Kabar Terkini

Diplomasi Musik Orkestra Indonesia


Addie MS (kiri) dan tenor Pavol Remenar (kanan) ketika Twilite Orchestra tampil di Bratislava

Diplomasi musik lewat penampilan orkestra di Indonesia selama ini memang masih barang baru untuk diplomasi luar negeri kita. Banyak negara adidaya dan bangsa mampu menjadikan musik dan orkestra sebagai perpanjangan lidah, dan sarana diplomasi bangsa (lihat di sini). Paduan suara Indonesia pun juga telah banyak berprestasi di luar negeri dan mampu menjadi duta bangsa.

Sebut saja paduan suara Batavia Madrigal Singers yang secara rutin satu tahun sekali mengikuti kompetisi yang diikuti tur keliling berbagai negara untuk tampil sebagai duta budaya lewat serangkaian konser yang mereka laksanakan juga oleh banyak paduan suara lain seperti Twilite Chorus di tanah Tiongkok sebulan lalu, namun agaknya gerakan tersebut belum dapat diikuti oleh rekan-rekan instrumentalisnya di tanah air. Orkestra Indonesia nampak masih tertinggal dalam mengambil perannya sebagai penghubung antar bangsa.

Hingga kini hanya satu buah orkestra saja yang mampu mewujudkan tur diplomasi ini, yakni Twilite Orchestra di bawah pimpinan konduktor Addie MS. Di tahun 2009, orkestra ini menjadi orkestra pertama yang mampu mewujudkan tur luar negeri untuk membawa misi budaya. Dengan tujuan Sydney Opera House, Australia, Twilite membawakan banyak karya-karya Indonesia dan juga repertoar standar abad 20 yang terinspirasi oleh musik Indonesia Tabuh-tabuhan dari Colin McPhee. Diplomasi budaya ini sendiri diadakan untuk meningkatkan hubungan kultural sekaligus pariwisata kedua negara dan diprakarsai oleh Kementerian Kebudayaan Pariwisata dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Sydney.

Di tahun 2012, Twilite berkesempatan melakukan rangkaian tur ke Eropa, sebagai orkestra pertama Indonesia yang tampil di benua asal orkestra. Bratislava, Slovakia dan Berlin, Jerman menjadi tujuan orkes ini bersama Twilite Chorus, sebuah paduan suara yang memiliki afiliasi yang lekat dengan Twilite Orchestra. Konser ini juga membuka kerja sama musisi lokal Slovakia dan Jerman untuk turut serta bermusik bersama dengan Twilite.

Tampil di Konserhaus Berlin yang merupakan salah satu gedung pertunjukan paling bersejarah di Jerman, Twilite Orchestra di bulan Mei 2012 itu didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di kedua negara. Membawakan aransemen dan orkestrasi musik-musik nusantara, Twilite menjadi tonggak pergerakan kehidupan musik orkestra Indonesia yang kala itu sudah berusia lebih dari 80 tahun, semenjak kelahiran badan orkestra profesional di Batavia.

Indonesia sebagai sebuah negara berdaulat hingga kini masih mengalami ketegangan yang lumayan hebat di sisi penyelenggaraan negara. Akibat eksekusi terpidana mati warganegara Australia di Indonesia, pemerintahan Australia lewat perdana menteri Tony Abbot sempat menarik duta besarnya di Indonesia sebagai bentuk protes proses peradilan di Indonesia bulan April lalu. Akibatnya hubungan kedua negara kembali merenggang. Permasalahan batas negara, kelautan, dan referendum Timor L’este adalah beberapa insiden yang sempat menekan hubungan kedua negara selama kurang lebih 20 tahun terakhir.IMG_0728

Sebagai salah satu orkes simfoni komunitas pelajar tertua di Indonesia, Orkes Simfoni Universitas Indonesia Mahawaditra di usianya yang ke-32 menjadi orkes pertama Indonesia yang berani mengemban misi diplomasi perdamaian di antara dua bangsa. Bergerak lewat 54 orang personel untuk tampil di Sydney dalam Australian International Music Festival, Mahawaditra akan menjadi duta dan bergaul dengan kurang lebih 800 musisi muda lain dari berbagai negara. Ini menjadi kali kedua sebuah orkes simfoni Indonesia tampil di Sydney Opera House dan untuk kali pertama sebuah orkes pelajar Indonesia tampil di luar negeri.

Dengan mengikuti berbagai kegiatan di Sydney dan tampil di berbagai tempat di pusat ekonomi negara anggota Commonwealth ini, Mahawaditra mencoba untuk mengambil porsi diplomasi antar bangsa melalui permainan musik dan kehadiran mereka sebagai individu maupun kelompok yang mampu membawa harum nama Indonesia, sebuah tugas yang cukup berat untuk diemban oleh sebuah orkes unit kegiatan mahasiswa di universitas yang bermarkas di Depok dan Salemba ini.

Sebagai sebuah lembaga swadaya, Mahawaditra dalam upaya diplomasi ini menggalang dukungan dari Lembaga Ketahanan Nasional dan Yayasan Ibu Kartini. Usaha ini juga disponsori oleh 11 perusahaan sebagai bentuk keikutsertaan mereka dalam upaya diplomasi ini.

Dalam hati kita berdoa, semoga upaya diplomasi ini membuahkan hasil dan menjadi percontohan bagi banyak orkestra kita bagaimana seni dan musik dapat menjadi modal utama sebuah bangsa untuk menjejakkan kaki di dunia internasional.

.

~inisiatif ini disponsori oleh:

  • PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk
  • PT Sinarmas Land,
  • PT Wilmar Nabati Indonesia,
  • PT Adaro Energy,
  • PT Lenovo Indonesia,
  • PT Freeport Indonesia,
  • PT Mekar Armada Jaya,
  • PT Indogas Kriya Dwiguna,
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.
  • PT Everest Technology,
  • PT FKA Global
About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: