Kabar Terkini

Vox Luminis dan Eksplorasi Schutz


Vox LuminisMenjelang musim semi di Lucerne memang selalu diisi oleh festival meriah. Kali ini Lucerne Festival at Easter menggelar berbagai penampilan selama seminggu penuh di kota bersejarah yang terletak di samping Danau Lucerne yang dikelilingi oleh perbukitan ini. Festival yang diselenggarakan mulai tanggal 21 Maret 2015 hingga 29 Maret 2015 ini diisi oleh 9 konser dan tiga hari masterclass pengaba, sebuah acara yang cukup padat di sebuah kota yang terbilang tidak terlalu besar ini.

Di malam Senin, Lucerne Festival at Easter memasuki hari kedua dan kali di Gereja St. Leodegar Hofkirche yang indah tampil Vox Luminis, sebuah kelompok paduan suara dari Belgia yang mengkhususkan diri pada karya-karya abad 16-18, membawakan karya-karya musik sacra dari zaman barok.

Sebagai sebuah paduan suara yang baru saja memenangi anugerah bergengsi di dunia rekaman musik klasik Gramophone Record of the Year 2013, Vox Luminis yang dibentuk tahun 2004 ini turun dengan 12 orang penyanyi dan 2 orang pemain continuo yang memang menjadi bagian penting dari banyak musik abad 16-18.

Di bawah arahan Lionel Meunier yang juga bernyanyi sebagai bass, ke-12 suara ini sungguh menjadi perpaduan yang kuat. Intonasi yang terus terjaga sepanjang konser menunjukkan bagaimana materi sekaligus tingkat pencapaian teknis yang dimiliki kesemua penyanyinya. Tampil berganti-ganti (kadang sextet, dobel kuartet, atau paduan suara mini) sesuai dengan tuntutan karya, ke-12 penyanyi ini seakan bernafas bersama dengan tingkat detail artikulasi dan kemandirian yang patut dicontoh yang terlebih semakin dibutuhkan di dalam ruang gereja bermotif interior barok dengan gema yang panjang ini.

Gema yang panjang memang di satu sisi bisa memoles bunyi yang dibawakan, namun di sisi lain kejelekan intonasi dan tidak rapihnya eksekusi mampu merusak presentasi karya. Gaung pun mampu memperbesar proyeksi, namun juga mampu mengganggu penyanyi yang kurang pengalaman. Namun malam ini Vox Luminis memang sungguh berkelas. Setiap frase terbangun dengan teliti, demikian juga setiap transisi dari tiap bagian karya terjadi dengan natural dan terjalin dgn erat.

Karya yang dibawakan pun juga bukan karya yang biasa. Membawakan karya berjudul Musikaliche Exequien SWV279-281 karya Heinrich Schütz. Ditulis di tahun 1635, karya ini dipersembahkan bagi wafatnya Count Henry II, Count dari Reuss-Gera yang wafat di bulan Desember 1634. Sebagai sebuah karya yang lahir dari tradisi Kristen Protestan Lutheran, karya ini mengambil bentuk 3 buah kantata yang teksnya dipilih sendiri oleh Henry II, beberapa dari kitab suci dan beberapa dari tokoh Lutheran seperti Marthin Luther, Johann Leon dan Ludwig Helbold. Karya ini pun dibuka dengan himne yang ditulis Marthin Luther sendiri, Mit Fried un Freud ich fahr dahin yang dibawakan Vox Luminis dari gang di antara bangku-bangku gereja di kiri dan kanan yang membawa penonton terbang.

Bergantian, capella, solois, kuartet, sextet, koor ganda melibas karya yang terbilang besar ini. Dengan tema karya yang difokusikan pada tema mengenang hidup seseorang ini, Vox Luminis berhasil membawa karya ini menjadi hidup dengan kecerdasannya menggarap ruang di sekitar gereja untuk memaksimalkan efek. Sesekali solois bersama continuo viola da gamba yang dimainkan Ricardo Rodriguez Miranda pindah bermain di balik rood screen, dekat dengan tabernakel sedang organ Masato Suzuki tetap bermain didepan altar, alhasil solois seakan menjawab dari jauh, menambah unsur dimensi dalam pertunjukan kelompok yang dipimpin Lionel Meunier dari dalam barisan penyanyi.

Selain karya Schutz, karya yang diketengahkan malam itu juga tergolong unik, yaitu musika sacra karya Bach-Bach lain. Banyak dari pendengar musik klasik familiar dengan Johann Sebastian Bach, namun seringkali lupa bahwa ia adalah bagian dari dinasti musik Bach yang terkenal di seantero Jerman kala itu. Ya, pagelaran malam ini menampilkan karya dari Bach-Bach yang lain, Johann Bach, Johann Michael Bach, Johann Christoph Bach, dan Johann Ludwig Bach dalam bentuk motet yang ringkas dan padat dalam tradisi gereja Lutheran.

Malam yang menarik untuk mengenal karya-karya baru dan tentunya Vox Luminis telah tampil memukau bagi penonton kala itu yang memadati gereja yang biasa disebut St. Leodegar ini dan karena sambutan meriah, Vox Luminis membawakan satu buah encore untuk memuaskan hati penonton. Mari kita nantikan pagelaran berikutnya di Lucerne Festival at Easter ini.

Leodegar

 

Iklan
About mikebm (1216 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: