Kabar Terkini

Etiket Referensi, Mintalah maka akan Diberi


Memberi atau meminta referensi pada pihak lain adalah hampir mutlak perlu dilakukan di dalam dunia profesional, namun seringkali kita terbata-bata melakukannya ataupun tidak paham bagaimana cara kerjanya hingga etikanya. Di dunia seni pun hampir tidak putus bertukar referensi ini, untuk itu kita akan mengupasnya sedikit kali ini.

Memberikan referensi adalah bentuk memberikan rekomendasi akan sesuatu/seseorang kepada orang lain. Rekomendasi ini umumnya bersifat personal, bahwa A memberikan rekomendasi kepada C untuk menggunakan barang-barang produksi B. B bisa jadi memohon kepada A untuk dibuatkan rekomendasi tersebut, dan A menyanggupi karena memang memiliki afinitas terhadap output si B ataupun kualitas pribadi si B. Ini adalah hal biasa yang dilakukan. Apabila A memberikan rekomendasi secara sukarela tanpa diminta, bisa dikatakan itu adalah pemasaran gratis dan tidak ada hukumnya. Inilah dasar dari pemasaran mouth-to-mouth. Tapi sebuah etiket perlu dilakukan untuk bahkan menanyakan dan meminta referensi tersebut.

Referensi adalah hal yang bersifat pribadi ataupun internal badan. Pribadi atau badan tersebut harus secara aktif menyetujui untuk memberikan referensi kepada yang bersangkutan (dalam contoh di atas: B) baik hal tersebut berupa surat, rekomendasi lisan maupun pencantuman logo perusahaan pemberi referensi di media publikasi B. Untuk itu adalah baik bagi pemohon referensi untuk mengikuti standar yang dimiliki si pemberi referensi/rekomendasi. Karena memberi rekomendasi adalah hak si pemberi, ikut standar request, misalnya dengan surat ataupun dengan email terlebih dahulu. Penting untuk memiliki kedekatan personal/organisasional dengan pemberi rekomendasi.

Mencantumkan sebuah referensi dalam media umum juga adalah bentuk rekomendasi sehingga perlu kesediaan khusus. Pencantuman ini layaknya pemberi rekomendasi menjadi presenter untuk kepentingan si penerima di kalangan umum. Bahkan berbagai aturan mengikat di dalamnya apabila memang ada prasyarat khusus yang diminta oleh si pemberi rekomendasi dan harus dipenuhi oleh pemohon.

Pengalaman penulis dalam korporasi multinasional, permohonan rekomendasi secara resmi kepada salah satu pelanggan bisa jadi berbelit-belit dan sama sekali tidak sederhana. Selain didahului dengan relasi yang kuat dan kepuasan pelanggan, korporasi seringkali harus memasukkan surat permohonan resmi untuk rekomendasi tersebut beserta dalam cakupan apa rekomendasi tersebut diberikan. Hal ini perlu disampaikan secara spesifik, karena bisa jadi pelanggan hanya bersedia merekomendasikan sebuah output tertentu yang sungguh ia puas dan bersedia rekomendasikan kepada kolega sejawat dan bukan keseluruhan produk image si perusahaan. Cakupan seperti apa rekomendasi yang disampaikan juga penting. Cakupan ini bisa berupa rekomendasi internal perusahaan pemohon sebagai informasi di kalangan marketing internal atau bisa sampai pencantuman logo korporasi pemberi rekomendasi di presentasi pemasaran, pencantuman petikan rekomendasi di billboard serta media massa, menjadi pembicara dalam seminar-seminar yang diadakan oleh pemohon.

Setelah permohonan tersebut, tentunya pihak calon pemberi akan meneliti secara mendalam dan harus melalui penyetujuan bertingkat di organisasi karena akan menyentuh citra perusahaan pemberi secara umum. Seringkali lobi-lobi juga dilakukan untuk mencapai kesepakatan rekomendasi yang diinginkan kedua belah pihak. Untuk banyak korporasi besar, permohonan rekomendasi seperti ini cukup menyita tenaga sehingga perlu dilakukan secara taktis, bahwa tidak bisa semua pelanggan dimohonkan rekomendasi, melainkan yang memang dapat memberikan impact yang dibutuhkan.

Di tataran lebih mikro pun demikian, alangkah baik sebelum mencantumkan nama pihak pelanggan dalam media publikasi untuk kepentingan pemasaran dimintakan izin terlebih dahulu kepada pihak pelanggan selaku pemberi rekomendasi. Ini adalah etiket mutlak yang harus dibina, bahkan dalam berkesenian sekalipun. Jangan sampai klaim rekomendasi dilakukan, namun ternyata si pelanggan tidak setuju ataupun tidak bersedia dicantumkan dan bahkan lebih parah mungkin tidak puas dengan layanan yang diberikan. Ancaman tuntutan hukum bisa akan harus dihadapi apabila ini terjadi.

Jadi pastikan etiket itu terpenuhi ketika meminta rekomendasi. Jurus yang pertama adalah meminta dan maka kau akan diberi.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: