Kabar Terkini

Cover Sebagai Sebuah Perlawanan


Semenjak berkembangnya perekaman, industri musik mengenal cover song atau cover version, di mana sebuah lagu direka kembali dalam sebuah rekaman ataupun pertunjukan yang dilakukan oleh orang selain pemusik aslinya.

Cover walaupun seringkali merupakan sebuah penghormatan akan sebuah karya dan pemusik yang membawakannya, namun pada dasarnya merupakan sebuah bentuk perlawanan yang mendasar.

Sebelum tumbuh kembang industri perekaman, tradisi musik Barat dikembangkan atas interpretasi musik tertulis. Musik dihidupkan kembali lewat membaca kembali musik tertulis dengan menaati rambu-rambu yang telah ditinggalkan oleh sang komponis. Gurat tinta diperdengarkan kembali dalam rupa suara.

Interpretasi Musik

Dalam pembacaannya, tradisi musik Barat membentuk konsep interpretasi sebagai sebuah proses membaca makna di balik setiap nada dan rambu yang tertera. Ruang yang dibatasi oleh sekat tulisan di baliknya terdapat lapang luas di mana jelajah seakan tidak berbatas. Untuk mencapai lapang luas itu, setiap musisi ditantang terlebih dahulu untuk mengerti ruang di mana ia berada, membaca dengan seksama lantas kemudian mengarahkan kreativitas untuk hal-hal di luar yang tertulis.

Kreativitas musik tradisi Barat bergerak di antara teks dan konteks penulisan terutama dalam hal interpretasi pemain, sedang untuk komponis, kreativitas bergerak sedikit lebih bebas untuk menciptakan suatu kebaruan dari teks yang telah tertulis.

Memberi warna baru dan berbeda adalah sebuah pilihan lazim dalam menerjemahkan teks menjadi teks yang baru. Transkripsi ataupun orkestrasi pun berada dalam ranah penyaduran, mengambil kebebasan untuk berbeda terutama karena sama-sama berada dalam ranah tulisan. Hasil transkripsi, aransemen ataupun orkestrasi ini tetap harus menjadi subyek bacaan sebelum mengambil bentuk sebagai musik yang ditangkap telinga pendengar.

Sejak tumbuh kembangnya teknologi rekaman, musik seringkali melompati fase penulisan. Musik yang telah direkam langsung masuk dalam fase bunyi dan melewatkan penulisan yang membutuhkan interpretasi dari pemusiknya dalam usaha reproduksi ulang ke dalam bentuk suara.

Proses perekaman sendiri menghapuskan ranah ambiguitas yang diciptakan oleh tulisan. Proses perekaman menangkap setiap elemen suara, dan untuk musik-musik orisinal, seringkali setiap suara yang terekam tersebut lebih mudah dipersepsikan sebagai otentik. Terlebih dengan semakin tinggi teknik editing semakin tinggi pula standar kualitas yang ingin dikejar. Adalah normal melihat editing sebagai sebuah proses yang mengeliminasi ambiguitas dengan mengajukan nilai perfeksi sebagai patokan dalam penggarapan.

Alhasil rekaman menutup ruang interpretasi yang dimungkinkan. Rekaman menjadi satu-satunya patokan yan baku akan bagaimana musik tersebut dimainkan. Ruang gerak ekspresi pun menjadi terbatas dengan alasan otentisitas. Menjadi berbeda bisa jadi adalah dosa tersendiri. Pun kita sering melihat sekelompok musisi ataupun kelompok fans-fans yang sibuk menirukan idola mereka, memainkan musik sebagaimana adanya memiripkan diri mereka baik penampilan maupun suara dan pendekatan dengan rekaman asli yang mereka puja.

Cover version

Membuat cover adalah sebuah proses menginterpretasi suatu karya musik yang sudah pernah dibawakan dan dipopulerkan oleh pemusik lain. Mengolah kembali dan menarik nilai yang bisa dibawakan dalam sebuah karya musik memang menantang, apalagi ketika ada nilai individualitas yang masuk di sana. Terlebih industri sering menantang pekerja musik untuk beda supaya memiliki nilai jual lain, termasuk beda dalam hal musikal.

Musisi industri ketika ditantang untuk berbeda tapi juga tetap mengantar pesan yang sama akhirnya harus memilih menumbuhkan inovasi dalam ruang rekaman yang secara eksak membatasi ekspresi bunyi. Secara tidak sadar pemusik pun harus memilih untuk mendobrak kungkungan interpretasi yang diabadikan lewat rekaman dengan mengambil intisari musik dan kemudian menerjemahkannya kembali dengan cara dan bentuk yang seringkali berbeda jauh dengan yang dibakukan lewat rekaman.

paraphrase (mus.) Technique in which a CHANT or other MELODY is reworked, often by altering rhythms and adding NOTES, and placed in a POLYPHONIC setting.
(lang.) a restatement of a text or passage giving the meaning in another form, as for clearness; rewording.

Metode memembongkar dan meracik kembali musik baik melodi maupun ritme, susunan nada dalam tradisi Barat dikenal sebagai proses parafrase dan telah dikenal sejak abad pertengahan di Barat. Proses parafrase ini akhirnya kental dengan mengubah nada, harmoni dan ritme musik yang bersangkutan, menjadikannya memiliki warna tersendiri yang berbeda dari rekaman dan pendekatan musisi sebelumnya. Inovasi akhirnya memilih jalur ini sebagai arah kembang banyak pembawaan musik populer. Bukan hanya di jalur rekaman saja, tapi juga dalam jalur pertunjukan panggung dengan menekankan aspek improvisasi dan bentuk besar musik dan pemaknaannya sendiri.

Pada akhirnya proses ini yang semakin populer lewat cover version yang kini menjamur di berbagai jaringan seperti Youtube dan memperoleh perhatian dan popularitas yang tidak kecil. Cover sebagai sebuah perlawanan akan kebakuan dalam rekaman dan juga hukum hak cipta. Pun banyak cover version ini akhirnya menjalar lewat jalur independen dan memenangkan massanya sendiri, baik yang memang familiar dan menggemari versi asli maupun menggemari versi cover.

Ketika interpretasi membentur batas kebakuan yang semakin menghimpit karena teknologi perekaman, seni selalu memiliki cara untuk melawan dan terbebas. Cover version sebagai sebuah bentuk pembebasan terhadap interpretasi, sebuah reimajinasi artistik. Melihat musik secara lebih bebas dari sekedar definisi rekaman, parafrase adalah kunci utama interpretasi cover version yang diambil oleh banyak pelaku seni musik dewasa ini.

Iklan
About mikebm (1238 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: