Kabar Terkini

Nelsons di Boston dan Leipzig


Baru saja diumumkan, salah satu konduktor muda paling gres di dunia saat ini, seorang Latvia, Andris Nelsons baru saja diumumkan akan mengambil posisi di Leipzig Gewandhaus Orchestra, salah satu orkestra paling bergengsi di Jerman dengan sejarah yang panjang dan akan efektif di tahun 2017 mendatang.

Orkes yang pernah dipimpin oleh komponis sekaligus konduktor Felix Mendelssohn ini meminang Andris Nelsons yang juga adalah direktur musik orkestra dengan tradisi panjang dan berkualitas di AS Boston Symphony Orchestra yang menunjuknya sebagai direktur musik menggantikan James Levine yang kesehatannya menurun sejak tahun 2014. Di Leipzig sendiri, konduktor berusia 36 tahun ini menggantikan Richardo Chailly yang memilih mengundurkan diri 4 tahun lebih cepat dari kontraknya semula yang berlangsung dari tahun 2005 dan seharusnya berakhir tahun 2020.

Yang menarik dari pemilihan ini adalah sebagaimana dilakukan oleh konduktor Gustavo Dudamel yang mengawinkan dua orkestra yang dipimpinnya, Simon Bolivar Symphony Orchestra dengan Los Angeles Philharmonic lewat kerja sama yang erat antara keduanya, penunjukkan Andris Nelsons juga menjadi titik awal kolaborasi antara kedua orkestra yang besar di benua masing-masing, Eropa (Jerman), dan Amerika (AS). Keduanya terdaftar sebagai orkestra besar dan panutan di kedua benua. Dengan satu direktur musik menangani dua orkestra dengan kaliber internasional yang setara, mereka sudah merencanakan untuk melakukan kerja sama baik dalam sisi perencanaan tur untuk saling mengunjungi kota masing-masing dan bahkan pembicaraan untuk melakukan komisi musik bersama yang bebannya akan dibagi di kedua orkestra dan musik yang ditulis pun akan dimainkan di kedua kota dan sebuah inisiatif saling-silang program festival di antara keduanya.

Sebagai seorang konduktor muda, dua buah kepemimpinan orkestra kelas atas ini bisa jadi mengobati rumor kekalahannya dalam pemilihan konduktor Berlin Philharmonic di bulan Juni lalu. Ini adalah sebuah tantangan yang  luar biasa untuk seorang konduktor yang energetik dan total seperti Nelsons yang dibesarkan lewat kiprahnya di City of Birmingham Symphony Orchestra Inggris dan negara asalnya Latvia.

Namun demikian, tanggung jawabnya kini semakin berat. Dengan berhasilnya agen Andris Nelsons untuk mengamankan kedua posisi bergengsi di tangannya, Andris yang masih muda (dalam dunia konduktor) akan berada di dua buah kutub musik yang bisa jadi berlainan dan berebut jadwal, visi dan tenaganya. Tentunya mereka berharap banyak pada konduktor muda ini. Pun unsur politik sebuah orkestra besar juga tentunya akan menyedot perhatian dan butuh penanganan ekstra. Biasanya hanya konduktor-konduktor besar dan senior saja yang umumnya berani mengambil posisi penting di dua orkestra penting dunia. Untuk itu mari kita lihat bagaimana Andris Nelsons mampu mengatasi rintangan ini.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: