Kabar Terkini

3 Strategi Dasar Pemasaran


Sejalan dengan semakin terbukanya dunia seni kita, lewat perkembangan teknologi informasi, kolaborasi dan pertukaran ide, selain pertukaran inspirasi dan interpretasi akan sebuah karya seni, semakin terbuka juga persaingan dalam berorganisasi.

Persaingan sehat tentunya adalah hal baik yang bisa diharapkan oleh organisasi manapun. Persaingan inilah yang akan membentuk iklim pertumbuhan yang baik dan senantiasa mempertajam satu dengan yang lain. Dengan persaingan jugalah sebuah organisasi bisa membuat tolak ukur perkembangan organisasinya dibanding dengan organisasi seterunya.

Di antara deru persaingan ini, sebuah organisasi hendaknya menjalankan 3 strategi dasar pemasaran berikut:

1. Protect Base

Strategi ini adalah strategi yang paling mendasar. Lebih berciri reaktif defensif, strategi ini adalah pilihan pertama sebuah organisasi ketika berhadapan dengan kompetisi yakni melindungi dirinya sendiri sebagai organisasi. Menjaga yang sudah ada.

Penguatan dasar dari organisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, bisa berupa penguatan basis pelanggan agar mereka tidak tergiur pada kompetitor, bisa dalam hal pemantapan produk ataupun strategi pemasaran ataupun operasional. Selain hal-hal eksternal, elemen-elemen internal dalam organisasi juga tidak lepas dari organisasi. Menjaga kelangsungan kolaborasi efektif dalam organisasi ataupun sekedar kepercayaan karyawan terhadap produk ataupun visi misi organisasi dapat terhitung di dalamnya.

Strategi melindungi sumber daya organisasi terhadap paparan luar adalah strategi mendasar yang terbilang paling sederhana untuk dilakukan. Dengan bergerak di dalam ruang lingkup yang selama ini dilakukan, faktor-faktor X yang tidak dapat dikendalikan administratur lebih rendah dan hasil pun dapat lebih mudah dimonitor. Selama ada sumber daya untuk melakukan hal ini,  yang tinggal adalah inisitatif dari administratur untuk melakukan proteksi ini.

2. Grow Fundamentals

Strategi kedua yang harus diambil adalah mememperluas basis fundamental yang telah ada. Dalam strategi pemasaran, memperluas fundamental bergerak dari modal basis yang kita miliki. Di sini kesadaran akan segmentasi awal baik dari segi industri, pasar dan fokus menjadi utama dikarenakan pengembangan fundamental ini tidak berlarian terlalu jauh dari segmentasi utama yang telah disepakati sebelumnya dan adalah baik apabila sudah dianalisa kuat sebelumnya.

Pertumbuhan bisa dilihat dari dua sisi. Dari sisi konsumen, pengembangan kuantitas bisa dengan cara penambahan jumlah konsumen baru atas produk yang dimiliki maupun peningkatan wallet share dari setiap konsumen yang sudah ada. Konsumen baru memang harus diraih, begitu juga dengan wallet share. Dalam dunia pemasaran, wallet share memandang seberapa besar bagian satu jenis usaha/produk atas budget yang dimiliki.

Katakan budget hiburan seseorang adalah 1.5 juta rupiah per bulan, dan dalam sebulan ia pasti menonton 2 buah pertunjukan teater dengan 1 tiket seharga Rp150.000 dari kelompok kita dan 1 tiket dari kelompok lain seharga Rp.100.000. Bagaimana meningkatkan persentase ini? Bisa dengan mendorong mereka membeli lebih banyak tiket pertunjukan dalam sebulan ataupun upgrade kelas misalnya lewat promo yang ada. Strategi ini bisa jadi memakan jatah yang lain, baik jatah nonton bioskop ataupun malah alokasi kelompok lain.

Yang kedua adalah pengembangan produk. Pengembangan produk untuk lebih kaya bisa menjadi satu bagian tersendiri yang harus diperhatikan.Dalam pengembangan ini Depth dan Width jangkauan produk harus digarap. Dalam rumah produksi teater misalnya, mengembangkan depth misalnya melihat produksi dengan tematik tertentu yang bisa menarik peminat yang lain dari konsumen kebanyakan, contoh pertunjukan bertema anak-anak di liburan sekolah. Bisa juga pengembangan fitur khusus untuk kenyamanan penonton. Sedang untuk width bisa menjangkau produk sekunder seperti merchandise, berlangganan buletin, penjualan audio video.

3. Blue Ocean

Blue Ocean adalah strategi untuk melihat kesempatan di dunia yang terbuka lebar tanpa batas. Bisa jadi strategi ini adalah strategi yang juga membutuhkan visi yang jauh kedepan serta keberanian yang tidak sedikit. Dalam pemasaran, strategi ini menyasar mereka yang bisa jadi tidak pernah bersentuhan dengan organisasi kita. Salah satu langkah yang bisa diambil misalnya dengan membangun kesadaran akan pentingnya organisasi maupun aktivitas yang dilakukannya.

Bisa jadi sebuah kelompok musik senior dengan basis penonton usia 40 tahun ke atas, berdasarkan kepakaran, memutuskan untuk secara aktif masuk di dunia pendidikan dengan memberikan lokakarya untuk musisi-musisi muda di sekolah-sekolah musik. Dengan hal ini, kesadaran/awareness bisa mulai dibangun dan menjelajah ke ranah asing yang belum pernah dilakukan sebelumnya dan dalam kasus ini menyasar kelompok umur penonton yang berbeda.

Dalam perluasan, selain melakukan diversifikasi bisa juga dilakukan pengembangan brand lebih jauh yang menyasar lingkungan di luar yang tidak kita dapat dijangkau sebelumnya. Pengembangan teknologi live streaming oleh beberapa gedung opera seperti contohnya Metropolitan Opera beberapa waktu terakhir ini menyasar pecinta opera yang tidak dapat menonton langsung di gedung tersebut. Potensinya sangat besar dan bahkan dapat menyasar mereka yang secara geografis berada di tempat yang berbeda atau bahkan tidak pernah menonton opera. Ini adalah strategi channel baru dalam memasarkan produk utama mereka.

Di sisi lain perluasan jangkauan ini juga memiliki resiko yang besar. Blue Ocean visioner macam ini memang harus dikejar lewat riset dan pengembangan yang teliti dan fokus. Karena potensinya yang besar, seringkali juga menyangkut kapital yang juga tidak sedikit di awal. salah langkah dalam pengembangan bisa jadi menyebabkan seluruh inisiatif terpuruk dan merugikan. Tapi dikarenakan bergerak di teritori yang tak terbatas, potensi yang bisa digalipun tidak terbatas.

Tiga strategi ini haruslah dibangun bersama. Tidak bisa yang satu dilepas dari yang lain dan haruslah berkesinambungan. Memang fokus pada salah satu strategi akan dibutuhkan terutama dalam kondisi tertentu. Tapi semua haruslah bergerak dalam kesatuan. Apakah strategi Anda?

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: