Kabar Terkini

Konser Anak Sekedarnya


Tren saat ini di dunia pertunjukan adalah semakin maraknya konser anak. Bahkan di Aula Simfonia Jakarta pun konser anak adalah program yang berkala yang memang ditujukan untuk pemirsa anak-anak. Dengan pemilihan karya yang menarik dan dekat dengan kehidupan anak-anak, konser-konser seperti ini di harapkan mampu meningkatkan apresiasi musik klasik di kalangan anak-anak selain sebagai sarana edukasi yang menarik.

Di sela mulia dan baiknya tujuan konser anak, memang terselip sebuah keprihatinan yang muncul. Seringkali berkedok konser anak, konser-konser macam ini menjadi pertunjukan low-budget dengan penggarapan yang juga ala kadarnya. Dengan alibi sebagai pertunjukan yang dibuat khusus untuk anak-anak yang belum tentu sudah paham dengan kualitas musik, seringkali penggarapan acara dan musik yang dilakukan hanyalah seadanya. Toh, mereka juga belum mengerti bagaimana pertunjukan yang baik.

Sedihnya hal ini terjadi hampir di berbagai tempat, baik yang ada di sekolah-sekolah musik maupun yang ada di gedung-gedung konser di kawasan. Apabila biasanya pagelaran lebih teratur rapih, untuk penampilan untuk audiens anak, yang ada malah pagelaran diadakan seadanya, dengan penampil kelas dua dengan penggarapan yang setengah-setengah.

Ya, mengadakan konser anak saja memang sudah sulit. Tapi menampilkan terbaik yang bisa dilakukan adalah keharusan, terlebih bahwa penampilan ini adalah untuk memupuk keberlangsungan musik di masa yang akan datang. Penggarapan yang seru dan asyik bagi penonton anak-anak tentunya butuh kerja keras yang lebih dari cuma sekedarnya. Herannya adalah apabila dengan usaha separuh-separuh ini, penyelenggara berharap apresiasi anak-anak akan musik bisa berkembang. Tentu ini adalah salah kaprah.

Tidak ada yang salah dengan pemanfaatan budget yang lebih bijak, terutama dalam pergelaran konser anak. Namun penghematan ini hendaknya juga diikuti oleh fokus yang lebih besar pada pengembangan konten baik musikal maupun verbal, ataupun kalau perlu teatrikal agar penonton-penonton belia ini mampu merasakan dan mengalami pengalaman menonton yang menggugah dengan efektivitas budget yang sebaiknya.

Pertunjukan visual dan penyampaian yang menarik disertai dengan kualitas musik yang tidak kalah baik adalah senjata yang harus dikenakan dalam peperangan memenangkan hati insan-insan muda ini. Aksi teatrikal, permainan cahaya dan bahkan kostum serta narasi harusnya bisa menjadi penampilan menarik buat pertunjukan ini. Dan penggarapan yang setengah-setengah tentunya adalah tabu untuk konser yang sebenarnya secara nilai esensi tidak kalah besar dibandingkan konser untuk orang-orang dewasa.

Salah-salah dalam mengolah konser ini bisa jadi malah menjadikan konser ini menjemukan bagi anak-anak. Alih-alih mereka menyukai, yang ada mereka malah kapok dan tidak lagi ingin ikut serta menonton acara seperti ini. Yang parah adalah mereka akhirnya menutup hati untuk musik macam ini. Tujuan pun tidak tercapai, konser pun hanya jadi kesia-siaan belaka.

Yang nyata adalah konser yang bertujuan menjangkau penonton baru tidak pernah bisa dianggap setengah-setengah. Ini bukanlah soal sekedar menggali popularitas kosong, tapi lebih kepada aksi nyata mempertahankan keberlangsungan seni lewat akses yang terbuka. Dan yang namanya membuka tidak pernah pekerjaan gampangan, butuh usaha dan bukan asal-asalan.

 

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: