Kabar Terkini

Scael dan Trot : Sekilas Kehidupan Guru Piano


Sebagai pengajar piano, pengalaman saya tergolong sangat sedikit. Saya baru mengajar selama sekitar 7 tahun, sedangkan banyak pedagog piano di Indonesia sudah mengajar untuk berpuluh-puluh tahun. Figur-figur demikian cukup mengagumkan karena jujur saja, ada kala mengajar piano terbentur titik jenuh. Namun pasti ada pula saat-saat spesial yang mewarnai rutinitas tersebut. Mengingat kembali kenangan tersebut membuat saya jatuh cinta kembali kepada profesi mengajar piano. Saya mencatat beberapa kisah tersebut untuk menghibur sekaligus menginspirasi rekan-rekan guru piano lain di Indonesia.image

AE : Bach pernah berjalan sejauh 250 km untuk menonton konser Buxtehude! Untung ya sekarang ada mobil jadi gampang menonton konser.

Murid XYZ : Ngapain? Kan ada kuda!

AE : …

Murid XYZ : Miss, kenapa di muka Miss banyak titik-titik merah?

AE : Namanya ACNE (kenyataan yang pahit)

Murid XYZ : oh gitu. Tapi Miss tetep cantik koq!

AE : aaaaaa (memeluk muridnya)

Murid XYZ yang berusia 5 tahun mempunyai kebiasaan buruk yaitu bermain dengan pergelangan tangan lebih rendah daripada keyboard.

AE : Jangan lupa, Wrist Up! Nanti bisa cedera loh kalau kaya gitu terus.

Murid XYZ selalu lupa dan kembali ke kebiasaan lama. Suatu ketika, dia belum dijemput dan masuklah murid berikutnya yang kebetulan seusia. Murid ABC mulai bermain, dan betapa kaget nya saya ketika murid XYZ menyela : Ah ah ah! Wrist Up! Tangannya harus gini! (Sambil menunjukkan posisi tangan yang sempurna) …

AE : Ayo, tulis sendiri di agenda nya biar inget apa yang harus di latih.

Murid XYZ pun menulis : A harmonic minor scael dan trot. Halaman 13,14,16,17.

Murid XYZ main-main dengan tidak serius.

AE : Main yang bener, kalau gak saya rekam dan upload ke FB atau Instagram ya!

Murid XYZ langsung memainkan karya nya dengan sangat baik.

Murid XYZ, seorang anak laki-laki berusia 6 tahun mempunyai kebiasaan buruk menggigit lidahnya ketika berkonsentrasi.

AE : Muka nya santai aja, nanti kegigit beneran loh lidahnya.

Murid XYZ tidak menghiraukan, dan tetap bermain seperti itu.

AE : Hei, saya kasih tau ya. Di lidah itu ada pembuluh darah yang besar. Kalau kegigit dan pecah darah nya akan mengalir terus dan kamu bisa mati kehabisan darah!

Murid XYZ menangis dan les piano hari itu tidak dapat dilanjutkan.

AE : Ayo, main yang ini.

Murid XYZ : Miss, udah nonton Jurassic World?

AE : Belum, gak suka ah.

Murid XYZ : Minions udah belum?

AE : Belum juga… (Sedang berusaha mengalihkan agar main lagi)

Murid XYZ : Nonton bareng aku yu Miss

AE :❤❤

Saya mengajak para guru piano untuk mengingat dan menceritakan kisah-kisah nya ketika berhadapan dengan anak-anak. Dengan saling menceritakan pengalaman masing-masing maka kami akan lebih bersemangat dalam profesi yang spesial ini.

About airinefferin (8 Articles)
"exuberant and spoiled, childish and childlike, kind and cruel, enquiring but pig-headed, hardworking and generous but conceited and determined to be center stage"

2 Comments on Scael dan Trot : Sekilas Kehidupan Guru Piano

  1. Sungguh! Mengajar piano membutuhkan kesabaran ekstra. Meskipun begitu, dibalik itu ada “reward” untuk guru dr murid yaitu lovable moments yg secara polos mereka ungkapkan dari hati mereka yang benar2 tulus.

  2. Vikimusik : betul, reward nya kadang2 gak terduga!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: