Kabar Terkini

Catatan Konduktor 3: Evaluasi dan Adrenalin


OSUI Mahawaditra

Bermain untuk dinilai adalah sebuah hal yang cukup baru untuk sebuah orkestra Indonesia. Ketika banyak kota di Indonesia sibuk melaksanakan berbagai kompetisi paduan suara, belum pernah kita mendengar ada kompetisi orkestra baik di tingkat daerah maupun nasional. Memang jujur saja, iklim kompetisi bukanlah suatu hal yang lumrah untuk sebuah orkestra di manapun. Alhasil, memang adalah suatu hal lain yang tidak biasa bagi pemusik orkestra untuk bermain dan kemudian dievaluasi dan dinilai. Sedekat-dekatnya proses ini adalah lewat artikel kritik seni di media masa dan daring, juga perlu dicatat bahwa kritik seni di Indonesia juga belum banyak berkembang.

Ya, bermain untuk dievaluasi adalah suatu hal baru untuk Orkes Simfoni Universitas Indonesia Mahawaditra. Selama ini belum banyak media yang memiliki kepakaran untuk mengupas pertunjukan musik di tanah air. Ditambah pertunjukan Mahawaditra yang lebih lekat sebagai orkes kampus dibanding orkes publik, semakin sedikitlah peluang Mahawaditra untuk mendapatkan kritik yang membangun dari para pakar.

Di…

Lihat pos aslinya 631 kata lagi

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: