lebih banyak trompet sepertinya. Perkusi pun masih jarang wanita. Namun alat musik yang memang didominasi wanita secara mutlak adalah harpa.

Studi ini sebenarnya bisa dilihat lebih lanjut dan diluaskan bukan hanya untuk orkestra saja namun juga ke instrumen-instrumen lain. Saya masih lebih banyak melihat guru piano wanita dan juga vokalis wanita dalam paduan suara dan juga guru vokal wanita dibandingkan yang pria. Juga katakanlah pemain gitar, pria sepertinya masih terlihat lebih banyak dibanding wanita.

Argumen saya diatas memang belum didukung data yang akurat. Dan mengingat kita berada di Indonesia di mana penampil orkes tidak terlalu banyak, mungkin kita harus melihat lebih jauh bukan hanya dalam dunia lapangan kerjanya saja, tapi harus melihat jauh kedalam institusi pendidikan musik juga. Apakah rekrutmen murid dan sistem pendidikan yang dibentuk memang berpihak pada satu gender saja, ini adalah pertanyaan yang harus dijawab.

Kalau ingin lebih dilebarkan, kita juga harus melihat angkatan kerja secara umum dan juga kecenderungan di industri lainnya, dan bukan hanya sekedar seni. Katakan dunia IT, Retail, Finansial, Migas, Manufaktur, industri kreatif dan lainnya, juga harus kita lihat lebih lanjut. Belum lagi apabila kita lihat secara struktural juga, apakah wanita lebih mudah merangkak dalam tangga karier daripada pria di setiap bidang pekerjaan tersebut? Apakah ini hanya sekedar terjadi di seni ataukah permasalahan sistem pendidikan kita ataukah kesetaraan tenaga kerja secara umum?

Ternyata isu-isu ketenaga kerjaan ini sebenarnya bisa menjadi topik penelitian yang baik, termasuk di dunia seni. Ternyata masih banyak sisi lain yang bisa digali dari dunia seni musik dan orang-orang disekitarnya. Ada yang mau lanjutkan dalam bentuk studi formal dan didukung data-data yang valid? Tujuan di sini bukanlah soal peran mereka harus sama, tapi lebih kepada untuk melihat fenomena dan belajar membentuk dunia kerja yang lebih kondusif untuk pria dan wanita di dunia musik.

Kalau mau dibawa rumit, gambar di atas saja bisa tidak setara secara gender, mengapa wanita harus pink dan pakai rok?😀

 

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Jenis Kelamin di Orkes

  1. Jepang: gaji eksekutif wanita selalu di bawah pria. Tapi gaji concert master atau pemain orkes tidak dibedakan gender.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: