Kabar Terkini

Apakah Ini Akhir dari The Proms London?


Sebagai salah satu inspirasi untuk nama blog ini, The Proms atau dahulu dikenal sebagai BBC Proms yang diadakan di London, tampaknya akan mulai kehilangan dukungan dan prioritasnya di hadapan perusahaan penyiaran Britania Raya, BBC.

Dengan pergantian kepemimpinan dan banyaknya peralihan direksional perusahaan, nampak bahwa The Proms perlahan akan mulai kehilangan bentuknya kini sebagai festival musik klasik terbesar di dunia dengan 80 konser dan puluhan talkshow dalam rentang waktu 10 minggu dengan didukung oleh terutama 5 buah orkestra di bawah kepemilikan BBC dan puluhan orkestra lain dari berbagai negara di berbagai benua. Dan konser-konsernya dikenal sebagai konser yang sangat terjangkau dan disiarkan di jaringan BBC yang merambah jutaan penonton baik langsung maupun siaran tunda.

Ketakutan kritikus Norman Lebrecht adalah kemungkinan BBC melihat kelima orkes mereka dan rangkaian festival tahunan ini sebagai pengeluaran yang besar dan kurang mengakar pada publik penonton yang kemungkinan akan berlanjut pada diskusi di ranah politis yang lebih keras bahkan di hadapan parlemen Inggris. Pemegang jabatan baru di pimpinan BBC 3 yang fokus pada musik seni dan kegiatan The Proms, Alan Davey, bukanlah pemerhati seni musik, namun lebih kepada pejabat karir di dalam tubuh BBC yang diragukan keteguhannya mempertahankan acara yang menjadi ciri khas kehidupan festival musik klasik Inggris dan kini telah menular ke beberapa negara di Eropa. Bos dari The Proms sendiri adalah orang baru, David Pickard yang mungkin tidak begitu paham dengan perjuangan pimpinan festival ini di masa lalu untuk mempertahankan format dan dinamika kegiatan ini.

Silakan baca lebih lengkap di sini: http://standpointmag.co.uk/music-september-2015-norman-lebrecht-bbc-proms

Setelah berpikir, apakabar festival musik klasik Indonesia?

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: