Kabar Terkini

Kirill Petrenko Pilihan yang Mengejutkan?


Akhirnya pilihan sudah dijatuhkan. Walaupun terkesan terburu-buru, akhirnya Berlin Philharmonic menjatuhkan pilihan kepada siapakah jabatan konduktor kepala akan diberikan pada tahun 2018 ketika Sir Simon Rattle mengakhiri kontraknya dengan Berlin Philharmonic Orchestra (BPO).

Sebagai sosok konduktor yang terbilang cukup muda sebagai seorang konduktor (43 tahun), pria kelahiran Omsk, Rusia tahun 1972 ini memang meneruskan visi konduktor muda yang saat ini banyak merebak di kancah orkestra berkaliber internasional. Berlin Phil pun memilihnya sebagai penerus Simon Rattle yang menjadi konduktor kepala di usia 42 tahun. Pilihan yang mengejutkan? Mungkin bagi publik internasional, tapi bagi publik musik Jerman, mungkin tidak.

Setelah sempat santer bahwa para musisi BPO terbelah dua antara Andris Nelsons dan Christian Thielemann, pada proses voting di bulan Mei lalu, para pengamat melihat bahwa ini adalah langkah rekonsiliasi yang tepat yang diambil oleh para musisi BPO. Mengarahkan pilihan pada Nelsons maupun Thielemann bisa berakibat buruk pada organisasi, dan Petrenko pun hadir sebagai alternatif.

BPO sendiri adalah organisasi unik yang serupa dengan sebuah republik di mana setiap pemain punya suara untuk menentukan pemimpinnya dan keputusan tersebut tidak dapat diveto baik oleh pendonor, general manager maupun pemerintah kota Berlin di mana orkes ini kini bernaung. Setelah proses voting tersebut, Petrenko yang hari Minggu lalu sedang berada di Munich pun menyatakan kesediaannya.

Sebagai seorang luar, Petrenko baru pernah memimpin BPO 3 kali sepanjang kariernya, 2006, 2009 dan 2012 dan tidak terlihat ambisius untuk ikut dalam percaturan posisi bergengsi BPO ini. Petrenko pun tidak terlihat dekat dengan BPO walaupun konser-konsernya dinyatakan mencengangkan. Kedekatan di dalam hubungan konduktor-orkestra umumnya bisa terlihat dari seberapa sering orkes dan konduktor ini tampil bersama. Dalam press release, ia menyatakan terkaget dan juga merasa terhormat untuk bekerja bersama BPO yang didaulat sebagai salah satu orkes terbaik dunia.

Dikenal sebagai pribadi yang introvert, Petrenko seakan tidak pernah terdengar di luar Jerman, walaupun sepak terjangnya dan prestasi artistiknya tidak bisa dipandang sebelah mata. Die Welt pun menyatakan bahwa ia adalah “konduktor terkenal yang paling tidak diketahui di dunia”. Pun ia juga jarang muncul di media, sebuah aktivitas yang mungkin harus ia ubah setelah menjadi konduktor kepala di BPO.

Kuat di bidang opera, konduktor yang akan menjadi konduktor BPO pertama berdarah Yahudi ini merintis karier sebagai konduktor regional di berbagai gedung opera di Jerman, sebuah langkah karier konservatif seorang konduktor Jerman. Sejak awal kariernya di tahun 1995, ia yang menyelesaikan pendidikan di University of Music and Performing Arts Vienna merintis dari Vorarlberg, Vienna Volksoper, Südthüringisches Staatstheater, Das Meininger Theater. Kemudian ia hijrah ke Komische Oper Berlin di tahun 2002-2007 dan mulai tahun 2013 memegang posisi Generalmusikdirektor di Bavarian State Opera.

Banyak yang mengatakan bahwa repertoar orkes simfoniknya tidak terlalu luas, namun bahkan dari video yang dapat disaksikan di channel Youtube BPO, Petrenko adalah seorang konduktor yang berapi-api dan disandingkan dengan Carlos Kleiber. Musik yang ia arahkan memang terbukti mampu menggerakkan seluruh orkestra besar dalam kesehatian. Tidak heran, ia mendapat simpati para pemain walaupun mungkin hanya sesekali dipimpin oleh pribadi ini.

Sebagaimana pemilihan Simon Rattle di awal milenia ini menunjukkan arahan besar BPO untuk tampil sebagai orkestra modern dengan perhatian penuh pada pendidikan, citra publik sebagai orkestra terbaik dan ternama dunia dan keinginan pemusik untuk menggarap repertoar abad 20 dan 21, pilihan Petrenko pun juga memiliki makna akan arahan artistik Berlin ke depan.

BPO nampak akan lebih berkonsentrasi pada pengembangan musik dan karakter mereka dengan harapan setiap nada yang dimainkan akan menggerakkan hati penontonnya. Situasi serupa terjadi saat pemilihan konduktor BPO Karajan yang melek media dengan Chelibidache yang menggugah namun tertutup soal teknologi, namun saat itu di tahun 1955, pilihan jatuh kepada Karajan yang berujung pada semakin terkenalnya orkes ini lewat berbagai rekaman, tayangan televisi dan turnya ke negara-negara jauh.

Akankah Kirill mengubah diri atau mengubah BPO, kontrak belum ditandatangani. Semua bisa berubah, namun 2018 bisa jadi adalah tahun yang penting bagi BPO ke depan.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: