Kabar Terkini

Business Plan Seni: 9 Poin Penting untuk Organisasi Anda


Keindahan bisnis start-up di dunia teknologi informasi akhir-akhir ini semakin terpancar kuat. Hampir 20 tahun lebih industri TI didominasi perusahaan muda yang mendukung kreativitas dan jiwa muda para karyawannya dan semakin banyak di antara mereka yang berdiri dengan fokus ide kreatif dan berfokus pada calon pelanggan. Tidak salah bahwa inovasi dan people-centric business menjadi titik penting dalam banyak bisnis start-up ini.

Memperlakukan seni sebagai bisnis yang lebih terarah seakan menjadi sebuah hal yang dianggap salah di Indonesia. Dengan jargon membela kepentingan masyarakat, namun seringkali banyak organisasi seni di Indonesia yang sifatnya masih sangat muda belum mampu melihat mereka bekerja untuk apa siapa dan dengan cara bagaimana.

Di saat banyak bisnis didorong untuk menyusun business plan yang lengkap, dan sekolah-sekolah bisnis mendorong mahasiswanya untuk menyusun business plan secara lengkap dan meyakinkan, apakah organisasi seni sudah mendorong diri untuk mulai menyusun business plan?

Business plan bukanlah sebuah perencanaan kosong. Business plan lebih berfungsi untuk melihat ke dalam diri sebuah organisasi, bagaimana ia akan berjalan, apa visinya, apakah fungsi utamanya dan outputnya, bagaimana menghasilkan pendapatan agar dapat terus berjalan.

Berikut adalah sembilan hal penting yang perlu disusun dalam sebuah business plan:

  • Deskripsi jelas organisasi: pernyataan visi dan misi, apa saja aktivitasnya dan keunikan organisasi dan produk yang ditawarkan
  • Stakeholder kunci dari usaha ini: siapa saja pihak-pihak utama dari organisasi ini, masyarakat apa saja yang dilayani, komunitas apa yang didukung, karyawan, pemilik, ataupun pemodal. Lihat tulisan tentang stakeholder di sini
  • Organisasi dan operasional: apa yang ingin dicapai dengan berdirinya organisasi ini, bagaimana bentuk dan wewenangnya. Operasional ini dapat menyangkut siapa yang menjalankan fungsi-fungsi yang ada di organisasi, struktur
  • Output: Deskripsi produk yang dihasilkan oleh organisasi secara jelas dan posisinya di pasar.
  • Produksi: Apa saja yang dilakukan dan dibutuhkan untuk menghasilkan produk tersebut dan bagaimana prosesnya.
  • Pemasaran: Bagaimana memasarkan output agar dapat diterima oleh pengguna yang membutuhkannya.
  • Budget dan Keuangan: bagaimana organisasi mengelola keuangannya, pemasukan dan pengeluaran. Selain itu proyeksi keuangan ke depan sesuai dengan rencana perkembangan organisasi juga perlu dilihat
  • Target dan Milestone organisasi dalam jangka waktu tertentu: Apa yang ingin dicapai organisasi dalam 5-10 tahun ke depan.
  • Proses Pengawasan dan Manajemen Resiko : Bagaimana melakukan pengawasan dan pelaporan disinggung di sini dan juga penilaian terhadap resiko yang mungkin dihadapi organisasi.

Contoh format Business Plan untuk seni dapat dilihat di sini.

Membuat business plan bukanlah hal yang sulit, namun juga tidak pernah mudah. Buat dahulu secara garis besar sebagai pedoman untuk organisasi Anda. Banyak yang menyebut dokumen ini sebagai AD/ART, namun sedikit berbeda, karena AD/ART biasanya lebih bersifat normatif sedangkan business plan haruslah lebih strategis dan berfokus pada operasional.

Business Plan haruslah disusun cukup mendetail untuk gambaran yang jelas, namun tidak perlu terlalu mendalam. Perlu diingat, business plan bukanlah standard operating procedure (SOP) yang mengatur langkah demi langkah sebuah proses dalam organisasi ataupun bagian. SOP bisa disusun di kemudian hari untuk membakukan proses untuk operasional sehari-hari seperti proses penyetujuan, proses pembelian ataupun proses pencairan pengeluaran. Business Plan adalah format standar untuk melihat kesungguhan dalam menyusun organisasi, melihat pelanggan dan pihak-pihak yang terlibat dan proses dan organisasi umum.

Seluruh kegiatan dapat kembali berkaca pada business plan dan apabila cocok berarti masih sejalan dengan rintisan organisasi di awal. Dan mungkin juga business plan perlu sedikit disesuaikan sejalan dengan usia sang organisasi dan perkembangannya karena memang ia tidaklah mati dan statis namun berkembang sejalan strategi umum organisasi.

Sekolah untuk mendapatkan gelar MBA sudah melakukannya. Apakah manajemen organisasi seni Anda sudah memulai?

~saya dulu pas kuliah ilmu komputer pun sudah dilatih membuat biz plan, Anda?

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Business Plan Seni: 9 Poin Penting untuk Organisasi Anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: