Kabar Terkini

Administrasi Seni, Bidang Apaan?


“Apa sih itu administrasi seni?”

Bagi banyak orang, administrasi seni memang menjadi pertanyaan tersendiri, bidang yang dirasa sangat berbeda dengan kebanyakan bidang di Indonesia. “Nanti bakal jadi EO ya?” dan “Wah kalo jadi EO dan belajar manajemen kenapa harus belajar jauh-jauh?” adalah pertanyaan yang sering ditanyakan oleh kebanyakan orang-orang terdekat. Tapi sebenarnya bukan itu yang dipelajari. Lantas?

Public administration is the implementation of government policy and also an academic discipline that studies this implementation and prepares civil servants for working in the public service. dari:“Random House Unabridged Dictionary”

Seni sebagai sebuah aset dan salah satu aktivitas kunci dalam strategi berbudaya bangsa juga pada akhirnya tidak terlepas dari kebijakan publik yang menaunginya dan juga berbagai implementasi berupa inisiatif, regulasi maupun arahan yang dibina secara struktural dalam sebuah negara dan dilaksanakan oleh para pekerja publik dan juga pekerja seni.

Hal yang paling sederhana adalah subsidi negara untuk organisasi dan kegiatan seni dan juga insentif para pendukung kegiatan non-profit seperti pemotongan pajak dan sebagainya. Segala aktivitas ini perlu dijustifikasi dan dipelajari secara menyeluruh baik, motivasi, pelaksanaan, dan evaluasi dampaknya terutama ketika sudah menyangkut keuangan publik di sana yang diambil dari pendanaan pajak warga negara. Di sisi lain, dengung ekonomi kreatif membahana di ranah sebelah yang menjadikan pembinaan seni sebagai ranah investasi publik yang harus dikaji secara tepat.

Administrasi seni sendiri bergerak di ranah makro dan juga ranah mikro. Di ranah makro, administrasi seni berjalan di ranah kebijakan kultural, implementasinya di lapangan dan dampaknya bagi publik. Sikap dan perspektif pengambil keputusan, pertimbangan dan langkah strategis yang diambil harus menjadi ranah kajian yang terus dipantau. Dalam ranah administrasi seni makro, pengambil keputusan dalam hal ini pemerintah dan badan yang ditunjuknya untuk pengembangan seni bekerja sama dengan elemen masyarakat dan praktisi seni untuk menciptakan ekosistem seni yang sehat dan berkembang.

Cakupannya bisa bermula dari pembinaan kesenian di kabupaten hingga kebijakan nasional yang diambil oleh badan-badan terkait di tingkat nasional, bahkan masuk ke ranah eksekutif, legislatif dan yudikatif. Birokrasi juga dibedah dalam bidang ini. Dalam perspektif kenegaraan, administrasi seni tidak bisa dilepaskan dari administrasi publik.

Di ranah mikro, administrasi seni bersinggungan dengan pengelolaan strategis seni dan organisasi seni yang bersangkutan. Bagaimana penyusunan strategi dalam sebuah organisasi, implementasi dan kemudian evaluasinya dipelajari secara mendalam untuk menghasilkan maupun mendukung lahirnya sebuah karya seni yang mampu menjadi tonggak bagi kehidupan berbudaya masyarakat. Dalam hal ini, bidang yang disorot juga bisa bermacam-macam, dimulai dari business planning, strategic planning dan bahkan masuk ke pendanaan dan pemasaran.

Di sinilah seni di-manage sebagai sebuah organisme beserta dengan segala aktivitas dan elemen-elemennya stakeholdernya. Dalam perspektif ini, administrasi seni kemudian bersinggungan langsung dengan ilmu manajemen, hanya saja produk yang dihasilkan adalah sebuah karya maupun aktivitas seni. Dengan demikian administrasi seni mikro ini yang kemudian lebih populer dengan sebutan manajemen seni dan berkenaan bukan hanya langsung pada organisasi kesenian, namun juga organisasi pendukung seperti organisasi pendidikan seni, organisasi riset dan pengembangan seni.

Administrasi seni maka dari itu bukanlah sekedar manajemen event. Meskipun manajemen event juga membutuhkan planning dan eksekusi yang terukur, namun administrasi seni melihat secara menyeluruh dan lebih mendalami kegiatan seni dan organisasi seni secara strategis. Diskusi administrasi seni bukan hanya bagaimana menyelenggarakan sebuah acara yang lancar dan menarik, namun juga mencakup kegiatan organisasi dan kemasyarakatan yang lebih luas dalam membangun visi dan pelaksanaannya di ranah publik. Karena itu, dunia administrasi seni sangatlah berbeda dengan dunia Event Organizer. Event organizer melihat satu event demi satu event secara spesifik operasional, sedang administrasi seni melihat keberlangsungan organisasi dan penyelenggaraan seni sebagai teritori publik.  Manajemen event lebih digolongkan sebagai bidang praktis komunikasi, sedang administrasi seni lebih digolongkan sebagai studi praktis administrasi publik dan bisnis.

Maka dari itu administrasi seni sama sekali bukan berkenaan hanya dengan manajemen seni,  dan juga bukan hanya berkenaan dengan manajemen event yang biasanya lebih kita kenal. Karenanya yang dipelajari juga bukanlah terfokus pada penataan panggung, tata lampu, tata suara dan dramaturgi. Bukan pula studi penyajian karya seni dan best practice-nya. Administrasi seni berkenaan dengan keseluruhan administrasi dan birokrasi yang meliputi seluruh elemen ekosistem kesenian dan elemen-elemen penentu kebijakan secara umum, selain itu juga mempelajari organisasi seni secara utuh.

Administrasi seni dan kebijakan budaya memang bukan suatu hal yang lumrah namun sangat dibutuhkan untuk membentuk iklim berkesenian yang lebih dewasa. Ketika berkesenian bukan hanya sekedar beraktivitas namun juga berorganisasi, administrasi dan kemampuan manajemen akan semakin dibutuhkan. Bukan hanya senimannya, tapi juga peran pendukungnya. Administrasi seni pun akan semakin sentral dengan berkembangnya kehidupan berkesenian dalam bingkai kebangsaan Indonesia sejalan dengan bangsa

Meeting dalam organisasi seni

 

 

 

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: