Kabar Terkini

Sedikit Kabar Bursa Transfer


Kita akan melihat pertukaran besar bak substitusi pemain sepak bola di awal musim di tahun 2017-2018 nanti. Akan terjadi perobakan besar-besaran kepemimpinan artistik di berbagai orkestra besar di dunia. Dan ini akan menambah seru percaturan kepemimpinan ensembel-ensembel besar di dunia.

Kontrak Simon Rattle sebagai Direktur Musik Berlin Philharmonic akan habis di tahun 2017, juga dengan kontrak London Symphony Orchestra dengan Valery Gergiev di tahun 2017. Philharmonia Orchestra yang berbasis di London juga akan melepas Esa-Pekka Salonen di tahun 2016 dan akan kekosongan posisi pemimpin artistiknya.

Di seberang samudera Atlantik, orkestra tertua di Amerika Serikat, New York Philharmonic akan melepas direktur musiknya saat ini Alan Gilbert yang telah menjabat hingga kini selama lima tahun. National Symphony Orchestra yang berbasis di Washington DC pun akan melepas Christoph Eschenbach yang kini menjabat direktur musik. Orkestra papan atas lain seperti St. Louis Symphony juga belum memperpanjang kontraknya dengan David Robertson, direktur musiknya kini yang berakhir di akhir musim 2017-2018. Di daerah lain, Milwaukee Symphony juga akan melepas direktur musiknya di tahun 2017, sedang orkes besar di sisi barat AS, Los Angeles Philharmonic pun baru memperpanjang kontrak dengan konduktor yang menjadi fenomena beberapa tahun lalu, Gustavo Dudamel sebagai direktur musiknya hingga musim 2018-2019. Bintang muda Pablo Heras-Casado pun akan menyudahi kontraknya dengan Orchestra of St. Luke’s di tahun 2016-2017.

Kabar yang sedikit menenangkan berhembus ketika Yannick Nezet-Seguin akan bertahan di Philadelphia Orchestra hingga 2022, memperpanjang kontrak aslinya yang berakhir di tahun 2017. Tapi karena banyaknya kursi yang akan kosong dalam 2 tahun kedepan, tentunya orkestra-orkestra ini akan mulai sibuk mengamati dan mengundang konduktor-konduktor tamu sebagai prospek direktur musik mereka di masa mendatang. Uji coba mungkin sebutan yang tepat, untuk melihat chemistry di antara orkes dan prospek.

Umumnya sangat sulit untuk seorang konduktor profesional untuk mengelola jadwal apabila menjadi direktur musik lebih dari 2 ensembel karena umumnya kontrak direktur musik mewajibkan kehadiran sekitar 20 minggu bersama dengan orkestranya. Kewajibannya ikut menentukan jadwal konser dan tema besar konser, turut merekrut dan mengaudisi pemain, turut dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang dituntut oleh orkestra dan halauan artistik secara umum tentu sudah memakan waktu selain kewajibannya memimpin latihan dan konser di orkes tersebut. Pun memimpin dua orkes dengan kaliber sama besar juga hampir mustahil, terutama dari segi waktu.

Jadi, dengan kosongnya kursi-kursi ini, benar-benar kita akan melihat lalu lintas visi misi dan idealisme artistik orkes dan kedekatannya dengan konduktornya. Memang akan terasa seperti bursa transfer pemain bintang sepak bola di klub-klub besar.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: