Kabar Terkini

5 Gerakan Menggalang Semangat Menulis Musik


Berbicara pada banyak pihak beberapa waktu terakhir ini, seperti Erie Setiawan, direktur Art Music Today, Condro Kasmoyo dan Adisti Ikayanti dari Yayasan Klasikanan, Marcellina Rosiana dari Tembi Rumah Budaya dan banyak pelaku seni lainnya, kita semakin menyadari salah satu titik rendah dalam ekosistem musik di Indonesia adalah rendahnya khasanah literatur dari bidang musik ini.

Buruknya dari ekosistem kita adalah rendahnya apresiasi pelaku musik sendiri akan pentingnya literatur dalam musik dan keilmuannya. Sedihnya adalah di Indonesia saat ini hanya dua profesi yang secara de fakto diakui di dunia musik Indonesia, walaupun di dalam klausan ketenagakerjaan pemerintah saat ini, profesi itu adalah: guru musik yang mengajarkan bermain musik dan musisi penampil yang bermain dari panggung ke panggung. Mudaratnya adalah rendahnya kesadaran dan juga waktu dari para praktisi seni musik untuk membangun literatur dan keilmuannya.

Di tanah air sebenarnya sudah banyak ditelurkan doktor-doktor akademis di dalam seni musik, tapi entah mengapa kesadaran menulis masih sangat perlu dibangun terutama untuk generasi muda. Berikut beberapa tips dan trik yang saya terima selama beberapa waktu ini:

  1. Di usia dini, ajak peserta didik untuk berimajinasi
    Sedari awal bermusik, memang melatih teknik dan kecakapan dalam bermusik adalah suatu hal yang pasti. Banyak orang tua maupun sang peserta didik tentu berkeinginan agar ia cakap bermain. Namun tidak ada salahnya apabila dalam kelas diselipkan kesempatan anak untuk berimajinasi tentang musik yang dimainkannya. Tanyakan pada setiap anak didik, apa yang mereka bayangkan dan rasakan ketika memainkan musik yang mereka gemari. Biarkan mereka untuk bercerita.
    Lagi-lagi tidak ada pandangan yang salah, dan pandangannya bisa jadi berbeda sekali dengan yang dimiliki sang guru. Rangkul pandangan tersebut dan gunakan untuk mengarahkan anak untuk bermain musik lebih baik. Lakukan dengan cukup sering, dan apabila anak sudah mulai matang, biarkan ia bercerita tentang perasaannya bermain sepenggal musik dan apabila memungkinkan sang guru juga sebaiknya menyelipkan kisah historis di balik penulisan karya itu secara menarik.
    Biasakan juga ia berpikir kritis tentang permainannya, imajinasinya dan koherensi dengan kisah dan judul karyanya. Apa yang cocok, apa yang mungkin kurang cocok, mana yang harus disorot dan kesemuanya harus disampaikan secara mendetail.
  2. Berikan tugas menulis
    Menulis secara akademis bisa jadi bukanlah hal yang mudah bagi seorang yang ingin menjadi musisi panggung. Namun hal ini harus didorong sedari semula. Ajak anak didik untuk menuliskan apa yang menjadi bagian dari perasaannya dan interpretasinya akan suatu karya musik. Bahkan apabila memungkinkan, fasilitasi sedari awal.
    Penulis ingat ketika mengecap pendidikan di satu sekolah musik tertua di Jakarta, kami sebagai anak didik didorong untuk menuliskan ulasan karya yang akan ditampilkan dalam resital sekolah. Bisa jadi hanya satu karya pendek, tapi fasilitasi dengan buku-buku sumber, potongan dari internet, dan refleksi anak itu sendiri sebagai bahan. Ajar anak tersebut untuk merangkum dan menyajikannya dalam tulisan. Koreksi dan perbaiki apabila perlu.
    Lama-lama mereka pun akan terbiasa membaca da menulis. Kemudian biarkan mereka mencari sendiri dalam kepustakaan dan daring, sumber-sumber ilmu mereka dan dorong mereka untuk menulis ulasan karya resital dan program notes secara lengkap.
  3. Biasakan menonton bersama dan apresiasi bersama lewat diskusi
    Lakukan malam apresiasi bersama. Sebuah resital mini ataupun sebuah sesi menonton bersama adalah hal yang bisa digarap antara peserta didik dan pengajar. Ajak peserta didik untuk menonton secara kritis fenomena yang terjadi dan ajak mereka berpikir, baik pribadi maupun berkelompok. Dan ajak mereka untuk mengungkapkan apresiasi mereka akan apa yang mereka lihat bahkan menilai apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan peserta didik lain maupun penampilan yang mereka saksikan, baik itu live maupun rekaman.
    Adalah baik juga apabila yang dituakan juga mengungkapkan pandangannya secara komprehensif sesudah semua usai, sebagai pembanding apa yang ditangkap oleh peserta didik dan apa yang ditangkap oleh gurunya. Di sini kesiapan dan wawasan sang guru jadi kunci.
    Ada dua target yang harus dicapai dalam hal ini. Pertama adalah pembentukan selera yang harus dilakukan sejak dini. Mengetahui mana yang baik mana yang buruk dan kemudian membandingkannya dengan selera sang pendidik. Yang kedua adalah mereka belajar mengungkapkan pandangan dan melihat fenomena secara langsung dan teliti.
  4. Berikan tugas membuat laporan mandiri
    Tugas laporan mandiri kadang perlu dilakukan untuk memancing mereka menulis secara lebih terstruktur dan kemudian layak untuk masuk dalam spektrum akademik. Laporan ini bisa atas kegiatan musikal yang mereka lakukan, bisa jadi apa yang mereka saksikan bersama ataupun apa yang mereka rasakan. Selain itu juga apabila memungkinkan ajak mereka untuk mengupas karya dari sisi keilmuan musik apabila memungkinkan. Pastikan juga masing-masing belajar untuk memberikan kredit atas tulisan orang laing, dan menghindari plagiarisme.
    Laporan tersebut dapat dinilai berdasarkan alur pemikiran, penyampaian materi dan penarikan kesimpulan. Penggunaan bahasa dan istilah yang tepat juga disertai dengan referensi yang tidak kalah kaya bisa jadi unsur penilaian yang ada. Apabila ada nilai subyektif yang diangkat, jadikan itu sebagai nilai terpisah, tergantung bentuk penulisan yang disepakati di awal.
  5. Bangun semangat belajar dan antusiasme berbagi ilmu
    Ini yang seringkali menjadi tantangan paling besar, terlebih dengan suasana egoistik yang seringkali terlalu mengakar pada pribadi tersebut. Semangat “give and take” harus dibangun sedari awal bahwa setiap pribadi bisa dan mampu berkontribusi, bukan hanya mengambil dari yang lain saja. Belajar adalah untuk menerima ilmu dan ilmu itu adalah untuk dibagikan kepada yang lain. Mulai berbagi dari hal yang terdekat dengan kita dengan hal yang sederhana.
    Suasana ini bisa dibangun hanya dengan membentuk sebuah atmosfer yang kondusif bahwa setiap orang itu berharga dan patut untuk didengarkan. Jangan ada cemooh dari sekitar atas pandangan apapun yang muncul. Moderasi hanya dibutuhkan minimal dan biarkan setiap peserta didik menjadi dirinya sendiri dan kontrol itu hanya ada di tangan pribadi masing-masing. Niatan untuk berbagi ini yang saat ini sangat mahal dan satu-satunya cara pengajar dapat ikut serta adalah dengan menjadi contoh yang baik bagi peserta didiknya lewat antusiasmenya untuk mengembangkan diri dan kemudian membagikan ilmunya kembali.

journalist writing with typewriterSetelah direnungkan memang beruntunglah mereka yang mendapatkan guru-guru yang sedemikian, termasuk juga penulis dalam perjalanan penulis. Pertanyaan yang patut dijawab semua adalah, apakah musik dan keindahannya lewat tulisan yang meskipun sebagai media yang terbatas akan dilaknatkan dari mereka yang ingin belajar? Nyatanya langkah-langkah mengangkat budaya menulis itu dapat dilakukan dan sangat memungkinkan.

Di saat media membanjir seperti sekarang, kesimpulan dapat ditarik dengan lebih mudah lagi. Bagi mereka yang bisa dan mampu tapi ogah dan memilih tidak ambil peduli, mungkin inilah sisi dominan mereka, sisi ego dan serakah. Dan bagi pendidik yang sengaja melupakan sisi ini, tidak lain adalah bentuk ketidakpedulian atas perkembangan peserta didik mereka.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: