Kabar Terkini

Konklaf Berlin Phil Mandek


Senin kemarin dalam sebuah gedung pertemuan di sudut Berlin, 123 orang anggota Berlin Philharmonic Orchestra memasuki babak menentukan bagi mereka, memilih direktur musik untuk tahun 2018 ke depan.

Sebagai sebuah organisasi swadaya pemain, orkestra ini bagaikan sebuah republik kecil di mana setiap pemain memiliki suara untuk menentukan siapa direktur musik mereka ke depan. Di Januari 2013, Sir Simon Rattle yang telah memimpin orkes ini sejak tahun 2002 memutuskan untuk tidak memperbaharui kontraknya yang berakhir di tahun 2018. Langkah pun sudah diambil oleh konduktor berusia 59 tahun ini untuk perlahan kembali ke tanah kelahirannya dan memimpin London Symphony Orchestra mulai 2017.

Bagaikan sebuah konklaf pemilihan paus Katolik dimana para kardinal masuk ke ruang tertutup untuk mengambil suara, demikian juga ke-123 musisi Berlin Philhamonic masuk ke ruang tertutup di hari Senin untuk memilih direktur musik mereka. Berbagai spekulasi bermunculan akan siapa yang akan memimpin salah satu orkestra terbaik dan terpopuler dunia ini, telebih dengan berbagai pertunjukan oleh beberapa konduktor ternama beberapa bulan terakhir yang tampak seperti sebuah proses “audisi”. Semua menantikan dengan perlahan kabar dari Jesus-Kristus-Kirche Berlin, tempat pertemuan diselenggarakan.

Namun setelah dari jam 10 pagi hingga jam 8 malam melakukan pertemuan dan beberapa ronde pengambilan suara, nampak terjadi deadlock tanpa ada kepastian siapa yang memimpin. Sempat terjadi selentingan bahwa konduktor muda Andris Nelsons yang terpilih namun ternyata hanya kabar burung belaka.

Dan nyatanya di malam Senin belum ada asap putih dari cerobong asap dan sorak dari penganut setia yang berkumpul di lapangan St. Petrus. Setelah 11 jam akhirnya manajemen orkestra mengumumkan bahwa belum ada kesepakatan di antara para konstituen Berlin Philharmonic dan pemilihan ditunda sampai waktu yang tidak ditentukan dengan batas maksimal akhir tahun ini direktur musik haruslah telah terpilih. Diskusi tidak bisa dilanjutkan di hari Selasa karena para pemain telah terjadwal untuk sesi latihan.

Berlin Phil adalah contoh baik organsisasi raksasa berpengaruh yang menerapkan demokrasi dalam manajemennya. Namun di lain pihak, nampaknya para pemain Berlin pun belum sepakat mau dibawa ke mana orkestra ini lewat pemimpin musiknya.

Alot dan mendebarkan juga, dan publik penggemar orkestra harus menunggu lagi hingga waktu yang tidak ditentukan.

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: