Kabar Terkini

Salam Chopin untuk Indonesia-Polandia


wiercinski2Menyambut ditegakkannya konstitusi di Polandia 224 tahun yang lalu dan merayakan 60 tahun kerja sama Indonesia-Polandia, nampaknya tidak ada komponis lain yang mampu menjadi duta musik Polandia selain sang komponis romantik Frederick Chopin.

Hadir sebagai penampil tunggal semalam adalah pianis muda Polandia kelahiran tahun 1995 Andrzej Wiercinski. Tampil dengan piano grand Boston di Gedung Kesenian Jakarta, konser malam kemarin menjadi persembahan indah bagi karya-karya komponis Polandia yang dikenal sebagai komponis yang patriotik dan memiliki elegansi tersendiri dalam merangkai melodi di atas piano.

Pemenang kompetisi All-Poland Chopin Piano Competition ini pun akan berlaga di Chopin International Piano Competition sebagai wakil Polandia dalam kompetisi piano bergengsi 5 tahun sekali yang diadakan di ibukota Polandia Warsaw yang diikuti lebih dari 80 orang pianis dari seantero dunia. Belajar musik sejak usia 6 tahun, ia kini masih tercatat sebagai mahasiswa piano di Akademi Musik Katowice di bawah bimbingan Prof. Wojciech Świtała.

Setelah memainkan satu karya Nocturne dari Chopin op.9 no.3, Andrzej kemudian berangkat untuk menaklukkan karya-karya Chopin yang menjadi standar repertoar piano klasik tanpa jeda sama sekali. Dalam sekali jalan, ia memainkan dua buah Scherzo dari Chopin op.31 dan op.39. Lalu kemudian dilanjutkan dengan karya besar lainnya yaitu Chopin Piano Sonata no.3 op.58. Tepuk tangan penonton yang membahana mengajaknya untuk memainkan satu buah persembahan encore Polonaise op.53 yang populer.

Berturut-turut karya-karya ini dimainkan dengan penuh jiwa muda oleh Wiercinski. Di jemarinya piano menyanyi dengan lantang, tanpa sekalipun terdengar kasar. Kepiawaiannya merangkai nada dan kalimat musikal menjadikan permainannya tidak pernah sekalipun menjemukan. Walaupun permainannya tidak banyak mengeksploitasi ekstrim dinamika. Sesekali dentang nada rendah beresonansi penuh, namun tidak banyak permainannya yang berkubang dalam permainan tekstur yang rumit dalam rentang dinamika yang lebar. Semuanya seakan transparan agar kontur rangkaian melodi dapat muncul dengan mendetail.

Pianis ini juga tidak banyak bermain jeda nafas di antara musiknya, kalimat demi kalimat seakan dihantar satu persatu menyambung dengan yang sebelumnya. Meskipun musik seakan terkesan cepat berlalu, tidak sekalipun terbersit rasa terburu-buru dari sang pianis. Alhasil pendekatannya bukanlah pendekatan yang melodramatis, namun lebih pada kefasihan kalimat musik yang liris, sebuah perspektif lain dari karya-karya komponis yang akhirnya meninggal karena penyakit TBC di Prancis ini.

Andrzej Wiercinski bolehlah muda, namun memang dapat dikatakan memiliki potensi yang luar biasa. Melihat usianya dan kematangan musiknya masi ada ruang musisi muda ini untuk bertumbuh lebih jauh lagi. Desah nafas dan kedalaman yang reflektif meskipun telah ada tentunya akan semakin matang sejalan dengan usia.

Konser semalam memang cukup menarik. Chopin dengan jiwa seorang muda, menjadi salam dan sapa dari Polandia untuk Indonesia. Nampaknya Chopin sang pujangga piano pun mampu menjadi duta bagi kerja sama yang semakin erat dari kedua negara bersama negara-negara sahabat.wiercinski~terimakasih ka Aisha untuk undangannya dan Adit yang sudah mengajak

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: