Kabar Terkini

Batal Konser, Masih Butuh Penjelasan


Lisitsa1Dimuat juga di blog kenamaan musik Norman Lebrecht, Slipped Disc, harus dikatakan bahwa pembatalan Konser Valentina Lisitsa yang seharusnya dijadwalkan pada akhir pekan kemarin masih menyisakan tanda tanya. Pun keterangan dari Lisitsa yang sempat termuat di Facebook menimbulkan kontroversi yang lain.

Dalam kondisi seperti ini sepertinya dibutuhkan kearifan dari pihak penyelenggara untuk menjelaskan lebih lanjut tentang peristiwa pembatalan macam ini untuk memberikan kepastian dan kejelasan bagi publik, yang nyatanya bukan hanya publik musik klasik di Indonesia, tapi juga di luar negeri.

Ya, tentu saja ini diperlukan karena Lisitsa bukan hanya musisi kelas regional namun sungguh kelas internasional yang terangkat lewat video-videonya di Youtube. Belum lagi Valentina Lisitsa, sebagai pribadi yang cukup kontroversial dan dikenal anti-Kiev dalam konflik Ukraina, juga pernah dicekal konser di Toronto Symphony sebagai akibat hadirnya pressure group pro-Kiev yang berhasil menekan manajemen orkestra di Toronto, Kanada tersebut. Beberapa bahkan menganggap pandangannya rasis. Pandangan politik Lisitsa didapuk menjadi ancaman dan akhirnya berlaku ‘sensor’ dan konser yang sedianya akan menampilkan Lisitsa sebagai solois piano dalam konserto itu akhirnya dibatalkan. Ini baru saja terjadi di awal bulan April kemarin.

Dua minggu lalu pun juga ada kejadian di Toronto juga dengan Lisitsa dimana sebuah promotor independen yang mengklaim diri bersimpati atas kebebasan berpendapat Lisitsa yang dicekal oleh Toronto Symphony, diklaim oleh sang artis tidak kredibel dalam mempersiapkan konser amal yang didapuk atas namanya. Konser independen ini pun akhirnya dituntut oleh sang pianis untuk mengembalikan uang tiket atas pembatalan ini via situs Ticketmaster. Lihat kabar di sini.

Akhirnya banyak spekulasi beredar, apakah ini permasalah mismanajemen dari promotor, kelalaian administrasi negara, kondisi sang artis ataupun malah bisa diseret ke persoalan politik Indonesia-Ukraina-Rusia dalam skala yang berbeda. Alhasil, memang tanpa penjelasan yang mendetail dan arif dari penyelenggara, bisa jadi persoalan ini memberikan presenden buruk bagi profesionalisme atau bahkan kebebasan pers dan berpendapat di Indonesia.

How small the world is…

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: