Kabar Terkini

Jelang Kemerdekaan Indonesia #RI70


Jelang detik-detik kemerdekaan pukul 10:00 pagi WIB, sekali lagi Indonesia akan memperingati kemerdekaannya. Namun dengan usia yang semakin lanjut, 7 dekade, Indonesia masih berjuang untuk mencari, mengungkap dan membangun identitasnya sebagai bangsa.

Belajar bahwa kemerdekaan Indonesia didapat bukan atas pemberian ataupun instruksi dari pemerintah kolonial, manusia Indonesia sepenuhnya harus sadar bahwa kemerdekaan didapat dengan perjuangan sekaligus juga kejelian dalam memanfaatkan kesempatan yang ada di depan mata. Kelowongan setelah Jepang mengumumkan kekalahannya digunakan oleh kaum muda dan nasionalis untuk mengumumkan kemerdekaan Indonesia yang sebenarnya telah dipersiapkan secara formal oleh BPUPKI dan PPKI. Setelah itu tumpah darah perjuangan revolusi fisik untuk mempertahankan kemerdekaannya.

Mungkin musik tidak pernah menjadi visi secara jelas sebagai bagian dari ke-Indonesia-an, tapi musik adalah salah satu faktor penting pembentuk nasionalisme sedari titik awal terbentuknya bangsa ini. Dan musik sedari saat itu selalu melayani kepentingan yang lebih besar, kepentingan kebangsaan hingga akhirnya perlahan-lahan melayani kepentingan industri dan ekonomi. Tidak heran nilai pendidikan musik akhirnya terlempar dari cakrawala sistem pendidikan kita, sebagaimana bentuk seni yang lain.

Musik dalam ranah kreatifnya seakan ditundukkan pada kepentingan industri, sedang yang berjuang mengangkat derajatnya dari sekedar nilai rupiah terlindas. Merdeka tujuh dekade ternyata memang belum mampu berbuat banyak memerdekakan budaya Indonesia dan musiknya.

Kita pun bersusah payah memandang kesempatan sebagai teman. Kesempatan akhirnya menjadi lawan, sedang istilah ‘oportunis’ telah mengalami peyorasi makna. Padahal banyak dari kita di negara ini adalah oportunis lihai. Lampu kuning jalan raya artinya tancap gas, antrian berarti bisa menyerobot, tidak ada tempat sampah berarti bisa buang sembarangan. Padahal bukan masalah pemanfaatan kesempatan, tapi masalah ketidakseimbangan nilai.

Debat baik dan buruk, benar dan salah menjadi kesibukan yang memenjarakan, sedang para pelaku akhirnya sibuk membentuk kubu mencari dukungan. Di sisi lain kita pun didera gejala sikap mental inferioristik yang memandang rendah diri sendiri dan akhirnya hanya mengagungkan yang di luar.

Tujuh puluh tahun bukan waktu yang pendek, satu generasi sudah lewat. Banyak kesempatan sudah diambil dan dipergunakan. Musik Indonesia pun sudah dalam multifasetnya yang kita kenal. Maka sembari kita melihat kembali Indonesia, alangkah baik bila kita sedikit merenung makna musik dan ke-Indonesia-an kita dan mungkin sedikit bermimpi dan berencana sejauh apa kita mampu dan mau membangun ekosistem berkesenian musik kita yang lebih dari sekedar relasi produsen-konsumen, lebih dari nilai gedongan-murahan. Berjuang dalam jendela kesempatan yang sempit untuk membebaskan

Kita bergerak, Indonesia bertindak!

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: