Kabar Terkini

Tugas Saya Hanya Mengajar, PR Itu Tugas Orang Lain


Bagi Anda yang mengelola sekolah musik, seberapa besar Anda memperhatikan fungsi hubungan masyarakat atau dalam Bahasa Inggris Public Relations (PR)? Sebelum kita banyak berbicara mengenai PR sebagai sebuah fungsi tersendiri, seberapa sering kita sungguh memperhatikan skillset ini di antara staf-staf internal sendiri.

Saat ini kita banyak berhadapan dengan berdirinya sanggar-sanggar pendidikan musik, tempat-tempat kursus dan institusi pendidikan musik tingkat dasar hingga tinggi. Dan banyak di antara sanggar, studio dan tempat kursus ini dibangun sebagai sebuah bentuk start-up dengan skala bisnis usaha mikro kecil dan menengah, dengan jumlah pekerja tidak lebih dari 100 orang.

Beberapa kali saya berbincang dengan banyak guru-guru les musik dan tidak sedikit dari mereka yang tidak mengerti dan tidak dapat berbicara banyak tentang organisasi tempat dimana mereka bekerja:

  • “Saya hanya mengajar di sana, tidak terlalu mengerti sekolahnya seperti apa.”
  • “Sekolah ini memberikan bidang pengajaran A, B, C. Saya kebanyakan berperan di kelas aja, tidak mau terlalu campur banyak dengan pihak manajemen sekolahnya bagaimana.”
  • “Kurikulumnya ditentuin dari sekolah, kadang kita bikin sendiri. Ya gitu…”

Inilah yang pernah penulis dengar dari banyak pengajar musik dari beberapa sekolah musik.

Sayangnya inilah titik pangkal kegagalan public relations di mana umumnya fungsi public relations tidak hanya bertumpu pada fungsional resmi dalam organisasi saja, namun pada seluruh elemen bisnis yang bersangkutan. Masing-masing anggota dari organisasi diharapkan dapat menjadi menjadi ujung tombak PR dari organisasi tersebut.

Apabila pertanyaan ini mengemuka, adalah tugas manajemen untuk menyiapkan pelatihan dan materi komunikasi publik ini. Materi ini hendaknya dibangun untuk membantu seluruh elemen untuk mengerti apakah organisasi yang mereka ikuti. Di banyak korporasi bahkan pendidikan ini dilakukan di awal ketika dilakukan rekrutmen karyawan baru dan dikenal sebagai NEOP atau New Employee Orientation Program. Di sini setiap karyawan diharapkan mengerti asal-usul organisasi dan apa saja yang dilakukan dan bagaimana menjadi duta bagi organisasi di mana mereka bergabung. Bahkan organisasi pun dapat membentuk kebanggaan, kecintaan pekerja dan mungkin membentuk perilaku profesional dari organisasi tersebut.

Materi ini macam ini tidak perlu terlalu panjang dan komprehensif. Hal-hal mendasar seperti visi dan misi, karakteristik organsisasi, bentuk-bentuk kegiatan yang dilaksanakan organisasi, fokus aktivitas jangka pendek 3-5 tahun ke depan, Frequently Asked Questions (seperti jumlah cabang, jumlah tenaga pengajar, fasilitas yang ditawarkan, contact person lebih lanjut), dan tentu saja tips dan trik bagaimana melakukannya di depan umum dengan tepat dan bijak. Pembinaan softskill seperti ini mutlak perlu dibangun juga dikarenakan tidak tepat juga apabila pendidik terkesan menjajakan pendidikan bagai menjual sayur di pasar.

Ini bukan hanya menyoal mampu melakukannya dengan sempurna, tapi bagaimana setiap elemen bukan jadi pihak acuh tak acuh akan keberlangsungan organisasi itu.

Selain daripada itu, informasi follow-up harus terus dibagikan secara reguler. Perubahan kebijakan apa saja yang dilakukan, pemutakhiran kegiatan-kegiatan paling aktual yang direncanakan maupun sudah terlaksana bisa diinformasikan baik melalu pertemuan umum maupun melalui tertulis dibagikan via buletin cetak maupun elektronik. Di mata karyawan pun, organisasi menjadi sebuah organisasi yang hidup dan dinamis dan pantas dibanggakan.

Kegagalan untuk melakukan pelatihan ini tentu adalah sebuah kerugian yang memperlihatkan kekeroposan organisasi yang bisa berakibat pada semakin mundurnya organisasi tersebut. Apabila pihak pendidik bahkan gagal menjadi perpanjangan tangan humas organisasi dan tidak mencerminkan kebanggaan dan kecintaan pada sanggar, tempat bekerja, siap-siap saja institusi akan menyusut, dan jumlah murid pun perlahan berkurang.

Publik relation adalah tugas segenap organisasi dan tugas manajemen lah mempersiapkan anggotanya untuk menjadi duta bagi organisasi tersebut. PR tugas anda juga? Jawabannya: Tentu saja iya.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: