Kabar Terkini

Bawa Bass dan Timpani, VOJ Tertahan di Cengkareng


sumber FB Bowie Djati

Rabu 13 Mei sore kemarin, menjelang keberangkatan tur Orkestra Voice of Joy yang sedianya akan melakukan tur konser ke Palu di akhir pekan ini sempat tertahan di Bandara Soekarno-Hatta.

Menurut sumber A Musical Promenade, timpanis Bowie Djati yang turut dalam keberangkatan ini, Pihak keamanan bandara menolak untuk melakukan pemidaian terhadap 2 buah kontrabas dan 2 buah drum ketel yang dibawa personel orkestra yang bermarkas di Kelapa Gading, Jakarta ini. Alasan yang dikemukakan adalah drum ketel dan kontrabas terlalu besar untuk dipidai dan masuk sebagai bagasi pesawat dan dipaksakan untuk masuk sebagai kargo.

Alhasil, hingga satu jam lebih orkes ini tertahan di pintu masuk area check-in terminal 2 bandara internasional ini. Padahal sejak keberangkatan rutin setiap tahun dari orkes VOJ yang fokus pada karya-karya musik gerejawi ini dari tahun 2010, tidak pernah menjadi masalah.
Terbang dengan maskapai nasional Garuda, concertmaster Hesti Katarina juga menyebutkan bahwa kontrabass seberat 38kg tersebut melebihi batas berat bagasi kelas yakni 34kg.

 

sumber FB Bowie Djati

 

Memang sebagai praktik umum, banyak orkestra internasional umumnya menyerahkan pengiriman alat musik terutama yang berukuran besar melalui jasa ekspedisi ataupun kargo. Pun risiko pengiriman pun bisa diminimalisasi lewat asuransi pengiriman. Tapi di lain pihak, juga banyak banyak juga yang memilih handcarry ataupun bahkan memesankan satu tempat duduk penumpang khusus dalam pesawat untuk alat musiknya seperti cello. Dan memang tergantung kebijakan orkestra dan masing-masing maskapai.

Kondisi lebih menantang terjadi untuk musisi-musisi yang berangkat perseorangan. Minggu lalu publik musisi Amerika juga terkejut dengan kerusakan satu buah cello dalam hardcase yang diterbangkan dalam bagasi Southwest Airlines dan persoalan tersebut menjadi viral di dunia musisi orkestra AS. Kerusakan dari leher gagang cello milik Nicholas Gold, cellis dari Chatanooga Symphony and Opera patah. Sebagai catatan casing yang dipakai bukanlah fiber casing yang populer di kalangan pemusik di Indonesia melainkan Stevenson case yang dipercaya sangat kuat. Belum genap sebulan lalu Air France juga memecahkan badan cello antik berusia lebih dari 200 tahun milik seorang cellis muda dalam perjalanan udara Zurich, Swiss menuju Johannesburg, Afrika Selatan.

Untungnya kisah VOJ, setelah dengan perjuangan, kontrabas dan timpani tersebut lolos dan kini orkes sudah tiba dan sedang bersiap untuk pertunjukan mereka di kota Palu, Sulawesi Tengah.

Iklan
About mikebm (1262 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: