Kabar Terkini

Sam Haywood yang Sungguh Pianis


Sam Haywood adalah sungguh pianis. Lewat jemari yang kokoh dan lentur ia berkisah dengan lugas kepada para pemirsa yang hadir di Erasmus Huis Selasa malam ini. Permainannya yang mengutamakan kehalusan budi, konsep nada dan struktur yang mengakar memampukannya untuk bertutur dengan penuh wibawa serta cemerlang. Kekohoan teknik memungkinkan permainan musik yang teliti, ringan maupun penuh bobot disertai beragam atmosfer, lincah dan riang dibalas gemuruh yang bertenaga.

Dibuka dengan Sonata F Mayor Hob XVI:23 dari Haydn, penonton disuguhkan dengan permainan apik dan pendekatannya hangat. Intrikasi melodi dan kepiawaiannya merancang dan merekayasa suara seakan memberikan warna personal pada pendekatannya akan musik Haydn yang lincah bergerak. Alhasil ketiga bagian dari Sonata ini bernyanyi indah dan lepas.

Karya Schumann op.12, Fantasiestücke, menunjukkan kematangan Sam dalam konsep yang ia tawarkan bagi para penonton. Sebagai sebuah kumpulan karya kecil yang bertumpu pada imajinasi dan terdiri atas delapan bagian yang terpisah, pianis asal Inggris ini dalam fleksibilitasnya membangun nuansa yang beragam dari delapan figure musikal. Pianis yang kini menjadi resitalis sekaligus pengiring pebiola terkenal asal AS Joshua Bell pun tidak membiarkan jeda panjang di antara karya untuk secara cerdik mepertahankan keutuhan op.12 ini seakan sebagai sebuah miniatur warna-warni dalam beragam nuansa. Kadang mengendap-endak, kadang berteriak lantang, terkadang megah, terkadang lembut berbisik. Robert Schumann pun tergambar sebagai sosok jenius yang riang bermain dalam imajinasi dan lakon lewat rangkaian karya-karya kecil yang indah dan tergarap dengan khusyuk tanpa terkesan depresif.

Setelah babak pertama selesai, Intermezzo dalam Bes minor, Op.117 no.2 dari Brahms menjadi pelengkap akan Rhapsodie dalam Es minor, op.118 no.4. Kepiawaian Sam Haywood yang sempat menimba ilmu di Wina dan London terlihat dari kemampuannya membina harmoni dalam penekanan musikal yang mudah dipahami dalam instrikasi alur melodi yang rumit dan terus berpindah.

Berlanjut ke karya-karya andalannya sebagai pianis, berturut keempat buah Waltz dari Chopin dan kemudian diikuti oleh Barcarolle dalam Fis minor, Op.60 dan Scherzo No.1, Op.20. Dengan konsep yang kuat, Sam memberikan sentuhan pribadinya pada pendekatan musik Chopin yang populer di kalangan pianis. Alhasil permainannya terdengar musikal, penuh energi namun tidak berubah beringas, malainkan penuh perenungan dan ekspresi.

Walaupun delikasi teknis di keempat buah Waltz (Op.64 no.2, Op.64 no.1, Op.69 no.1 dan Op.18) kurang tertata, terutama dalam penggarapan not-not hias kecil, namun konsep yang ditawarkan Haywood berdiri dengan kokoh. Alur yang konvensional dalam pendekatan karya menjadikannya tertutur dengan fasih dan tetap mampu memiliki sentuhan pribadi yang kental, unik di seluruh karya.

 

Sam Haywood yang pernah dianugerahi BBC Young Musician of the Year, memang adalah seniman yang sungguh matang dan mengundang decak kagum. Musik pun seakan tercurah secara cuma-cuma dari dirinya lewat dentang piano di jemarinya. Penonton pun bersorak girang, dua karya kemudian diketengahkan sebagai encore salah satunya adalah karya de Falla, “Fire Ritual Dance” dari El Amor Brujo yang rancak.

Malam di Erasmus kemarin berubah menjadi penuh berwarna dan Sam Haywood dengan perawakannya yang tenang adalah tidak lain dan tidak bukan adalah seorang pianis handal sungguhan.

~ Sam Haywood akan kembali tampil akhir pekan ini bersama Jakarta Simfonia Orchestra membawakan piano concerto dari Chopin dan Mozart
~ Thank you Mbak Metta Ariono for the ticket

Iklan
About mikebm (1216 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: